Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.701
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview semifinal Euro 2020: Inggris vs Denmark.
Para pemain Inggris menjalani sesi latihan di St George's Park di Burton-on-Trent, Inggris, 6 Juli 2021 menjelang semifinal Euro 2020 melawan Denmark di Stadion Wembley. ANTARA/AFP/PAUL ELLIS
Jakarta (ANTARA) - Kembali lagi bertanding di kandang sendiri, di Stadion Wembley, Inggris termotivasi ekspektasi tinggi yg didorong performa yg terus meningkat, sedangkan Denmark yg pernah dua kali mengalahkan Inggris di Wembley pada September 1983 & Oktober 2020 memiliki daya tahan tinggi alias lagi terbakar energi bangkit.
Emosi dipastikan membuncah di lapangan Wembley nanti. Pasukan Gareth Southgate masuk semifinal dengan bekal tak terkalahkan dalam lima laga & satu-satunya regu Euro 2020 yg tak pernah kebobolan. Ini yg menciptakan Inggris menatap cerah semifinal Euro 2020 ini.
Tapi Denmark tak kalah bersemangat karena walau kalah dalam dua laga pertamanya, mereka melesat tinggi bersama kemenangan-kemenangan akbar setelah itu yg dipicu oleh energi bangkit Christian Eriksen yg tumbang terkena serangan jantung dalam laga pertama.
Tim asuhan Kasper Hjulmand sudah mencetak 11 gol yg 10 di antaranya disarangkan pada tiga laga terakhir. Jumlah gol ini lebih akbar dari yg dibuat regu Denmark yg mencapai semifinal Euro 1984 & 1992.
"Saya kira kami sedang dalam posisi yg amat sangat bagus pada saat kami mengawali turnamen ini, kami sudah bersiap matang sekali,” mengatakan Hjulmand seperti dikutip AP.
Baca juga: Semifinal Euro 2020: Italia ladeni Spanyol, Inggris ditantang Denmark
Baca juga: Tiga duel sengit dalam laga Inggris vs Denmark
Denmark masih akan bermain dalam emosi karena energi bangkit Eriksen yg sejauh ini sudah menginspirasi perjalanan Tim Dinamit untuk terus menang.
Semifinal ini terjadi 55 tahun sejak Inggris mencapai satu-satunya final turnamen akbar pada Piala Dunia 1966 yg juga di Wembley.
Namun sejak Gareth Southgate jadi manajer, Inggris sukses melangkah ke semifinal Piala Dunia & Nations League, tetapi keduanya gagal karena dijegal oleh Kroasia & Belanda.
"Kami tak pernah dapat mencapai final Kejuaraan Eropa, jadi kami dapat jadi regu perdana (yang mencapai final) yg akan sungguh menyenangkan semua orang,” mengatakan Southgate seperti dikutip Reuters.
Fondasi Inggris maju ke semifinal adalah pertahanan solid yg tak pernah kebobolan, bahkan dalam laga terakhir catatan itu disempurnakan oleh kemenangan akbar 4-0 atas Ukraina.
Namun grafik Denmark juga tak kalah menanjak. Mengpakai formasi 4-2-3-1 & 3-4-3, mereka bangkit setelah terkapar di tangan Finlandia & Belgia, dengan menyingkirkan Rusia, Wales & kemudian Republik Ceko.
"Dengan semua yg sudah kami lalui sejak pertandingan perdana hingga di tempat kami berada saat ini, adalah sungguh luar biasa,” mengatakan gelandang Denmark Christian Norgaard.
Denmark siap meledakkan lagi dinamitnya untuk meneruskan dongeng seperti yg pernah mereka tulis pada Euro 1992.
