Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Sebagai seorang yg masih muda & bergairah, saya masih memiliki banyak semangat dalam hidup. Pesan-pesan optimisme yg digaungkan orang-orang di seluruh dunia kepada anak muda sepertiku menciptakanku merasa yakin bahwa masa depan milik kita kaum muda. Kita yg nantinya akan meneruskan perjalanan sejarah umat manusia.
Aku memiliki lingkar pertemanan yg cukup luas. Dari berbagai kalangan & dari berbagai haluan. Dan rata-rata teman-temanku ini yah anak-anak muda juga sama sepertiku. Mereka memiliki semangat hidup yg masih tinggi, lugas, & berbahaya.
Harapan memang kerapkali dibebankan kepada kita para pemuda-pemuda ini. Dari lingkup keluarga, masyarakat setempat, hingga negara & dunia pun membangun narasi-narasi yg membebankan masa depan kepada kita. Mereka percaya, dengan segala perkembangan dunia saat ini & berbagai macamtoolsyang ada dapat menciptakan generasi mendatang lebih baik lagi dari generasi sebelumnya.
Impian-impian kemajuan yg tinggi selaras dengan kemajuan segala hal yg ada di dunia seperti pendidikan, teknologi, & sains memang hal yg normal. Namun hal itu akan jadi sebuah bumerang kalau kita tidak dapat melihat perseorangan per individu.
Seperti yg kita ketahui, sejarah sering mencatat tentang kemajuan demi kemajuan dari mulai bangsa pemburu pengupul jadi bangsa petani, hingga sekarang kita jadi bangsa industri. Para sejarawan & mungkin kita sepakat bahwa kemudahan demi kemudahan sering tercipta dari masa ke masa. Namun adakah yg dapat menjawab apakah segala kemudahan yg manusia peroleh berbanding lurus dengan kebahagiaan? Tentu ini membutuhkan variabel yg lebih kompleks lagi.
Begitu pula dengan anak muda ini. Dengan banyaknyatools,keahlian, serta jaringan yg mungkin lebih banyak dimiliki oleh generasi muda daripada generasi sebelumnya, belum tentu mereka lebih bahagia.
Kini, tuntutan sosial juga jadi lebih beragam. Ketika masyarakat pada tahun 70an mungkin akan bangga ketika anak mudanya sudah dapat menghasilkan uang sendiri, di masa ini hal itu tidaklah cukup. Anak muda zamannowdituntut juga untuk sekolah tinggi, memiliki setidaknya lebih dari satu kehalian & bahkan tatanan sosial menuntut mereka supaya berpakaian, ngopi, & nongkrong pada merek & tempat tertentu supaya diakui.
Tuntutan sosial tersebut terkadang justru dibenturkan dengan tuntutan sosial lainya. Seperti menikah di umur sekian, lulus kuliah pada waktu sekian, punya rumah, kaya raya, namun tetap beradab kepada orang yg lebih tua & peraturan yg ada.
Bahkan kalau anak muda ini gagal memenuhi ekspektasi para pendahulunya, tak jarang mereka justru disalahkan dengan berbagai argumen yg menjatuhkan.
Jangankan setelah jatuh, sebelum jatuh pun, anak muda seolah-olah tidak boleh berleha-leha.Rokokan & ngopi-ngopi santai dibilang pemalas, membangun komunitasnya dalam banyak bentuk seperti komunitasgamesdan mungkin perkumpulan sosial juga kadang masih sering dihujat.
Kita anak muda seolah-oleh diatur -baik secara langsung atau tidak langsung- oleh masyarakat supaya kita jadi ini & itu, serta tidak boleh begini & begitu. Namun kita mau begini & begitu serta ini & itu juga kalau kita jatuh, kita akan lebih banyak mendengar hujat & cemooh daripada suara penolong.
Tulisan ini ditulis oleh Fatio Nurul Efendi diCangkemanpada tanggal 7 Oktober 2021
Hari ini 23:34