Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bisnis paling purba yg ada di dunia adalah Prostitusi, dari negara kaya hingga miskin, dari hotel mewah hingga hotel melati, dari kelas atas hingga kelas bawah, dari night club mewah hingga pinggiran rel kereta api para penjaja sayang ada di setiap sudut-sudut kota.
Tapi yg akan kita bahas saat ini adalah penjaja sayang kelas bawah dimana mereka menjajakan diri di dekat gerbong-gerbong yg tak terpakai.
Di Jakarta, dekat stasiun Jatinegara hingga Klender kita akan menemui para penjaja sayang dari wanita tulen hingga waria. Bahkan di Bongkaran Tanah Abang juga bermunculan fenomena ini, tentu ada kawasan-kawasan tertentu juga di luar Jakarta dimana sisi rel kereta api jadi tempat untuk jadi etalase para penggiat prostitusi.
Jadi, kenapa sisi rel kereta api banyak kupu-kupu malam?
Begini juragan, melihat sejarah dimasa lampau. Sebagai transportasi utama di Indonesia adalah Kereta Api, sejak zaman Belanda atau kolonialisme hal ini sudah ada.
Itu semua terjadi karena bus belum masuk di Hindia Belanda, nah karena pusatnya para manusia yg lalu lalang adalah stasiun kereta maka para penjaja sayang mulai marak disekitarnya.
Terlebih di Hindia Belanda, saat itu di Batavia, prostitusi sudah dimulai sejak JP Coen membakar Jayakarta & mendirikan kota baru di atas reruntuhannya. Untuk prostitusi perdana kali di Batavia menurut catatan sejara ada di kawasan Macao Po, disebut begitu karena pekerja seksnya berasal dari Makao, tempatnya di sebuah rumah bertingkat di seberang Stasiun Beos, inilah awal mula prostitusi sering dekat dengan stasiun kereta.
Awalnya JP Coen, membawa serta noni-noni Belanda untuk pekerja & juga supaya para tentara Belanda dapat menikah dengan sesama rasnya, namun noni Belanda banyak yg merana hidup di daerah tropis, maka dimulailah gerakan perkawinan campur dengan perempuan asia atau sistem gundik.
Dari perempuan Asia inilah lahirlah banyak masyarakat campuran, yg dapat dijadikan istri atau dibilang Nyai.
Kembali ke kawasan prostitusi, ternyata penjaja seks dikala itu banyak dikuasai oleh orang China yg menetap di Batavia. Tak cuma stasiun tetapi pelabuhan juga jadi tempat yg strategis mendirikan rumah bordil.
Quote:
Beberapa tempat pelacuran yg dekat dengan stasiun kereta api & punya keterkaitan sejarah dengan Hindia Belanda, misalnya: di Yogyakarta (Sarkem, Mbalokan, & Sosrowijan), di Surabaya ada pelacuran di seputar Stasiun Semut," Terence Hull dalamPelacuran di Indonesia: Sejarah & Perkembangannya(1997).
Sumber kutipan https://tirto.id/mengapa-banyak-pros...ereta-api-b5qq
Berjalannya waktu, ketika transportasi modern banyak tercipta. Prostitusi kelas kakap lebih memilih tempat mewah, seperti night club, panti pijat & lainnya namun bagi kelas bawah tetap berada di sisi rel kereta api.
Namun apakah masih ada sekarang ini, di pinggir kereta api? Karena di zaman online sisten prostitusi juga semakin berubah. Entah, hingga kapan hal ini harus ada kenapa banyak orang yg mengerjakan bisnis seperti ini.
Berbagai macam alasan jadi pembenaran atas apa yg mereka lakukan, inilah kehidupan terkadang tidak semenarik Drama Korea.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1, 2
Pic : google