• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

PT Freeport Indonesia Mengaku Kesulitan Keuangan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
qwht8.jpg

Menteri BUMN Dahlan Iskan tetap ngotot menagih kewajiban dividen PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Kementerian BUMN sebesar Rp 350 miliar. Namun, PT Freeport Indonesia menyatakan belum sanggup membayar dividen dalam waktu dekat.

"Pembayaran dividen tergantung kondisi perusahaan. Jadi belum bisa dibayarkan sekarang," ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto di Jakarta, Selasa (9/10/2012).

Menurut Rozik, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu saat ini mengalami kendala keuangan sehingga belum bisa membayarkan dividen pada tahun ini.

"Salah satu penyebabnya adalah turunnya produksi," ujarnya.

Biasanya, kata Rozik, produksi PT Freeport 900.000 ton per tahun, tetapi hingga saat ini belum bagus. Rozik memperkirakan produksi tahun ini hanya 80 persen dari kondisi normal.

"Memang sekarang kami mengeksplorasi yang cadangannya rendah. Permasalahannya timing sequence," ungkap Rozik.

Sebelumnya, Dahlan menyatakan tidak peduli terkait konfirmasi dari Freeport yang mengaku mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen ke kas negara. Dahlan mengatakan hal tersebut telah membuat BUMN dalam posisi yang sulit.
 
Memberikan hak kepada setiap orang untuk memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki daerahnya, dan hak untuk mempertahankan jalan hidup mereka dengan segala kearifannya.

Mengapa perusahaan besar dapat membeli hak untuk merusak lingkungan, dan dengan hak tersebut hanya dipergunakan untuk mengeruk keuntungan dan memperkaya segelintir orang, yang membuat kehidupan tanpa masa depan ? sementara masyarakat yang lugu akan dipenjarakan, atau ditembak jika mereka mencoba memanfaatkan kekayaan alam negaranya untuk mendapatkan nafkah?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.