yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT Energi Mega Persada Tbk akan segera memproduksi gas secara komersial dari lapangan Terang di blok Kangean PSC dalam waktu dekat. Volume produksi gas tersebut akan dimulai sebanyak 30 juta kaki kubik per hari, dan diharapkan meningkat ke level 300 juta kaki kubik per hari dalam waktu kurang dari satu bulan.
"Level 300 juta kaki kubik itu merupakan kapasitas penuh dari lapangan Terang," kata Direktur Utama Energi Mega Persada, Imam Agustino, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat 25 Mei 2012.
Energi Mega hari ini menyatakan bahwa fasilitas Floating Production Unit yang disewanya tengah mengalirkan gas sebanyak 30 juta kaki kubik per hari dari lapangan Terang itu ke pipa gas East Java Gas Pipeline (EJGP). Proses tersebut merupakan langkah awal yang harus dilalui sebelum produksi gas kepada para pembeli dapat dilakukan.
"Produksi gas komersial dari EJGP akan segera disalurkan ke para pembeli, seperti Perusahaan Listrik Negara, Petrokimia Gresik, Pertagas, dan Indogas," ujar Imam.
Imam menambahkan, total produksi sebanyak 300 juta kaki kubik gas per hari di lapangan Tengah itu telah 100 persen dikontrakkan dengan harga jual US$5,15/mmbtu kepada Perusahaan Listrik Negara, Pertagas, dan Indogas. Sementara itu, harga US$4,93/mmbtu dijual kepada Petrokimia Gresik.
"Tambahan produksi gas ini akan berdampak positif terhadap arus kas perusahaan di masa mendatang," ujarnya.
Blok Kangean PSC terletak di Jawa Timur dan saat ini dioperasikan oleh Kangean Energy Indonesia limited. Blok Kangean PSC dimiliki 50 persen secara tidak langsung oleh Energi Mega, Mitsubishi Corporation, Jepang dan JAPEX, Jepang masing-masing 25 persen.
Energi Mega berdasarkan kepemilikan 50 persen di blok Kangean PSC, memiliki jumlah cadangan terbukti dan terukur sebanyak 2,6 juta barel minyak dan 677 miliar kaki kubik gas per 31 Desember 2011.
"Level 300 juta kaki kubik itu merupakan kapasitas penuh dari lapangan Terang," kata Direktur Utama Energi Mega Persada, Imam Agustino, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Jumat 25 Mei 2012.
Energi Mega hari ini menyatakan bahwa fasilitas Floating Production Unit yang disewanya tengah mengalirkan gas sebanyak 30 juta kaki kubik per hari dari lapangan Terang itu ke pipa gas East Java Gas Pipeline (EJGP). Proses tersebut merupakan langkah awal yang harus dilalui sebelum produksi gas kepada para pembeli dapat dilakukan.
"Produksi gas komersial dari EJGP akan segera disalurkan ke para pembeli, seperti Perusahaan Listrik Negara, Petrokimia Gresik, Pertagas, dan Indogas," ujar Imam.
Imam menambahkan, total produksi sebanyak 300 juta kaki kubik gas per hari di lapangan Tengah itu telah 100 persen dikontrakkan dengan harga jual US$5,15/mmbtu kepada Perusahaan Listrik Negara, Pertagas, dan Indogas. Sementara itu, harga US$4,93/mmbtu dijual kepada Petrokimia Gresik.
"Tambahan produksi gas ini akan berdampak positif terhadap arus kas perusahaan di masa mendatang," ujarnya.
Blok Kangean PSC terletak di Jawa Timur dan saat ini dioperasikan oleh Kangean Energy Indonesia limited. Blok Kangean PSC dimiliki 50 persen secara tidak langsung oleh Energi Mega, Mitsubishi Corporation, Jepang dan JAPEX, Jepang masing-masing 25 persen.
Energi Mega berdasarkan kepemilikan 50 persen di blok Kangean PSC, memiliki jumlah cadangan terbukti dan terukur sebanyak 2,6 juta barel minyak dan 677 miliar kaki kubik gas per 31 Desember 2011.