Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Menteri Perencanaan & Pembangunan Nasional (PPN)/KepalaBappenas Suharso Monoarfa mengatakan Provinsi DKI Jakarta berpeluang untuk dijadikan daerah percontohan penyesuaian Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Hal itu dikarenakan dalam rangka persiapan untuk menghadapi new normal akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
"Jadi, kami akan pakai Jakarta sebagai benchmark (penyesuaian PSBB)," ujar dia pada telekonfrensi, Kamis (21/5/2020).
Alasan dipilihnya DKI Jakarta sebagai percontohan didasari dengan statistik angka reproduksi efektif (Rt) virus corona yg sudah berada lebih kecil dari level 1. Adapun penyesuaian PSBB dapat dilakukan saat kondisi di wilayah tersebut dapat bertahan paling sedikit 14 hari.
"Kita semua berharap dapat menekan angka Rt itu lebih kecil dari angka satu selama 14 hari, apabila kita harap lakukan pelonggaran PSBB," ungkap dia.
Dia menambahkan, sistem kesehatan yg ada di ibu kota juga dinilai sudah memadai. Apalagi kalau dibandingkan dengan jumlah kasus baru yg memerlukan perawatan di rumah sakit angkanya lebih kecil.
"Indikator lain yg menerangkan kalau DKI Jakarta dapat diterapkan penyesuaian PSBB karena kapasitas tes laboratorium yg mencukupi & memiliki strategi tes yg jelas. Pengetesan setidaknya harus mencapai 3.500 tes per satu juta penduduk.
Dan sudah di atas Thailand atau Malaysia, separuh lebih dari tes nasional ada di Jakarta," jelas dia.
Dia memastikan dalam penerapan penyesuaian PSBB nanti, pemerintah akan merujuk pada pedoman yg digulirkan organisasi kesehatan dunia (WHO) terkait pandemi Covid-19.
"Selain itu, pemerintah juga akan mengpakai hitungan yg cermat & tepat untuk menentukan kebijakan tersebut," pungkas dia.
SIAP GAK SIAP KITA HARUS SIAP
Hari ini 21:47
"Jadi, kami akan pakai Jakarta sebagai benchmark (penyesuaian PSBB)," ujar dia pada telekonfrensi, Kamis (21/5/2020).
Alasan dipilihnya DKI Jakarta sebagai percontohan didasari dengan statistik angka reproduksi efektif (Rt) virus corona yg sudah berada lebih kecil dari level 1. Adapun penyesuaian PSBB dapat dilakukan saat kondisi di wilayah tersebut dapat bertahan paling sedikit 14 hari.
"Kita semua berharap dapat menekan angka Rt itu lebih kecil dari angka satu selama 14 hari, apabila kita harap lakukan pelonggaran PSBB," ungkap dia.
Dia menambahkan, sistem kesehatan yg ada di ibu kota juga dinilai sudah memadai. Apalagi kalau dibandingkan dengan jumlah kasus baru yg memerlukan perawatan di rumah sakit angkanya lebih kecil.
"Indikator lain yg menerangkan kalau DKI Jakarta dapat diterapkan penyesuaian PSBB karena kapasitas tes laboratorium yg mencukupi & memiliki strategi tes yg jelas. Pengetesan setidaknya harus mencapai 3.500 tes per satu juta penduduk.
Dan sudah di atas Thailand atau Malaysia, separuh lebih dari tes nasional ada di Jakarta," jelas dia.
Dia memastikan dalam penerapan penyesuaian PSBB nanti, pemerintah akan merujuk pada pedoman yg digulirkan organisasi kesehatan dunia (WHO) terkait pandemi Covid-19.
"Selain itu, pemerintah juga akan mengpakai hitungan yg cermat & tepat untuk menentukan kebijakan tersebut," pungkas dia.
SIAP GAK SIAP KITA HARUS SIAP
Hari ini 21:47