• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Proyeksi, Rupiah Masih Tertekan UU Pilkada

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
xPAia.jpg
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak variatif dengan peluang masih tertekan turun di awal pekan ini, Senin (29/9/2014). Sentimen internal dan eksternal menjadi sentimen penekan pergerakan rupiah.

Rupiah melemah semenjak pembukaan di Jumat (26/9/2014) pagi sampai akhirnya menembus Rp 12.000 per dollar S. Di saat yang sama mata uang Asia juga melemah.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, selain tekanan dollar AS yang kuat di pasar global, ketidakpastian politik yang tersirat dari kisruh sidang penetapan UU Pilkada, pemangkasan proyeksi pertumbuhan oleh ADB serta harapan defisit neraca perdagangan yang rilis minggu ini adalah faktor lain yang ikut menekan rupiah.

"Hari ini tekanan pelemahan rupiah pun berpeluang tetap bertahan," tulisnya.

Dari eksternal, dollar index terus menguat hingga Sabtu (27/9/2014) dini hari setelah PDB AS pada triwulan kedua tahun 2014 kembali direvisi naik menjadi 4,6 persen secara tahunan. Beberapa data AS lainnya yang diumumkan tidak mencatatkan perbaikan berarti.

Komentar petinggi bunk Sentral AS, The Federal Reserve, lagi-lagi terkesan mendorong kenaikan suku bunga lebih cepat. Sore ini ditunggu data Economic Confidence Zona Euro dan di malam hari diumumkan Personal Spending serta Pending Home Sales AS yang diperkirakan membaik.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.