• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Puluhan Karyawan PT KAI Jajal Kereta Cepat China

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Sebanyak 64 karyawan PT Kereta Api Indonesia merasakan pengalaman menjajal kereta cepat Tiongkok atau China Railways Highspeed (CRH) dari Beijing ke Tianjin dan kembali lagi ke Beijing, Sabtu (24/10/2015) sore.

Jarak antara Beijing dan Tianjin 115 kilometer, tidak berbeda jauh dengan jarak Jakarta-Bandung. Pemerintah Indonesia baru saja menjatuhkan pilihan pada Tiongkok untuk mengerjakan proyekkereta cepat Jakarta-Bandung yang rencananya mulai dibangun pada 2016.

"Nantinya kereta cepat Jakarta-Bandung sama seperti Beijing-Tianjin dengan jarak sekitar 120 kilometer sampai 150 kilometer. Harapannya kereta cepat Jakarta-Bandung akan seperti ini," kata Executive Vice President Daerah Operasi 8 Surabaya Wiwiek Widajanti seperti dikutip Antara News.kereta cepat C2231 yang ditumpangi rombongan PT KAI melaju hingga kecepatan 292 kilometer per jam sehingga hanya membutuhkan waktu 28 menit tiba di Tianjin. Setiap penumpang membayar tiket 54,5 Yuan.

kereta cepat yang pertama kali dioperasikan pada tahun 2008 Itu sebenarnya memiliki kemampuan kecepatan maksimum sebesar 350 kilometer per jam.

Kereta tersebut hanya singgah sekali di stasiun Wuqing.

Selain efisiensi waktu, Wiwiek juga memuji pelayanan di stasiun.

"Dari awal kami juga mau melihat bagaimana pelayanan kepada penggunanya. Budaya kerja pegawainya luar biasa. Semua sudah sesuai dengan SOP, tidak perlu diawasi atasan," tutur Wiwiek.

Ia menambahkan, stasiun di Tiongkok sudah terkoneksi antara moda yang satu dengan moda lainnya misalnya subway, kereta cepat, bahkan bus.

"Dengan begitu memudahkan orang pindah dari satu moda ke moda lain. Kita belum seperti itu," ujar Wiwiek.

"Dari sini kita belajar pada Tiongkok untuk sisi pelayanan, stasiun, moda transportasi, dan kebersihan," tambahnya.

Sebelumnya, rombongan yang melakukan studi banding ke Beijing dan Shanghai, Tiongkok dalam program "Melihat China Dalam Perspektif Perkeretaapian" itu juga menggunakan layanin komuter (Subway) dari Stasiun Caishikou ke Beijing South Railway Station pada hari yang sama.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.