yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) membukukan laba Rp 16,69 miliar. Laba bersih perusahaan Badan Usaha Milik Negara di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi itu naik sebesar 60,01 persen dibanding tahun 2011. Demikian disampaikan Direktur Utama PT INTI Tikno Sutisna di Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
"Pencapaian itu adalah hasil kontribusi signifikan dari proyek jaringan telekomunikasi kabel tembaga menjadi fiber optic di seluruh Indonesia. Itu merupakan sinergi dengan PT Telkom (Persero) Tbk dan sejumlah entitas lainnya," kata Tikno dalam jumpa pers setelah Rapat Umum Pemegang Saham.
Menurut Tikno, kenaikan laba bersih itu mengindikasikan kemajuan kinerja keuangan yang sejalan dengan perolehan penjualan korporasi sebesar Rp 1,23 triliun hingga akhir 2012. Pada 2010, INTI berhasil membukukan perolehan penjualan sebesar Rp 647,81 miliar dengan laba bersih sekitar Rp 4,59 miliar. Angka itu meningkat lagi menjadi Rp 723,12 miliar pada 2011 dengan laba bersih sebesar Rp 10,43 miliar.
PT INTI juga akan menjalankan enam portofolio bisnis meliputi System Integrator, Manage Service/ Maintenance, Genuine Product, Manufacturing, IT and Service - Seat Management, dan Mobile Device and Content sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2012-2016.
Direktur Pemasaran PT INTI Adiaris menambahkan, PT INTI juga siap menjalankan sejumlah proyek strategis meliputi modernisasi jaringan telekomunikasi kabel tembaga menjadi fiber optic di kawasan eksisting yang juga dikenal Trade in Trade off (TITO) serta pengadaan dan pemasangan outside plant (OSP), Fiber to the Home (FTTH) untuk kawasan pelanggan dan perumahan baru (FTTH Greenfield). "Kedua proyek itu merupakan proyek milik PT Telkom. TITO sudah dimulai sekitar 2010 dan pada 2012 memberi kontribusi sekitar 70 persen," kata Adiaris.