Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.236
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Qatar bebaskan penonton Piala Dunia 2022 tanpa tes COVID-19.
Arsip foto - Seorang wanita berjalan di depan baliho akbar logo Piala Dunia FIFA 2022 di West Bay Doha, Qatar, pada 13 Oktober 2022. ANTARA/AFP/Giuseppe Cacace/pri.
Jakarta (ANTARA) - Qatar akan menghentikan tes COVID-19 sebelum kedatangan ke negara itu menjelang Piala Dunia 2022, kementerian kesehatan menyatakan pada Rabu, beberapa pekan setelah mengumumkan jutaan orang penggemar sepak bola bakal menonton pertandingan tidak memerlukan vaksinasi.
Pelonggaran terbaru dalam langkah-langkah anti-COVID ini akan berlaku mulai 1 November atau 19 hari sebelum kick off Piala Dunia 2022 perdana di wilayah Arab dimulai pada 20 November.
Para penonton, pemain, ofisial, staf, & media yg datang sejauh ini merupakan arus pengunjung terbesar yg terlihat di Qatar, negara kecil tetapi kaya migas & memiliki populasi cuma 2,9 juta.
"Pengunjung tidak lagi diharuskan menunjukkan hasil PCR negatif COVID-19 atau Rapid Antigen Test sebelum mengerjakan perjalanan ke Qatar," begitu bunyi pernyataan tersebut dikutip dari AFP.
Baca juga: Tiket penerbangan ke Piala Dunia Qatar alami lonjakan
Baca juga: Menlu: Qatar harap jadi tuan rumah Piala Dunia 2022 bebas COVID-19
Warga & penduduk Qatar juga tidak perlu lagi mengerjakan PCR atau tes antigen cepat dalam waktu 24 jam setelah kembali dari luar negeri, tambah kementerian kesehatan.
Turnamen sepak bola dunia sepanjang 29 hari itu akan jadi agenda olahraga global akbar perdana dengan penggemar sejak pandemi COVID-19 merebak pada Desember 2019, menewaskan lebih dari enam juta orang.
Olimpiade Tokyo 2020 yg tertunda tahun lalu beberapa akbar berlangsung secara tertutup, & Olimpiade Musim Dharap Beijing 2022 diadakan dalam gelembung yg aman.
Panitia Piala Dunia Qatar & organisasi sepak bola dunia, FIFA, mengatakan bahwa mereka harap perhelatan itu jadi tanda bahwa dunia sedang mengatasi pandemi.
Namun begitu kementerian kesehatan setempat sudah memperingatkan bahwa tindakan spesifik akan diberlakukan "jika keadaan pandemi memburuk di negara itu" semisal munculnya varian baru yg lebih mengancam.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2022, Qatar resmikan depo bus listrik terbesar di dunia
Pemain & ofisial pertandingan akan dipaksa masuk ke dalam "gelembung" yg kondusif kalau kasus COVID-19 kembali muncul, serta ancaman pengusiran dari turnamen bagi mereka yg melanggar lingkungan aman, mengatakan kementerian bulan lalu.
Langkah-langkah yg diumumkan pada Rabu itu mencakup semua pengunjung yg tiba mulai 1 November, ketika Qatar akan ditutup untuk siapa pun yg tidak memiliki kartu Hayya - dokumen wajib yg diberikan kepada para pemain, ofisial, staf, media & pemegang tiket serta tamu mereka.
Berdasarkan aturan yg ada hingga 1 November, semua pengunjung berusia di atas enam tahun harus menunjukkan tes negatif COVID-19 sebelum mengerjakan penerbangan ke Qatar.
Persyaratan untuk memakai masker di transportasi biasa juga sudah dibatalkan bulan ini, & masker juga tidak wajib di delapan stadion Piala Dunia.
Di Qatar tercatat adanya 684 kasus kematian akibat COVID-19, dengan 464.223 pasien sudah pulih, begitu situs web kementerian kesehatan.
Baca juga: Qatar pangkas jam kerja untuk kurangi kemacetan selama Piala Dunia
Baca juga: Israel lobi Qatar dirikan kantor sementara selama Piala Dunia 2022
Berita diatas dikutip dari internet, jika Qatar bebaskan penonton Piala Dunia 2022 tanpa tes COVID-19 adalah spam, mohon beritahu kami.
