yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
JOMBANG- PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menolak bertanggungjawab atas protes warga terkait pengurangan jumlah gerbong kereta api kelas ekonomi, di Stasiun Sembung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. PT KAI berdalih, pengurangan gerbong dilakukan sesuai dengan jatah subsidi yang diberikan pemerintah.
Sehari setelah penyenderaan kereta api Rapih Doho jurusan Blitar-Surabaya, oleh ratusan warga, suasana di Stasiun Sembung kembali normal, Senin (14/1/2013). Seluruh lalu lintas kereta api baik yang berhenti atau sekedar melintas dapat berjalan tanpa hambatan.
Humas PT KAI Daop VII Madiun, Sugianto, yang dikonfirmasi melalui telefon mengatakan, pengoperasian jumlah gerbong kereta api kelas ekonomi termasuk kereta api Rapih Doho disesuaikan dengan jatah subsidi yang disediakan pemerintah.
Saat ini, PT KAI hanya menyediakan tiga gerbong untuk penumpang, pada rangakaian kereta api Rapih Doho. Hal itu dilakukan sesuai kesepakatan antara PT KAI dengan pemerintah.
Sugianto menambahkan, jika banyak penumpang tidak terangkut dan meminta tambahan gerbong, PT KAI mempersilakan masyarakat mengajukan permintaan kepada pemerintah.
Diberitakan sebelumnya, protes warga yang berbuntut penyanderaan kereta api Rapih Doho di Stasiun Sembung pada Minggu, 13 Januari kemarin. Warga memprotes PT KAI karena diduga mengurangi jumlah gerbong kereta api Rapih Doho dari tujuh gerbong menjadi tiga gerbong.
Akibat pengurangan jumlah gerbong tersebut, banyak warga yang mengandalkan jasa transportasi kereta api bersubsidi tersebut tidak terangkut. Mereka mayoritas merupakan warga Jombang yang setiap hari bolak-balik kerja ke Kota Surabaya.
Warga kesal, karena jatah subsidi untuk rakyat kecil berupa angkutan kereta murah dikurangi. Mereka mendesak pemerintah kembali menambah jumlah gerbong kereta api kelas ekonomi seperti sediakala.
Sehari setelah penyenderaan kereta api Rapih Doho jurusan Blitar-Surabaya, oleh ratusan warga, suasana di Stasiun Sembung kembali normal, Senin (14/1/2013). Seluruh lalu lintas kereta api baik yang berhenti atau sekedar melintas dapat berjalan tanpa hambatan.
Humas PT KAI Daop VII Madiun, Sugianto, yang dikonfirmasi melalui telefon mengatakan, pengoperasian jumlah gerbong kereta api kelas ekonomi termasuk kereta api Rapih Doho disesuaikan dengan jatah subsidi yang disediakan pemerintah.
Saat ini, PT KAI hanya menyediakan tiga gerbong untuk penumpang, pada rangakaian kereta api Rapih Doho. Hal itu dilakukan sesuai kesepakatan antara PT KAI dengan pemerintah.
Sugianto menambahkan, jika banyak penumpang tidak terangkut dan meminta tambahan gerbong, PT KAI mempersilakan masyarakat mengajukan permintaan kepada pemerintah.
Diberitakan sebelumnya, protes warga yang berbuntut penyanderaan kereta api Rapih Doho di Stasiun Sembung pada Minggu, 13 Januari kemarin. Warga memprotes PT KAI karena diduga mengurangi jumlah gerbong kereta api Rapih Doho dari tujuh gerbong menjadi tiga gerbong.
Akibat pengurangan jumlah gerbong tersebut, banyak warga yang mengandalkan jasa transportasi kereta api bersubsidi tersebut tidak terangkut. Mereka mayoritas merupakan warga Jombang yang setiap hari bolak-balik kerja ke Kota Surabaya.
Warga kesal, karena jatah subsidi untuk rakyat kecil berupa angkutan kereta murah dikurangi. Mereka mendesak pemerintah kembali menambah jumlah gerbong kereta api kelas ekonomi seperti sediakala.