KANKER PROSTAT
Deteksi Secara Dini Dengan Pemeriksaan
PSA ( Prostate Spesific Antigen )
Kanker Prostat
Prostat adalah kelenjar seks pada pria yang berukuran kecil, terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kencing.
Kanker prostat adalah penyakit kanker yang menyerang kelenjar prostat, dimana sel-sel kelenjar prostat tumbuh secara abnormal tak terkendali sehingga mendesak dan merusak jaringan sekitarnya bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Apa Penyebab Kanker Prostat ?
Penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker prostat yaitu usia dan riwayat keluarga. Hormon, diet tinggi lemak dan toksin juga disebutkan sebagai faktor risiko kanker prostat walaupun kaitannya belum jelas.
Bagaimana Gejala Kanker Prostat ?
Pada stadium dini, tidak bergejala. Setelah kanker berkembang, muncul gejala tetapi tidak khas, menyerupai gejala BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) yaitu penyakit pembesaran prostat jinak yang sering dijumpai pada pria lanjut usia. Akibatnya, kedua penyakit ini sulit dibedakan sehingga diperlukan pemeriksaan yang dapat mendeteksi dini dan sekaligus membedakan antara kanker prostat dan BPH.
Gejala Kanker Prostat & BPH :
- Sering kencing
- Sulit kencing
- Nyeri saat berkemih
- Urine (air kencing) berdarah
- Nyeri saat ejakulasi
- Cairan ejakulasi berdarah
- Gangguan ereksi
- Nyeri pinggul atau punggung
- dan lain-lain
Bagaimana Mencegah Kanker Prostat ?
Karena penyebab pasti belum diketahui maka upaya yang dapat dilakukan adalah deteksi dini agar penyakit yang fatal dapat dihindari.
Cara deteksi dini :
Pria berusia > 50 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan PSA total (Prostate Specific Antigen) dan pemeriksaan Digital Rectal Examination atau DRE(1) setiap setahun sekali. Bila ada keluarga yang menderita kanker prostat, skrining dianjurkan sejak usia 40 tahun.
Diagnosis Kanker Prostat
Diagnosis kanker prostat dipastikan berdasarkan beberapa prosedur diagnosis yaitu :
Riwayat keluarga dan pemeriksaan fisik (termasuk DRE)
Pemeriksaan darah yaitu PSA total, dan bila perlu ditambahkan pemeriksaan rasio free-PSA/PSA total (atau c-PSA(2)/PSA total) untuk membedakan kanker prostat dan BPH terutama bagi pasien dengan hasil PSA total antara 2.6-10 ng/ml
Biopsi yang dipandu dengan USG untuk mendapatkan sampel jaringan prostat. Selanjutnya, jaringan diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker
Catatan :
(1). DRE : perabaan prostat melalui dubur yang dilakukan oleh dokter yang telah terlatih
(2). C-PSA : pemeriksaan belum tersedia, masih diteliti/dievaluasi oleh bagian
Pengembangan Pemeriksaan Prodia
Pengobatan Kanker Prostat
Ada beberapa cara penanganan kanker prostat yaitu :
Cukup diamati dan dipantau perkembangannya dengan melakukan pemeriksaan PSA
Pengangkatan kelenjar prostat
Radiasi
Terapi hormonal
Pemilihan pengobatan tergantung stadium penyakit dan kondisi pasien.
Pemeriksaan PSA
PSA adalah enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat yang berfungsi untuk mengencerkan cairan ejakulasi untuk memudahkan pergerakan sperma. Pada keadaan normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah tetapi bila terjadi peradangan atau kerusakan jaringan prostat maka kadar PSA dalam darah meningkat. Jadi peningkatan kadar PSA bukan hanya disebabkan oleh kanker prostat tetapi dapat juga disebabkan oleh BPH.
Dalam darah, PSA ditemukan dalam keadaan bebas (free-PSA) dan sebagian besar diikat oleh protein (disebut c-PSA atau complexed-PSA). Dari hasil penelitian ternyata peningkatan free-PSA lebih dominan, sedangkan pada kanker prostat peningkatan c-PSA lebih dominan.
Untuk membedakan apakah peningkatan kadar PSA disebabkan oleh BPH atau kanker prostat maka dianjurkan pemeriksaan rasio free-PSA/PSA total atau rasio c-PSA/PSA total terutama bagi mereka yang kadar PSA totalnya antara 2.6-10 ng/ml.
Manfaat Pemeriksaan PSA :
Untuk skrining (PSA total)
Untuk Diagnosis (PSA total dan rasio free-PSA/PSA total atau
rasio c-PSA/PSA total)
Untuk pemantauan penyakit dan pemantauan pengobatan serta pemantauan setelah pengangkatan prostat
Segera hubungi dokter Anda bila mengalami gejala yang mencurigakan atau lakukan skrining secara rutin dengan melakukan pemeriksaan PSA dan DRE untuk deteksi dini.
