Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pengangkutan sampah limbah B3. 2020 Merdeka.com/Imam Buhori
Merdeka.com -Sepanjang tahun 2020, Sumatera Barat menghasilkan 91,05 ton limbah medis dari infeksius B3 Covid-19. Angka itu didapat dari data yg dikemukakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat.
Kasi Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3) DLH Sumbar Dedi Harian menyebutkan, 91,05 ton limbah medis itu berasal dari pusat karantina Covid-19, & Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Adapun limbah-limbah itu terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) & sampah rumah tangga yg berasal dari pusat karantina tersebut.
"Untuk rata-ratanya, setiap bulan ada 20 ton limbah medis infeksius B3 yg berasal dari pusat karantina, & laboratorium tersebut," mengatakan Dedi di Padang kepada merdeka.com, Senin (18/1).
Dia menjelaskan, sejak Mei 2020, pihaknya sudah bekerja sama dengan PT Semen Padang untuk mengerjakan pemusnahan limbah medis tersebut. "Seluruh limbah medis itu dikirim ke PT Semen Padang untuk dimusnahkan melalui fasilitas Kiln, atau pembakaran," lanjut Dedi.
Sedangkan untuk limbah Covid-19 yg dihasilkan oleh Rumah Sakit (RS) rujukan milik daerah maupun swasta, dimusnahkan via kontrak dengan pihak ketiga, yakni perusahaan transporter.
"Untuk RS milik daerah & swasta dikirim ke perusahaan transporter yg dijalin Kerja sama antar dua belah pihak, guna dimusnahkan. Kebanyakan perusahaan transporter itu berada di Jawa," jelas Dedi.
Sementara itu, Kepala DLH Sumbar Siti Aisyah menambahkan, kalau setiap proses pemusnahan limbah medis Covid-19 itu melalui protokol Kesehatan yg ketat.
"Setiap petugas yg membawa limbah medis itu dilengkapi dengan APD level tiga, kemudian dilakukan proses penyemprotan disinfektan secara berulang-ulang kepada limbah yg akan dimusnahkan," sebut Siti.
Selain pemusnahan difasilitasi PT Semen Padang juga terdapat tiga daerah yg mengerjakannya secara mandilu, di antaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai & Kabupaten Solok Selatan mengpakai insinerator.
"Setiap langkah pemusnahan limbah medis itu sudah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan," pungkas Siti.[cob]
Sumber
Gimana kalo diakumulaskan limbah medis seluruh Indonesia ya gan
Dengan pertambahan produksi limbah khususnya limbah medis untuk saat saat pandemi ini secara akbar besaran, semoga kita dapat lebih bijak dalam menanggulangi seluruh limbah baik medis maupun non medis.
Hari ini 10:11