roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Selasa, 21 Oktober 2008 | 08:26 WIB
KEDIRI — Aksi perampokan dengan senjata api kembali terjadi di Kota Kediri. Kali ini pelaku berjumlah empat orang—salah satunya berseragam polisi—menyatroni dua wisma di eks Lokalisasi Semampir, Kecamatan Kota, Senin (20/10) dini hari.
Mereka berhasil merampok harta tiga korban, yaitu Pipin Handayani (30), pekerja seks komersial (PSK) asal Surabaya di Wisma 36; Tia (30), PSK asal Surabaya di Wisma 67; dan Sumar (25), tamu di Wisma 36, yang juga warga Kabupaten Kediri. Menurut saksi mata, pelaku datang dengan menggunakan dua sepeda motor
sekitar pukul 02.30.
“Saya tidak menyangka mereka perampok karena salah satunya yang berambut cepak mengenakan seragam dinas polisi,” ujar Sarji, Ketua RT 1 RW 5 yang berada di sekitar lokasi saat empat perampok itu beraksi.
Begitu tiba, mereka langsung masuk ke Wisma 36, kemudian pesta minuman keras. Beberapa menit kemudian, dua orang di antaranya masuk Wisma 67, di sebelah Wisma 36. Warga sekitar baru sadar telah terjadi perampokan setelah mendengar keributan dan pria yang memakai seragam polisi berteriak-teriak sambil mengacungkan pistol.
“Mereka langsung pergi dan mengatakan 'Saya perwira polisi, jangan macam-macam',” tutur Sarji, menirukan ucapan pria berseragam polisi tersebut. Setelah mereka pergi, warga melapor ke Mapolresta Kediri. Menurut Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP David Subagio, ketika dimintai konfirmasi, dia sudah menerjunkan petugas untuk menyelidiki dan memburu para pelakunya.
“Kami juga memeriksa saksi korban yang mengetahui dengan jelas ciri-ciri pelaku,” kata David yang menduga perampok berseragam polisi itu adalah polisi gadungan.
Sementara itu, menurut pemilik Wisma 36, Yuliana (47), pelaku yang mengenakan seragam polisi masuk dan menggedor kamar Pipin, padahal saat itu Pipin sedang melayani tamu, Sumar. “Setelah pintu dibuka, dia meminta barang berharga milik Sumar berupa uang tunai Rp 250.000 dan ponsel, kemudian mengusirnya keluar kamar,” ungkapnya.
Setelah itu, pria tersebut meminta dilayani oleh Pipin, kemudian memereteli perhiasan yang dikenakan Pipin. “Karena takut melihat senjatanya, saya biarkan dia pergi. Bahkan, dia juga sempat meminta dua celana jins saya,” keluh Yuliana.
PSK lain, Tia, penghuni Wisma 67, juga dipaksa menyerahkan barang berharga. Karena takut, Tia menyerahkan dompet berisi uang Rp 400.000 dan kartu ATM BNI bersaldo sekitar Rp 10 juta beserta nomor PIN-nya. ais