yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa sepanjang tahun ini bencana puting beliung merupakan jenis bencana terbanyak di Indonesia.
Tercatat, ada 259 kejadian puting beliung atau 36 persen dari total 729 kejadian bencana yang ada di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan pun cukup besar.
"Tercatat 36 orang meninggal, 27.254 orang mengungsi, 3.885 rumah rusak berat, 1.968 rumah rusak sedang, dan 12.737 rumah rusak ringan. Dipastikan jumlah ini akan bertambah hingga akhir 2012," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu 12 Desember 2012.
Sutopo menyebutkan, selama tiga hari bencana puting beliung terjadi di 12 wilayah. Pada Minggu lalu, puting beliung terjadi di Kab. Mojokerto, Gunung Kidul, Pinrang, dan Purbalingga.
Pada Senin lalu, kejadian puting beliung menerjang empat wilayah yaitu Kab. Bandung, Jombang, Malang, dan Wonogiri. Sedangkan pada kemarin, Selasa 11 Desember 2012, puting beliung juga menerjang empat wilayah di Kab. Cilacap, Bintan, Tabanan, dan Tuban. Untuk menghimpun jumlah kerusakan, saat ini BPBD masih melakukan pendataan.
Menurutnya, total kerusakan yang terjadi di 12 wilayah tersebut meliputi 26 rumah roboh, 33 rumah rusak berat, 23 rumah rusak sedang, dan 333 rumah rusak ringan.
Sutopo mengaku bencana puting beliung ini terjadi, karena adanya perubahan iklim global dan perubahan penggunaan lahan. Sayangnya, hingga saat ini riset dan antisipasi terhadap puting beliung masih sangat terbatas, bahkan sistem peringatan dini bencana tersebut masih belum tersedia.
"Dalam sepuluh tahun terakhir, kasus puting beliung naik 28 kali lipat. Jika 2002, kejadian hanya 14 kali, pada 2006 terjadi 84 kejadian, 2010 ada 402 kejadian, dan tahun 2011 terjadi 285 kejadian," ungkap Sutopo.
Tercatat, ada 259 kejadian puting beliung atau 36 persen dari total 729 kejadian bencana yang ada di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan pun cukup besar.
"Tercatat 36 orang meninggal, 27.254 orang mengungsi, 3.885 rumah rusak berat, 1.968 rumah rusak sedang, dan 12.737 rumah rusak ringan. Dipastikan jumlah ini akan bertambah hingga akhir 2012," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu 12 Desember 2012.
Sutopo menyebutkan, selama tiga hari bencana puting beliung terjadi di 12 wilayah. Pada Minggu lalu, puting beliung terjadi di Kab. Mojokerto, Gunung Kidul, Pinrang, dan Purbalingga.
Pada Senin lalu, kejadian puting beliung menerjang empat wilayah yaitu Kab. Bandung, Jombang, Malang, dan Wonogiri. Sedangkan pada kemarin, Selasa 11 Desember 2012, puting beliung juga menerjang empat wilayah di Kab. Cilacap, Bintan, Tabanan, dan Tuban. Untuk menghimpun jumlah kerusakan, saat ini BPBD masih melakukan pendataan.
Menurutnya, total kerusakan yang terjadi di 12 wilayah tersebut meliputi 26 rumah roboh, 33 rumah rusak berat, 23 rumah rusak sedang, dan 333 rumah rusak ringan.
Sutopo mengaku bencana puting beliung ini terjadi, karena adanya perubahan iklim global dan perubahan penggunaan lahan. Sayangnya, hingga saat ini riset dan antisipasi terhadap puting beliung masih sangat terbatas, bahkan sistem peringatan dini bencana tersebut masih belum tersedia.
"Dalam sepuluh tahun terakhir, kasus puting beliung naik 28 kali lipat. Jika 2002, kejadian hanya 14 kali, pada 2006 terjadi 84 kejadian, 2010 ada 402 kejadian, dan tahun 2011 terjadi 285 kejadian," ungkap Sutopo.