Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
PSBB di berbagai wilayah khususnya jabodetabek, menciptakan sejumlah wilayahpun jadi sepi. Hari demi hari berganti bantuan sosial tidak merata, tak sama seperti di televisi sudah beberapa hari PSBB belum ada tanda-tanda bantuan akan datang.
Para pejabat di singgasana cuma dapat bersuara supaya sesama mahluk sosial saling bantu membantu, bersatu & gotong royong mencegah penyebaran covid. Mereka juga bingung apalagi yg harus dilakukan untuk menangani sang virus yg dapat menciptakan manusia pindah ke alam baka.
Maayarakat pun bingung tak ada asa ke depannya yg cerah, perdagangan mati suri cuma berjualan sembako saja yg masih aktif. Tapi kalau para petani harus di rumah juga otomatis panen pun terhambat, import tak dapat yg terjadi kelangkaan bahan pokok. Maka harga sembako akan tinggi, apa yg terjadi? Busung lapar sudah di depan mata!
Bayangkan bagaimana pemerintah tak bingung kalau menerapkan lockdown seluruh Indonesia? Disinilah pusat menawarkan kepada pemimpin daerah apabila harap PSBB di persilahkan.
Tapi efeknya itu tadi, semua ekonomi bergerak lambat pekerja informal megap-megap. Para pengusaha tak sanggup membayar gaji karyawannya, PHK pun menanti. Kartu Pra Kerja diserbu kuota pun terbatas, bantuan seakan tebang pilih padahal semua masyarakat terdampak dari miskin hingga kaya semuanya morat marit.
Belum lagi atas kebijakan yg hebat mengeluarkan napi tahanan supaya tidak terpapar corona didalam penjara, namun hasilnya bikin masyarakat resah. Para napi kelas rendah mau kerja apa? Membiarkan mereka di jalan tanpa ketrampilan akhirnya menciptakan mereka harap kembali ke dalam jeruji, tentu saja dengan ketrampilan yg awalnya terbiasa maling maka itulah pekerjaan yg tepat disaat pagebluk ini.
Maka saya cuma berpesan hati-hati, selama PSBB kriminal semakin tinggi. Perut lapar dapat menciptakan banyak orang pendek akal, mereka nekat untuk berbuat apa saja. Ada 2 tipe maling, perdana kepepet karena lapar & kedua ada kesempatan untuk memperkaya diri walau tidak lapar bahkan cenderung kaya.
Disaat covid kedua tipe maling ini tumbuh subur, & kita cuma dapat waspada.
Lalu apakah kebijakan yg hebat yg sudah dikeluarkan tak berfikir sejauh itu? Entahlah, ada apa dengan pembuat kebijakan. Yang jelas otaknya sangat pintar, & tak ada yg berani mengkritisi. Sekelas Raja sajapun tunduk dengan titahnya. Hanya harap bilang "welcome to Indonesia"
Semoga kita dihindarkan dari aksi mereka, terima kasih untuk bapak TNi & Polisi yg bertugas serta petugas kesehatan. Tanpa mereka, kita tak dapat berbuat apa-apa. Berikanlah empati sedikit saja, waspada boleh panik jangan.
Salam, saya c4punk see u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik
Pic : google
GIF