Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Assalamualaikum gan sis,
Jawa merupakan pulau dengan luas sebesar 138.793,6 Km & merupakan yg terluas kelima di Indonesia. Namun begitu berdasarkan data dari BPS pada tahun 2020 Pulau ini jadi yg terpadat di dunia dengan populasi mencapai 151,6 Juta jiwa. Pada saat ini, Jawa dibagi jadi enam provinsi yg terdiri dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur & Daerah Istimewa Yogyakarta. Tapi tahukah agan & sista sekalian bagaimana kondisi Pulau Jawa di masa kolonial (belanda & inggris).
Salah satu buku yg pantas dijadikan referensi buat ngelihat kondisi jawa pada saat itu adalah buku karya Thomas Stamford Raffles satu-satunya Gubernur Jenderal di Hindia Belanda yg berasal dari Inggris. Dalam buku tersebut diceritakan bagaimana proses pembuatan peta pulau jawa pada masa itu.
Dalam bukunya, penulis menjelaskan peta pulau jawa yg dipakai dalam bukunya berasal dari survei-survei yg dibuat atas perintah Pemerintah Inggris pada waktu itu. Hasil survei tersebut dikumpulkan & dipresentasikan kepada publik & selanjutnya diterbitkan oleh Valentyn yg terdiri dari tujuh lembar,( ane gak punya petanya gan). Tapi peta tersebut belum menggambarkan kondisi keseluruhan Pulau Jawa, cuma mencakup wilayah di sekitar Batavia & Provinsi Banten pada saat itu serta tidak jelas batas-batas wilayahnya, hal ini karena adanya keterbatasan yg dimiliki oleh penyusun peta tersebut & sudah banyak tanah-tanah yg dijual kepada orang eropa.
Baru pada saat daendels berkuasa di Hindia Belanda yaitu tahun 1808 peta tersebut dilanjutkan dengan melibatkan staf-staf yg pakar dalam bidang Topografi & menguasai daerah-daerah di Pulau Jawa salah satunya adalah sir Engelhard Gubernur Pantai Utara-Timur.
Survei-survei tersebut dilanjutkan pada masa kedatangan pemerintah inggris ke Hindia Belanda dengan memasukkan topografi dari hasil survei semarang & beberapa Kabupaten Timur. Meskipun hasil dari survei tersebut kurang secara akurasi & penggambarannya namun tetap dipakai sebagai acuan untuk mengerjakan survei di daerah-daerah lain.
Selanjutnya, berdasarkan metode yg sudah dilakukan sebelumnya, survei tersebut dilanjutkan ke daerah-daerah di Provinsi Jawa Tengah bersamaan dengan proses kolonialisasi yg mereka lakukan.
Daerah yg jadi perhatian di Provinsi Jawa Tengah adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yg merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa & melewati Kartasura yg merupakan Ibukota Susuhanan atau orang eropa menyebutnya sebagai Kaisar Jawa. Orang yg ditugaskan untuk mengerjakan survei ini adalah perwira inggris berpengalaman yg bernama Rience.
Selanjutnya survei survei tersebut dilanjutkan ke daerah-daerah lain dengan dibantu juga oleh penduduk lokal.
Pada saat Pemerintahan inggris inilah survei-survei batas daerah sudah selesai dilaksanakan, meskipun jauh dari mengatakan akurat, namun peta tersebut dianggap sudah dapat menolong pembaca memahami geografis Pulau Jawa. Gambaran pulau jawa di masa itu menurut mbah google kayak gini gan:
Hari ini 13:12
Jawa merupakan pulau dengan luas sebesar 138.793,6 Km & merupakan yg terluas kelima di Indonesia. Namun begitu berdasarkan data dari BPS pada tahun 2020 Pulau ini jadi yg terpadat di dunia dengan populasi mencapai 151,6 Juta jiwa. Pada saat ini, Jawa dibagi jadi enam provinsi yg terdiri dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur & Daerah Istimewa Yogyakarta. Tapi tahukah agan & sista sekalian bagaimana kondisi Pulau Jawa di masa kolonial (belanda & inggris).
Salah satu buku yg pantas dijadikan referensi buat ngelihat kondisi jawa pada saat itu adalah buku karya Thomas Stamford Raffles satu-satunya Gubernur Jenderal di Hindia Belanda yg berasal dari Inggris. Dalam buku tersebut diceritakan bagaimana proses pembuatan peta pulau jawa pada masa itu.
Dalam bukunya, penulis menjelaskan peta pulau jawa yg dipakai dalam bukunya berasal dari survei-survei yg dibuat atas perintah Pemerintah Inggris pada waktu itu. Hasil survei tersebut dikumpulkan & dipresentasikan kepada publik & selanjutnya diterbitkan oleh Valentyn yg terdiri dari tujuh lembar,( ane gak punya petanya gan). Tapi peta tersebut belum menggambarkan kondisi keseluruhan Pulau Jawa, cuma mencakup wilayah di sekitar Batavia & Provinsi Banten pada saat itu serta tidak jelas batas-batas wilayahnya, hal ini karena adanya keterbatasan yg dimiliki oleh penyusun peta tersebut & sudah banyak tanah-tanah yg dijual kepada orang eropa.
Baru pada saat daendels berkuasa di Hindia Belanda yaitu tahun 1808 peta tersebut dilanjutkan dengan melibatkan staf-staf yg pakar dalam bidang Topografi & menguasai daerah-daerah di Pulau Jawa salah satunya adalah sir Engelhard Gubernur Pantai Utara-Timur.
Survei-survei tersebut dilanjutkan pada masa kedatangan pemerintah inggris ke Hindia Belanda dengan memasukkan topografi dari hasil survei semarang & beberapa Kabupaten Timur. Meskipun hasil dari survei tersebut kurang secara akurasi & penggambarannya namun tetap dipakai sebagai acuan untuk mengerjakan survei di daerah-daerah lain.
Selanjutnya, berdasarkan metode yg sudah dilakukan sebelumnya, survei tersebut dilanjutkan ke daerah-daerah di Provinsi Jawa Tengah bersamaan dengan proses kolonialisasi yg mereka lakukan.
Daerah yg jadi perhatian di Provinsi Jawa Tengah adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yg merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa & melewati Kartasura yg merupakan Ibukota Susuhanan atau orang eropa menyebutnya sebagai Kaisar Jawa. Orang yg ditugaskan untuk mengerjakan survei ini adalah perwira inggris berpengalaman yg bernama Rience.
Selanjutnya survei survei tersebut dilanjutkan ke daerah-daerah lain dengan dibantu juga oleh penduduk lokal.
Pada saat Pemerintahan inggris inilah survei-survei batas daerah sudah selesai dilaksanakan, meskipun jauh dari mengatakan akurat, namun peta tersebut dianggap sudah dapat menolong pembaca memahami geografis Pulau Jawa. Gambaran pulau jawa di masa itu menurut mbah google kayak gini gan:
Hari ini 13:12