Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pernah gak kepikiran, apakah fundamental $JSMR itu mirip-mirip BUMN karya?
Kalau anda sempat mikir begitu, saya kasih citra perbedaannya di sini.
Asumsi kinerja JSMR mirip-mirip $WSKT $WIKA $PTPP dapat muncul kalau liat debt (utang berbungan) to equity ratio (DER) yg tembus 2 kali. Ya gak sebesar yg lain, tetapi lumayan besar. Pertanyaannya, apakah JSMR bakal senasib dengan para BUMN karya?
Sampai detik ini ane bikin postingan, dengan yakin jawabannya BEDA
Kenapa?
1. Kenapa BUMN karya dapat kacau begitu? karena porsi pendapatan berulang mereka kecil, sedangkan pendapatan proyek konstruksi marginnya tipis. Lalu, utang segunung, ya tamat.
2. Sedangkan, JSMR ini mayoritas pendapatan dari recurring income jalan tol. Di mana dari sisi pendapatan dapat lebih kondusif & nutup cicilan utang, seta masih raih laba bersih. (untuk itu si JSMR jadi salah satu saham rutin dividen meski nggak jumbo-jumbo banget ya, kecuali pas 2021 & 2022.)
Lalu, yg bikin degdegan itu ketika JSMR mulai pelepasan aset nih, kenapa nih? cashnya udah seret kah?
Oke, kasus pelepasan aset JSMR ini mungkin agak beda ya dengan BUMN karya yg pure cari uang lebih segar untuk masuk proyek dengan kondisi tadi, recurring income rendah banget.
Sedangkan, pelepasan ala JSMR, mereka melepas beberapa saham (nggak seluruhnya) yg dipakai untuk mengerjakan proyek baru. Jadi, nantinya omzet dari proyek yg didivestasi ada, tetapi mungkin porsi yg didapatkan sedikit berkurang, lalu uangnya dapat dapat pendanaan murah untuk proyek selanjutnya.
Toh, ini jalan paling kondusif bagi JSMR karena punya utang bunk jangka panjang Rp42 triliun juga
Jadi oke nih JSMR? menurut ane kalau masuk sekarang nggak oke. jadi harus gimana? cek selengkapnya di sini
$IHSG
Kalau anda sempat mikir begitu, saya kasih citra perbedaannya di sini.
Asumsi kinerja JSMR mirip-mirip $WSKT $WIKA $PTPP dapat muncul kalau liat debt (utang berbungan) to equity ratio (DER) yg tembus 2 kali. Ya gak sebesar yg lain, tetapi lumayan besar. Pertanyaannya, apakah JSMR bakal senasib dengan para BUMN karya?
Sampai detik ini ane bikin postingan, dengan yakin jawabannya BEDA
Kenapa?
1. Kenapa BUMN karya dapat kacau begitu? karena porsi pendapatan berulang mereka kecil, sedangkan pendapatan proyek konstruksi marginnya tipis. Lalu, utang segunung, ya tamat.
2. Sedangkan, JSMR ini mayoritas pendapatan dari recurring income jalan tol. Di mana dari sisi pendapatan dapat lebih kondusif & nutup cicilan utang, seta masih raih laba bersih. (untuk itu si JSMR jadi salah satu saham rutin dividen meski nggak jumbo-jumbo banget ya, kecuali pas 2021 & 2022.)
Lalu, yg bikin degdegan itu ketika JSMR mulai pelepasan aset nih, kenapa nih? cashnya udah seret kah?
Oke, kasus pelepasan aset JSMR ini mungkin agak beda ya dengan BUMN karya yg pure cari uang lebih segar untuk masuk proyek dengan kondisi tadi, recurring income rendah banget.
Sedangkan, pelepasan ala JSMR, mereka melepas beberapa saham (nggak seluruhnya) yg dipakai untuk mengerjakan proyek baru. Jadi, nantinya omzet dari proyek yg didivestasi ada, tetapi mungkin porsi yg didapatkan sedikit berkurang, lalu uangnya dapat dapat pendanaan murah untuk proyek selanjutnya.
Toh, ini jalan paling kondusif bagi JSMR karena punya utang bunk jangka panjang Rp42 triliun juga
Jadi oke nih JSMR? menurut ane kalau masuk sekarang nggak oke. jadi harus gimana? cek selengkapnya di sini
$IHSG