• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan

Seren taun merupakan gelaran budaya tradisional masyarakat agraris Sunda yg masih dilaksanakan oleh masyarakat adat di Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Pelaksanaan seren Tahun yg sudah jadi agenda tahunan ini, dilaksanakan di Paseban Cigugur Kuningan. Senin (3/9/2018).

Bupati Kuningan Acep Purnama menyatakan, di samping sebagai aset di bidang kepariwisataan, Seren Taun punya nilai tinggi bagi Kabupaten Kuningan yg sangat kaya warisan kebudayaan. Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke, kalau tak ada masa lalu, tak ada masa sekaarang, mengatakan Acep Purnama.

Acep juga menegaskan, Kecamatan Cigugur merupakan miniatur dari Indonesia. Beragam etnis suku & agama ada di sini. Karena itu, disparitas bukanlah sebuah hambatan, tetapi sebuah khasanah, keindahan yg harus kita hormati, ungkapnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Tri Mulya Tri Wikarma yg juga Ketua Pelaksana acara Seren Taun masyarakat Sunda Wiwitan Cigugur, Dewi Kanti mengatakan, masyarakat adat sunda Cigugur bertekad terus melestarikan & mengerjakan upaya proteksi kepada hukum-hukum adat warisan dari para leluhurnya. Seperti filosofi Prabu Niskala Wastu Kancana menyebutkan, pakena gawe rahayu pikeun heubeul jaya dina buana, berbuat baiklah supaya lama jaya di dunia. Kebaikan sosial yg berdampak bagi masyarakat banyak itulah yg diajarkan dalam Tradisi Seren Taun, mengatakan Dewi Kanti.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dunia saat ini terus berubah dengan sangat cepat, namun bukan berarti perubahan itu mencerabut adat istiadat yg kita miliki bersama. Ketahanan kebudayaan penting dirawat karena selain memiliki keragaman budaya tinggi, juga dapat mempersatukan bangsa dari disparitas budaya jadi satu rasa persatuan untuk NKRI.

Saya mengapresiasi masyarakat Sunda Wiwitan, & keluarga Sunda secara keseluruhan, dapat terus menjaga budaya & sekaligus menjaga persatuan & kesatuan, mengatakan Moeldoko sembari menyampaikan salam hormat & ucapan selamat dari Presiden Jokowi kepada masyarakat Kuningan yg tengah berbahagia merayakan tradisi Seren Taun.

Secara spesifik Moeldoko menilai tema Seren Taun kali ini, Memperkokoh Adat Untuk Memperkuat Karakter Bangsa sangat kontekstual di tengah masyarakat yg berubah & sesuai dengan nilai Pancasila. Kita jangan lagi bicara minoritas & mayoritas. Sepanjang masih bicara minoritas & mayoritas, bangsa ini tak akan pernah selesai dalam membangun kebangsaannya. Sebaliknya, kembangkan semangat gotong royong untuk membangun bangsa, ungkap Moeldoko yg juga sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan pun memuji tradisi Seren Taun yg tak putus diselenggarakan setiap tahun. Selain itu, Iriawan menyampaikan rasa terimakasih kepada Presiden Jokowi yg sangat memperhatikan warga Jawa Barat, khususnya melalui berbagai pembangunan infrastruktur yg sangat bermanfaat untuk menyejahterakan rakyat. Perpanjangan tol dari Bandung-Majalaya-Garut-Tasikmalaya hingga Cilacap serta pengengembangan Bandara Cikembar di Sukabumi jadi buktinya, mengatakan Iriawan.

Acara Seren Taun adalah upacara adat yg dilakukan setiap tahun yg mempunyai tujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas dilimpahkannya rizki dari hasil pertanian yg didapatkan. Upacara ini juga dimaksudkan supaya Tuhan memberikan proteksi di musim tanam mendatang.

Arti dari mengatakan Seren Taun adalah pelepasan tahun, diadakan di akhir tahun & mendekati pengujung awal Tahun Baru Saka. Upacara ini diselenggarakan setiap tahun tanggal 22 Rayagung-bulan terakhir kalender Sunda & sudah ada sejak ratusan tahun sejak Kerajaan Pajajaran hingga saat ini. Lokasi Upacara dipusatkan di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, kediaman Pangeran Djatikusumah, yg didirikan tahun 1840.

Disamping itu rangkaian Prosesi acara Seren Taun dilakukan helaran diantaranya, Tari Buyung, Angklung Buncis, Ngajayak, Penumbukan Padi, Damar Sewu, Pesta Dadung, Seribu Kentongan, Penanaman Pohon, Nyiblung & Dayung Buyung, Helaran Budaya, Gondang, Kidung Spritual, Ngareremokeun & lainnya. Salah satu prosesi Puncak acara Seren Taun salah satunya, prosesi Tari Buyung yg gerakannya menggambarkan penyelarasan manusia dengan alam. Dalam tarian itu, manusia diajak untuk lebih dekat dengan alam & mensayanginya sebagai sahabat yg harus terus berjalan bersama.(Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan)

Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan


Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan


Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan


Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan


Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan


Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan


Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan


 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.