Baca juga: Inggris meningkat sejak semifinal Piala Dunia 2018
Baca juga: Aturan COVID-19 cegah suporter dari Denmark hadiri semifinal Euro 2020
Prediksi sebelas pemain pertama
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Luke Shaw; Kalvin Phillips, Declan Rice; Jadon Sancho, Mason Mount, Raheem Sterling; Harry Kane
Denmark (3-4-3): Kasper Schmeichel; Andreas Christensen, Simon Kjaer, Jannik Vestergaard; Stryger Larsen, Pierre-Emile Hojbjerg, Thomas Delaney, Thomas Maehle; Martin Braithwaite, Kasper Dolberg, Mikkel Damsgaard
Skenario pertandingan
Gareth Southgate memiliki skuad yg sepenuhnya siap diturunkan melawan Denmark, termasuk Bukayo Saka. Namun, Saka mungkin masuk lapangan dari bangku cadangan karena Jadon Sancho yg tampil menawan saat menghadapi Ukraina akan lebih dipilih sebagai starter. Pemain baru Manchester United ini mengisi bagian kanan sayap serangan, sedangkan Raheem Sterling menempati sayap kiri lapangan.
Pengisi peran nomor 10 akan diserahkan kepada Mason Mount, sedangkan Harry Kane jadi ujung serangan. Sancho & Mount ditugaskan memberikan umpan-umpan terobosan, sedangkan Sterling akan mengisi ruang yg tercipta karena pergerakan Kane yg bebas beroperasi di sepertiga terakhir lapangan.
Untuk lini tengah, Jordan Henderson kemungkinan tetap pemain pengganti walaupun menciptakan gol keempat Inggris saat menggebuk Ukraina 4-0. Southgate akan tetap berpegang kepada formula yg sudah teruji. Ini artinya Declan Rice & Kalvin Phillips tetap dipasang sebagai poros ganda sejak kickoff.
Southgate makin tak harap mengubah lini belakangnya sehingga duo bek tengah John Stones & Harry Maguire akan kembali diapit duo bek sayap eksplosif Kyle Walker & Luke Shaw. Kedua bek sayap sering menusuk hingga ke jantung pertahanan lawan, selain jadi deputi andal Stones-Maguire saat memproteksi Jordan Pickford yg jadi satu-satunya kiper Euro 2020 yg belum kebobolan.
Baca juga: Bek Denmark Andreas Christensen yakin timnya dapat hentikan Harry Kane
Baca juga: Mourinho minta Southgate tak tergoda pasang formasi tiga bek
Dari Denmark, pelatih Kasper Hjulmand juga siap menurunkan siapa pun dalam skuadnya, kecuali Christian Eriksen. Hjulmand juga cenderung mempertahankan susunan sebelas pemain pertamanya.
Kasper Schmeichel kembali menjaga gawang Denmark dalam formasi 3-4-3. Schmeichel akan diproteksi trio bek tengah Andreas Christensen, Simon Kjaer & Jannik Vestergaard. Kjaer lebih memainkan peran sweeper, sedangkan Christensen & Vestergaard jadi dua palang pintu kokoh saat regu memasuki fase defensifnya.
Duo ini juga jadi kurir untuk umpan-umpan jauh ke pertahanan lawan. Sedangkan distribusi bola konstan dari sisi lapangan ke sepertiga terakhir lapangan dipercayakan kepada duo bek sayap, Jens Stryger Larsen & Joakim Maehle. Larsen punya nilai tambah sebagai spesialis penuntas set-piece, sedangkan Maehle merdeka beroperasi hingga jauh ke jantung pertahanan lawan. Tapi keduanya dapat cepat membentuk formasi lima bek ketika Denmark diserang atau kehilangan bola.
Akan halnya Pierre-Emile Hojbjerg & Thomas Delaney, akan tetap jadi jangkar di lini tengah, termasuk untuk mematikan Jadon Sancho & Mason Mount. Saat yg sama, Delaney akan cepat mengisi kelengahan Inggris dengan kemampuan berlarinya yg kencang. Ini akan ditopang oleh kemampuan Hojbjerg dalam meluncurkan umpan-umpan yg membelah pertahanan Inggris.
Triumvirat serangan jadi tanggung jawab Martin Braithwaite, Kasper Dolberg & Mikkel Damsgaard. Trisula ini membentuk kemitraan serang yg cair di mana Dolberg berada di tengah & siap menerima kiriman bola dari kedua sayap Denmark.
Baca juga: Denmark ke semifinal, Kasper Hjulmand kenang rapat perdana jelang Euro
Baca juga: UEFA undang Christian Eriksen & paramedisnya tonton final Euro 2020
Statistik pertemuan kedua tim
Kedua negara sudah 23 kali berjumpa sebelumnya. Inggris menang 13 kali, Denmark cuma menang lima kali.