-----------------------------------
Ilmuwan mengatakan, suatu obat kanker prostat agresif mungkin hasil kemajuan terpenting dalam upaya mengatasi kanker tersebut dalam 70 tahun ini.
Abiraterone mungkin bisa merawat 80% pasien yang mengidap kanker prostat jenis yang mematikan dan tahan terhadap chemotherapy yang ada, kata para ilmuwan.
Obat tersebut bekerja dengan menghambat hormon-hormon, yang menyebabkan kanker menyebar.
Institut Penelitian Kanker (ICR) berharap obat ini akan tersedia dalam bentuk pil sederhana dalam masa dua atau tiga tahun.
Pengujian klinis lanjutan yang melibatkan 1,200 pasien di seluruh dunia saat ini tengah berlangsung. Dan, pengujian lanjutan mungkin dilakukan tahun ini.
Kanker prostat merupakan kanker paling umum pada kaum pria.
Sekitar 10.000 pria di Inggris per tahun diperkirakan terdiagnosis dengan bentuk kanker prostat paling agresif dan hampir selalu paling mematikan.
Harapan hidup pasien setelah menjalani kemoterapi umumnya tidak lebih dari 18 bulan.
Kanker ini diasumsikan dikendalikan oleh hormon seks, seperti testosterone.
Perawatan yang ada saat ini dilakukan dengan menghalangi testicle menghasilkan testosterone.
Namun, para pakar kini mendapati bahwa kanker bisa kanker tersebut bisa mendapatkan makanan pada hormon seks dari semua sumber, termasuk pasokan hormon yang dihasilkan oleh tumor itu sendiri.
Abiraterone bekerja dengan menghadang produksi hormon di seluruh tubuh.
Penelitian terakhir, yang dipublikasikan dalam penerbitan ilmiah Journal of Clinical Oncology, dilakukan hanya pada 21 pasien yang mengidap kanker prostat agresif tahap lanjut yang dirawat dengan obat tersebut. Namun, data penelitian diperoleh dari 250 pasien di seluruh dunia.
Penelitian itu mendapati tumor mengerut secara signifikan, dan terjadi penurunan kadar protein yang dihasilkan oleh kanker tersebut, yaitu prostate specific antigen pada kebanyakan pasien.
Banyak pasien melaporkan kenaikan signifikan kualitas hidup mereka.
Sebagian tidak lagi perlu mengkonsumsi morfin untuk meredakan rasa sakit yang ditimbulkan oleh penyebaran penyakit itu ke tulang.
---------------------------------------------
Masturbasi Dapat Cegah Kanker Prostat
BERUNTUNGLAH buat Anda yang suka melakukan masturbasi. Pasalnya, kegiatan seksual penuh sensasi ini bermanfaat pula mencegah kanker prostat. Benarkah?
Masturbasi memang dianggap tindakan paling berhasil untuk mendapatkan orgasme dan ejakulasi. Namun bagi sebagian orang menilai, tindakan masturbasi adalah salah dan jelas menunjukkan sikap egoisme untuk mendapatkan kenikmatan seksualnya sendiri.
Namun terlepas dari pro dan kontra, kegiatan masturbasi ternyata bermanfaat bagi kesehatan, khususnya bagi pria. Hal itu sesuai dengan hasil riset yang dilakukan para peneliti dari Cancer Council Victoria Melbourne Australia.
Hasil penelitian tersebut menyebutkan, pria yang rajin melakukan masturbasi ternyata dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.
Seperti dilansir BBC, Rabu (23/4/2008), mereka memercayai bahwa senyawa kimia penyebab kanker (zat karsinogen) akan tertimbun dalam prostat jika pria tidak melakukan ejakulasi atau mengeluarkan sperma secara teratur.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pria yang mengalami kanker prostat dan 1.250 pria sehat. Saat itu peneliti menemukan pria yang sering melakukan ejakulasi antara usia 20 hingga 50 tahun, kemungkinan kecil mengalami kanker prostat.
Dalam penelitian itu juga ditemukan bahwa pria yang melakukan ejakulasi lebih dari lima kali seminggu mendapat penurunan risiko hingga sepertiga kali mengidap kanker prostat di masa usia lanjut.
"Aktivitas ejakulasi dapat mencegah penimbunan zat karsinogen dalam kelenjar prostat," jelas Graham Giles, selaku kepala peneliti.
Menurut Giles, prostat merupakan kelenjar yang menghasilkan cairan untuk semen ketika ejakulasi, serta mengaktifkan sperma dan mencegah keduanya bercampur.