roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Selasa, 11 November 2008 | 08:13 WIB
AMBON, SELASA — Ledakan granat yang menewaskan dua warga Dusun Tapi, Desa Wakasihu, Pulau Ambon, Minggu (9/11), tidak terkait eksekusi tiga terpidana mati bom Bali I, Amrozi, Muklas, dan Iman Samudera, karena granat itu diketuk-ketuk oleh penemunya, kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP J Huwae.
Awalnya, granat yang satu di antaranya meledak karena pemicunya tanpa sengaja terbuka sehingga menewaskan Ridwan Sanduan (9) dan Haswar Putun (12). Sementara itu, Mohtar Putun (9) mengalami luka di leher karena terkena serpihan granat dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Alfatah Ambon. Granat itu mereka temukan saat bermain di sungai jembatan Waililia, Dusun Tapi, Desa Wakasihu.
Ketiga bocah itu menemukan tiga granat yang berada di dalam air ditepi sungai. Mereka mengira benda asing itu adalah besi tua. Ridwan Sanduan yang tidak mengerti apa-apa mengangkatnya dari dalam air dan kemudian memukul-mukulnya.
Melihat tingkah temannya itu, secara spontan Mohtar Putun yang mengetahui benda itu adalah bahan peledak melarang Ridwan agar tidak memukul benda yang dikira besi tua itu.
Namun, granat yang belum diketahui jenisnya itu tiba-tiba meledak mengakibatkan keduanya langsung tewas seketika. Karena itu, Kabid Humas Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi ataupun menyebarluaskan informasi menyesatkan terkait granat yang meledak itu.
AMBON, SELASA — Ledakan granat yang menewaskan dua warga Dusun Tapi, Desa Wakasihu, Pulau Ambon, Minggu (9/11), tidak terkait eksekusi tiga terpidana mati bom Bali I, Amrozi, Muklas, dan Iman Samudera, karena granat itu diketuk-ketuk oleh penemunya, kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP J Huwae.
Awalnya, granat yang satu di antaranya meledak karena pemicunya tanpa sengaja terbuka sehingga menewaskan Ridwan Sanduan (9) dan Haswar Putun (12). Sementara itu, Mohtar Putun (9) mengalami luka di leher karena terkena serpihan granat dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Alfatah Ambon. Granat itu mereka temukan saat bermain di sungai jembatan Waililia, Dusun Tapi, Desa Wakasihu.
Ketiga bocah itu menemukan tiga granat yang berada di dalam air ditepi sungai. Mereka mengira benda asing itu adalah besi tua. Ridwan Sanduan yang tidak mengerti apa-apa mengangkatnya dari dalam air dan kemudian memukul-mukulnya.
Melihat tingkah temannya itu, secara spontan Mohtar Putun yang mengetahui benda itu adalah bahan peledak melarang Ridwan agar tidak memukul benda yang dikira besi tua itu.
Namun, granat yang belum diketahui jenisnya itu tiba-tiba meledak mengakibatkan keduanya langsung tewas seketika. Karena itu, Kabid Humas Polda Maluku mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi ataupun menyebarluaskan informasi menyesatkan terkait granat yang meledak itu.