Tapi ini pertemuan kedua mereka dalam putaran final Euro setelah Euro 1992 di Malmo yg berakhir 0-0 dalam fase grup. Inggris gagal lanjut ke fase grup, Denmark lolos sebagai runner up Grup 1 untuk akhirnya menjuarai turnamen ini setelah menaklukkan Jerman 2-0 dalam final.
Pertemuan kedua mereka dalam turnamen utama terjadi pada Piala Dunia 2002 ketika Rio Ferdinand, Michael Owen & Emile Heskey membawa Inggris menang 3-0 atas Denmark dalam babak 16 besar.
Salah satu dari empat kemenangan Denmark dalam pertandingan resmi melawan Inggris terjadi dalam UEFA Nations League pada 14 Oktober 2020 ketika gol semata wayang Christian Eriksen menciptakan mereka menang 1-0 di Stadion Wembley. Sebelum gol itu Harry Maguire mendapatkan kartu merah. Sebelumnya pada 8 September 2020 di Stadion Parken di Kopenhagen, kedua regu sama kuat 0-0.
Kemenangan Oktober 2020 itu adalah kemenangan ketiga Denmark di kandang Inggris & yg kedua di Wembley setelah September 1983 ketika tendangan penalti Allan Simonsen memenangkan Denmark 1-0. Akibat jauh dari laga ini, Denmark lolos putaran final Euro 1984 sementara Inggris terhenti.
Kedua negara juga berada dalam satu grup babak kualifikasi Euro 1980 tetapi kedua pertemuan mereka dalam fase ini jadi milik Inggris karena menang 4-3 di Kopenhagen & menang 1-0 di Wembley.
Baca juga: Italia ke final Euro 2020 setelah menang adu penalti
Baca juga: Kekuatan mental lontarkan Italia ke final Euro 2020
Baca juga: Tak ada keluhan, cuma selamat untuk pemain, mengatakan Luis Enrique
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview semifinal Euro 2020: Inggris vs Denmark adalah spam, mohon beritahu kami.
Para pemain Inggris menjalani sesi latihan di St George's Park di Burton-on-Trent, Inggris, 6 Juli 2021 menjelang semifinal Euro 2020 melawan Denmark di Stadion Wembley. ANTARA/AFP/PAUL ELLIS
Jakarta (ANTARA) - Kembali lagi bertanding di kandang sendiri, di Stadion Wembley, Inggris termotivasi ekspektasi tinggi yg didorong performa yg terus meningkat, sedangkan Denmark yg pernah dua kali mengalahkan Inggris di Wembley pada September 1983 & Oktober 2020 memiliki daya tahan tinggi alias lagi terbakar energi bangkit.
Emosi dipastikan membuncah di lapangan Wembley nanti. Pasukan Gareth Southgate masuk semifinal dengan bekal tak terkalahkan dalam lima laga & satu-satunya regu Euro 2020 yg tak pernah kebobolan. Ini yg menciptakan Inggris menatap cerah semifinal Euro 2020 ini.
Tapi Denmark tak kalah bersemangat karena walau kalah dalam dua laga pertamanya, mereka melesat tinggi bersama kemenangan-kemenangan akbar setelah itu yg dipicu oleh energi bangkit Christian Eriksen yg tumbang terkena serangan jantung dalam laga pertama.
Tim asuhan Kasper Hjulmand sudah mencetak 11 gol yg 10 di antaranya disarangkan pada tiga laga terakhir. Jumlah gol ini lebih akbar dari yg dibuat regu Denmark yg mencapai semifinal Euro 1984 & 1992.
"Saya kira kami sedang dalam posisi yg amat sangat bagus pada saat kami mengawali turnamen ini, kami sudah bersiap matang sekali,” mengatakan Hjulmand seperti dikutip AP.
Baca juga: Semifinal Euro 2020: Italia ladeni Spanyol, Inggris ditantang Denmark
Baca juga: Tiga duel sengit dalam laga Inggris vs Denmark
Denmark masih akan bermain dalam emosi karena energi bangkit Eriksen yg sejauh ini sudah menginspirasi perjalanan Tim Dinamit untuk terus menang.
