• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Progres 98 ungkap transkrip diduga percakapan jaksa agung & Mega

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
QqZw6.jpg
Progres 98 hari ini mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyampaikan surat klarifikasi terkait bocoran transkip rekaman pembicaraan antara Jaksa Agung dengan orang nomor satu PDIP. Isi pembicaraan itu diduga meminta pihak kejaksaan agar tak menyeret calon presiden Joko Widodo (Jokowi) ke dalam kasus korupsi Transjakarta senilai Rp 1,5 Triliun.

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengaku mendapatkan transkip rekaman tersebut dari salah seorang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya ke Kejagung untuk memperlihatkan bukti transkrip pembicaraan yang sudah dicetak di beberapa kertas.

"Transkrip ini diberikan oleh utusan Bambang Widjojanto 6 Juni sore waktu kami ke KPK," kata Faizal di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (18/6).

Faizal mengatakan, pada awalnya dia tak yakin dengan transkrip itu. Namun setelah dia diperdengarkan oleh utusan KPK tersebut, dia yakin bahwa rekaman tersebut adalah percakapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jaksa Agung Basrief Arief.

"Kalau dilihat dia memang utusan KPK dan dia memperdengarkan rekaman itu, dan saya yakin. Makanya kami ingin klarifikasi. Mbak Mega saya hafal suaranya, tapi kalau Pak Basrief saya belum tahu," ujarnya.

Faizal pun mengaku tak membawa rekaman digital percakapan tersebut. Dia hanya membawa bukti transkrip yang telah dicetak dengan alasan rekaman digital itu tidak diberikan langsung oleh anggota KPK tersebut.

"Saya bertanggung jawab (atas rekaman itu). Soal palsu atau tidak itu makanya harus dibuktikan. Utusan KPK itu tidak mau menyebutkan namanya, bajunya putih ada tulisan KPK," paparnya.

Faizal dan kawan-kawannya juga mengaku tak mendapat pesanan politis dari pihak manapun. Dia hanya ingin kasus Transjakarta diusut dengan tuntas.

"Saya tidak ada pesanan, saya datang dengan klarifikasi. Apalagi terkait kasus Transjakarta ini menjadi masih misteri," imbuh mantan aktivis 98 ini.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.