Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Nilai tukar rupiah tahun ini diproyeksikan kembali bergerak menguat seiring perbaikan ekonomi makro Indonesia. Namun, dalam jangka pendek pelemahan rupiah masih membayangi, termasuk pada perdagangan awal pekan ini, Senin (27/1/2014). Ini mengikuti yang terjadi menjelang akhir pekan lalu.
Saat itu laju rupiah kembali melemah meski terbatas seiring terjadinya aksi jual asing di pasar saham. Pelaku pasar mulai mengantisipasinya lonjakan inflasi menyusul meluasnya bencana banjir yang dapat meluas ke berbagai wilayah sehingga menganggu produksi dan distribusi barang-barang.
Di sisi lain, komentar tambahan dari bunk Indonesia bahwa potensi inflasi bisa mendekati 1 persen serta imbas masih melemahnya sejumlah mata uang asia yang merespon pelemahan indeks manufaktur China sebelumnya turut menambah sentimen negatif.
Tetapi, pelemahan rupiah terbatas setelah laju dollar AS dapat terpatahkan oleh poundsterling yang menguat setelah pelaku pasar berbalik merespon positif langkah tetapnya bunk of Engkand rate untuk pemulihan ekonomi Inggris.
Tim riset Trust Securities menyatakan rupiah berada di atas support Rp 12.186 per dollar AS. Di awal pekan ini rupiah diproyeksikan bergerak di rentang level Rp 12.186-12.158 per dollar AS (kurs tengah BI).