• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Produksi OPEC Dipangkas, Harga Minyak Naik

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
EOI9.jpg
Harga minyak mentah mengalami kenaikan tertinggi dalam kurun waktu lebih dari dua bulan didorong spekulasi bunk Sentral Amerika Serikat akan melonggarkan kebijakan moneternya, dan adanya permintaan agar negara-negara OPEC memangkas produksinya yang telah melewati batas atas.

Kedua hal itu mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengantaran Juli naik 1,29 dollar AS menjadi 83,91 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange, Kamis (14/6/2012) waktu setempat. Sementara itu, harga minyak Brent untuk penetapan Juli, merosot 10 sen menjadi 97,03 dollar AS per barrel di ICE Futures Europe exchange, London.

Ada ekspetasi bahwa para pembuat kebijakan bunk Sentral AS akan mengumumkan stimulus baru pada minggu depan menyusul laporan ketenagakerjaan yang buruk.

Angka klaim pengangguran lebih buruk dari yang diperkirakan yakni naik 6.000 menjadi 386.000. Padahal estimasi Bloomberg hanya 375.000. Dan menurut data Departemen Ketenagakerjaan AS yang dikeluarkan Kamis waktu setempat, biaya hidup di AS turun pada bulan Mei. Itu penurunan terbanyak dalam lebih dari tiga tahun.

Kondisi ini bisa memberikan kelonggaran bagi bunk Sentral untuk meluncurkan stimulus demi mendorong pertumbuhan ekonomi AS. "Itu (laporan ketenagakerjaan) memberikan lebih banyak amunisi untuk the Fed dan ada sebuah kesempatan yang besar bagi kami untuk melihat sesuatu terjadi," sebut Jacob Correll, analis Summit Energy Inc., di Kentucky.

Di sisi lain, Sekjen OPEC Abdalla El-Badri, mengatakan, produksi grup sekitar 1,6 juta barrel per hari di atas target 30 juta barrel yang telah diperbaharui. Jacob pun menilai, pemangkasan produksi tidak akan berdampak signifikan pada harga minyak.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.