Semifinal ini terjadi 55 tahun sejak Inggris mencapai satu-satunya final turnamen akbar pada Piala Dunia 1966 yg juga di Wembley.
Namun sejak Gareth Southgate jadi manajer, Inggris sukses melangkah ke semifinal Piala Dunia & Nations League, tetapi keduanya gagal karena dijegal oleh Kroasia & Belanda.
"Kami tak pernah dapat mencapai final Kejuaraan Eropa, jadi kami dapat jadi regu perdana (yang mencapai final) yg akan sungguh menyenangkan semua orang,” mengatakan Southgate seperti dikutip Reuters.
Fondasi Inggris maju ke semifinal adalah pertahanan solid yg tak pernah kebobolan, bahkan dalam laga terakhir catatan itu disempurnakan oleh kemenangan akbar 4-0 atas Ukraina.
Namun grafik Denmark juga tak kalah menanjak. Mengpakai formasi 4-2-3-1 & 3-4-3, mereka bangkit setelah terkapar di tangan Finlandia & Belgia, dengan menyingkirkan Rusia, Wales & kemudian Republik Ceko.
"Dengan semua yg sudah kami lalui sejak pertandingan perdana hingga di tempat kami berada saat ini, adalah sungguh luar biasa,” mengatakan gelandang Denmark Christian Norgaard.
Denmark siap meledakkan lagi dinamitnya untuk meneruskan dongeng seperti yg pernah mereka tulis pada Euro 1992.
Baca juga: Inggris meningkat sejak semifinal Piala Dunia 2018
Baca juga: Aturan COVID-19 cegah suporter dari Denmark hadiri semifinal Euro 2020
Prediksi sebelas pemain pertama
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Luke Shaw; Kalvin Phillips, Declan Rice; Jadon Sancho, Mason Mount, Raheem Sterling; Harry Kane
Denmark (3-4-3): Kasper Schmeichel; Andreas Christensen, Simon Kjaer, Jannik Vestergaard; Stryger Larsen, Pierre-Emile Hojbjerg, Thomas Delaney, Thomas Maehle; Martin Braithwaite, Kasper Dolberg, Mikkel Damsgaard
Skenario pertandingan
Gareth Southgate memiliki skuad yg sepenuhnya siap diturunkan melawan Denmark, termasuk Bukayo Saka. Namun, Saka mungkin masuk lapangan dari bangku cadangan karena Jadon Sancho yg tampil menawan saat menghadapi Ukraina akan lebih dipilih sebagai starter. Pemain baru Manchester United ini mengisi bagian kanan sayap serangan, sedangkan Raheem Sterling menempati sayap kiri lapangan.
Pengisi peran nomor 10 akan diserahkan kepada Mason Mount, sedangkan Harry Kane jadi ujung serangan. Sancho & Mount ditugaskan memberikan umpan-umpan terobosan, sedangkan Sterling akan mengisi ruang yg tercipta karena pergerakan Kane yg bebas beroperasi di sepertiga terakhir lapangan.
Untuk lini tengah, Jordan Henderson kemungkinan tetap pemain pengganti walaupun menciptakan gol keempat Inggris saat menggebuk Ukraina 4-0. Southgate akan tetap berpegang kepada formula yg sudah teruji. Ini artinya Declan Rice & Kalvin Phillips tetap dipasang sebagai poros ganda sejak kickoff.
Southgate makin tak harap mengubah lini belakangnya sehingga duo bek tengah John Stones & Harry Maguire akan kembali diapit duo bek sayap eksplosif Kyle Walker & Luke Shaw. Kedua bek sayap sering menusuk hingga ke jantung pertahanan lawan, selain jadi deputi andal Stones-Maguire saat memproteksi Jordan Pickford yg jadi satu-satunya kiper Euro 2020 yg belum kebobolan.
Baca juga: Bek Denmark Andreas Christensen yakin timnya dapat hentikan Harry Kane
Baca juga: Mourinho minta Southgate tak tergoda pasang formasi tiga bek
Dari Denmark, pelatih Kasper Hjulmand juga siap menurunkan siapa pun dalam skuadnya, kecuali Christian Eriksen. Hjulmand juga cenderung mempertahankan susunan sebelas pemain pertamanya.
