• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Proyeksi, Rupiah Tertekan Bersama Mata Uang di Asia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
kh8Ez.jpg
Nilai tukar rupiah cenderung menguat sejak awal tahun ini. Namun, pada perdagangan Kamis (23/1/2014), rupiah diproyeksikan tertekan kembali bersama mata uang di kawasan Asia seiring menguatnya indeks dollar AS.

Indeks dollar AS yang sebelumnya turun drastis, pada Rabu (22/1/2014) mampu mendorong penguatan. Tren senada tak hanya terjadi dengan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah tetap merata pada hampir semua mata uang di Asia.

Seperti dikutip tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, kurs rupiah non-deliverable forward (NDF) berenor satu bulan menguat hingga ke Rp 12.089 per dollar AS. Akan tetapi kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) masih bertahan di level Rp 12.149 per dollar AS.

Menurut Samuel Sekuritas, kurs Jisdor bertujuan menjaga gap positif terhadap kurs NDF offshore bertenor satu bulan. Sepanjang awal 2014 ini rupiah telah menguat 0,33 persen. Namun penguatan indeks dollar AS kembali menghadirkan tekanan pelemahan di pasar Asia. Pelemahan juga terpantau terjadi pada euro Eropa.

Walaupun hasil lelang surat utang negara (SUN) sudah cukup baik tetapi imbal hasil (yield) SUN naik 6 basis poin (bps), Rabu, sejalan dengan kenaikan yield US Treasury (UST). Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, atau Kamis dini hari WIB, yield UST kembali naik 4 bps menjadi 2,87 persen.

Pasar Asia pada pagi ini diperkirakan akan menunggu data Market Flash Mfg PMI China yang diperkirakan akan turun. Sementara malam ini pasar juga menunggu data Jobless Claims di Amerika Serikat.

Di sisi lain, penilaian negatif terhadap emas dari Morgan Stanley membuat laju dollar AS terapresiasi. Riset Trust Securities menyatakan laju rupiah berada di atas support Rp 12.123. Hari ini rentang rupiah diperkirakan berada di Rp 12.134-12.109 dalam kurs tengah BI dan Jisdor.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.