Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Puitisasi Cinta Rajawali
Oleh : Saelan Muflih atau Elan
Cinta,
Ia datang sendiri. Tak pernah kita meminta atau mengundang. Ia datang tanpa permisi, lebih lagi salam senpurna. Maka bila akhirnya sayang pergi, tak perlu rasanya kita berharap ucapan selamat tinggal dengan seremoni yg syahdu. Ia akan pergi dengan diam, ketika tidak menemukan tanah yg baik untuknya tumbu, mengakar kuat, yg sanggup menopangnya tinggi, mungkin hingga menjulang ke langit. Ia akan pergi dalam hening.
Cinta,
Ia menyalakan. Bila tak kuasa jadi mentari yg bertengger gagah di ketinggian yg agung, ia rela jadi lilin yg cuma sanggup menerangi singkat & redup. Ia mengerti, itu hampir tanpa arti. Tetapi dilakukannya jua, karena ia tahu yg tersayang membutuhkannya.
Cinta,
Ia menyembuhkan. Dengan sayang, duka & lara terasa ringan saja, karena ia ada dengan kemampuan untuk menyembuhkan & memaafkan.
Cinta,
Ia membangkitkan. Karena sungguh ia tak pernah rela yg tersayang lemah & tanpa daya.
Cinta itu coklat tua. Ia sewarna tanah terbaik. Karena ia hiasan terbaik yg ada pada diri manusia dari Yang Maha Memcipta, yg menciptakannya dari saripati tanah.
Cinta itu biru, karena ia dapat saja memberi kelapangan selapang langit biru.
Cinta itu putih. Dan putih. Karena ia datang dari sesuatu yg baik, untuk hal yg baik.
Cinta itu arogan. Ia sombong. Amat angkuh. Tak mau ia membungkukkan k di hadapan panglima perang yg gnmasyhur kewibawaannya. Ia berdiri dengan tegak. Teguh. Bagai karang yg tak akan goyah dihempas ombak badai tak terhitung kuat & banyaknya.
Cinta itu kuat. Sungguh kuat. Hadapkan seribu tentara berkuda terbaik kepadanya. Ia akan menggetarkannya. Seruannya berkumandang hingga langit pertama. Disambut tak terhitung bala tentara yg menyanjungkan namanya. Siapa yg tak gemetar di hadapannya.
Dan adakah kau tahu,
Hati yg merindukan sayang, menantikan datangnya kekasih dengan sayang.
Dan andai kau tahu, hidup tak akan sama tanpamu. Dan andai kau memahami, betapa saya mensayangimu. Dan walau bumi harus hancur untuk sayangku padamu..
Aku akan tetap mensayangimu & menyayangimu.
Oleh : Saelan Muflih atau Elan
Cinta,
Ia datang sendiri. Tak pernah kita meminta atau mengundang. Ia datang tanpa permisi, lebih lagi salam senpurna. Maka bila akhirnya sayang pergi, tak perlu rasanya kita berharap ucapan selamat tinggal dengan seremoni yg syahdu. Ia akan pergi dengan diam, ketika tidak menemukan tanah yg baik untuknya tumbu, mengakar kuat, yg sanggup menopangnya tinggi, mungkin hingga menjulang ke langit. Ia akan pergi dalam hening.
Cinta,
Ia menyalakan. Bila tak kuasa jadi mentari yg bertengger gagah di ketinggian yg agung, ia rela jadi lilin yg cuma sanggup menerangi singkat & redup. Ia mengerti, itu hampir tanpa arti. Tetapi dilakukannya jua, karena ia tahu yg tersayang membutuhkannya.
Cinta,
Ia menyembuhkan. Dengan sayang, duka & lara terasa ringan saja, karena ia ada dengan kemampuan untuk menyembuhkan & memaafkan.
Cinta,
Ia membangkitkan. Karena sungguh ia tak pernah rela yg tersayang lemah & tanpa daya.
Cinta itu coklat tua. Ia sewarna tanah terbaik. Karena ia hiasan terbaik yg ada pada diri manusia dari Yang Maha Memcipta, yg menciptakannya dari saripati tanah.
Cinta itu biru, karena ia dapat saja memberi kelapangan selapang langit biru.
Cinta itu putih. Dan putih. Karena ia datang dari sesuatu yg baik, untuk hal yg baik.
Cinta itu arogan. Ia sombong. Amat angkuh. Tak mau ia membungkukkan k di hadapan panglima perang yg gnmasyhur kewibawaannya. Ia berdiri dengan tegak. Teguh. Bagai karang yg tak akan goyah dihempas ombak badai tak terhitung kuat & banyaknya.
Cinta itu kuat. Sungguh kuat. Hadapkan seribu tentara berkuda terbaik kepadanya. Ia akan menggetarkannya. Seruannya berkumandang hingga langit pertama. Disambut tak terhitung bala tentara yg menyanjungkan namanya. Siapa yg tak gemetar di hadapannya.
Dan adakah kau tahu,
Hati yg merindukan sayang, menantikan datangnya kekasih dengan sayang.
Dan andai kau tahu, hidup tak akan sama tanpamu. Dan andai kau memahami, betapa saya mensayangimu. Dan walau bumi harus hancur untuk sayangku padamu..
Aku akan tetap mensayangimu & menyayangimu.