Arsip foto - Seorang wanita berjalan di depan baliho akbar logo Piala Dunia FIFA 2022 di West Bay Doha, Qatar, pada 13 Oktober 2022. ANTARA/AFP/Giuseppe Cacace/pri.
Jakarta (ANTARA) - Qatar akan menghentikan tes COVID-19 sebelum kedatangan ke negara itu menjelang Piala Dunia 2022, kementerian kesehatan menyatakan pada Rabu, beberapa pekan setelah mengumumkan jutaan orang penggemar sepak bola bakal menonton pertandingan tidak memerlukan vaksinasi.
Pelonggaran terbaru dalam langkah-langkah anti-COVID ini akan berlaku mulai 1 November atau 19 hari sebelum kick off Piala Dunia 2022 perdana di wilayah Arab dimulai pada 20 November.
Para penonton, pemain, ofisial, staf, & media yg datang sejauh ini merupakan arus pengunjung terbesar yg terlihat di Qatar, negara kecil tetapi kaya migas & memiliki populasi cuma 2,9 juta.
"Pengunjung tidak lagi diharuskan menunjukkan hasil PCR negatif COVID-19 atau Rapid Antigen Test sebelum mengerjakan perjalanan ke Qatar," begitu bunyi pernyataan tersebut dikutip dari AFP.
Baca juga: Tiket penerbangan ke Piala Dunia Qatar alami lonjakan
Baca juga: Menlu: Qatar harap jadi tuan rumah Piala Dunia 2022 bebas COVID-19
Warga & penduduk Qatar juga tidak perlu lagi mengerjakan PCR atau tes antigen cepat dalam waktu 24 jam setelah kembali dari luar negeri, tambah kementerian kesehatan.
Turnamen sepak bola dunia sepanjang 29 hari itu akan jadi agenda olahraga global akbar perdana dengan penggemar sejak pandemi COVID-19 merebak pada Desember 2019, menewaskan lebih dari enam juta orang.
Olimpiade Tokyo 2020 yg tertunda tahun lalu beberapa akbar berlangsung secara tertutup, & Olimpiade Musim Dharap Beijing 2022 diadakan dalam gelembung yg aman.
Panitia Piala Dunia Qatar & organisasi sepak bola dunia, FIFA, mengatakan bahwa mereka harap perhelatan itu jadi tanda bahwa dunia sedang mengatasi pandemi.
Namun begitu kementerian kesehatan setempat sudah memperingatkan bahwa tindakan spesifik akan diberlakukan "jika keadaan pandemi memburuk di negara itu" semisal munculnya varian baru yg lebih mengancam.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2022, Qatar resmikan depo bus listrik terbesar di dunia
Pemain & ofisial pertandingan akan dipaksa masuk ke dalam "gelembung" yg kondusif kalau kasus COVID-19 kembali muncul, serta ancaman pengusiran dari turnamen bagi mereka yg melanggar lingkungan aman, mengatakan kementerian bulan lalu.
Langkah-langkah yg diumumkan pada Rabu itu mencakup semua pengunjung yg tiba mulai 1 November, ketika Qatar akan ditutup untuk siapa pun yg tidak memiliki kartu Hayya - dokumen wajib yg diberikan kepada para pemain, ofisial, staf, media & pemegang tiket serta tamu mereka.
Berdasarkan aturan yg ada hingga 1 November, semua pengunjung berusia di atas enam tahun harus menunjukkan tes negatif COVID-19 sebelum mengerjakan penerbangan ke Qatar.
Persyaratan untuk memakai masker di transportasi biasa juga sudah dibatalkan bulan ini, & masker juga tidak wajib di delapan stadion Piala Dunia.
Di Qatar tercatat adanya 684 kasus kematian akibat COVID-19, dengan 464.223 pasien sudah pulih, begitu situs web kementerian kesehatan.
Baca juga: Qatar pangkas jam kerja untuk kurangi kemacetan selama Piala Dunia
Baca juga: Israel lobi Qatar dirikan kantor sementara selama Piala Dunia 2022
Berita diatas dikutip dari internet, jika Qatar bebaskan penonton Piala Dunia 2022 tanpa tes COVID-19 adalah spam, mohon beritahu kami.