Kasper Schmeichel kembali menjaga gawang Denmark dalam formasi 3-4-3. Schmeichel akan diproteksi trio bek tengah Andreas Christensen, Simon Kjaer & Jannik Vestergaard. Kjaer lebih memainkan peran sweeper, sedangkan Christensen & Vestergaard jadi dua palang pintu kokoh saat regu memasuki fase defensifnya.
Duo ini juga jadi kurir untuk umpan-umpan jauh ke pertahanan lawan. Sedangkan distribusi bola konstan dari sisi lapangan ke sepertiga terakhir lapangan dipercayakan kepada duo bek sayap, Jens Stryger Larsen & Joakim Maehle. Larsen punya nilai tambah sebagai spesialis penuntas set-piece, sedangkan Maehle merdeka beroperasi hingga jauh ke jantung pertahanan lawan. Tapi keduanya dapat cepat membentuk formasi lima bek ketika Denmark diserang atau kehilangan bola.
Akan halnya Pierre-Emile Hojbjerg & Thomas Delaney, akan tetap jadi jangkar di lini tengah, termasuk untuk mematikan Jadon Sancho & Mason Mount. Saat yg sama, Delaney akan cepat mengisi kelengahan Inggris dengan kemampuan berlarinya yg kencang. Ini akan ditopang oleh kemampuan Hojbjerg dalam meluncurkan umpan-umpan yg membelah pertahanan Inggris.
Triumvirat serangan jadi tanggung jawab Martin Braithwaite, Kasper Dolberg & Mikkel Damsgaard. Trisula ini membentuk kemitraan serang yg cair di mana Dolberg berada di tengah & siap menerima kiriman bola dari kedua sayap Denmark.
Baca juga: Denmark ke semifinal, Kasper Hjulmand kenang rapat perdana jelang Euro
Baca juga: UEFA undang Christian Eriksen & paramedisnya tonton final Euro 2020
Statistik pertemuan kedua tim
Kedua negara sudah 23 kali berjumpa sebelumnya. Inggris menang 13 kali, Denmark cuma menang lima kali.
Tapi ini pertemuan kedua mereka dalam putaran final Euro setelah Euro 1992 di Malmo yg berakhir 0-0 dalam fase grup. Inggris gagal lanjut ke fase grup, Denmark lolos sebagai runner up Grup 1 untuk akhirnya menjuarai turnamen ini setelah menaklukkan Jerman 2-0 dalam final.
Pertemuan kedua mereka dalam turnamen utama terjadi pada Piala Dunia 2002 ketika Rio Ferdinand, Michael Owen & Emile Heskey membawa Inggris menang 3-0 atas Denmark dalam babak 16 besar.
Salah satu dari empat kemenangan Denmark dalam pertandingan resmi melawan Inggris terjadi dalam UEFA Nations League pada 14 Oktober 2020 ketika gol semata wayang Christian Eriksen menciptakan mereka menang 1-0 di Stadion Wembley. Sebelum gol itu Harry Maguire mendapatkan kartu merah. Sebelumnya pada 8 September 2020 di Stadion Parken di Kopenhagen, kedua regu sama kuat 0-0.
Kemenangan Oktober 2020 itu adalah kemenangan ketiga Denmark di kandang Inggris & yg kedua di Wembley setelah September 1983 ketika tendangan penalti Allan Simonsen memenangkan Denmark 1-0. Akibat jauh dari laga ini, Denmark lolos putaran final Euro 1984 sementara Inggris terhenti.
Kedua negara juga berada dalam satu grup babak kualifikasi Euro 1980 tetapi kedua pertemuan mereka dalam fase ini jadi milik Inggris karena menang 4-3 di Kopenhagen & menang 1-0 di Wembley.
Baca juga: Italia ke final Euro 2020 setelah menang adu penalti
Baca juga: Kekuatan mental lontarkan Italia ke final Euro 2020
Baca juga: Tak ada keluhan, cuma selamat untuk pemain, mengatakan Luis Enrique
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview semifinal Euro 2020: Inggris vs Denmark adalah spam, mohon beritahu kami.