Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.203
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview perempatfinal Piala Afrika: Senegal vs Guinea Ekuatorial.
Striker Bamba Dieng (kanan) ketika mencetak gol kedua Senegal dalam pertandingan 16 akbar melawan Cape Verde yg mereka menangkan 2-0 di Kouekong Stadium, Bafoussam, Kamerun, 25 Januari 2022. Bamba Dieng diperkirakan kembali jadi andalan Senegal di muka gawang saat melawan Guinea Ekuatorial dalam perempatfinal Senin dini hari pukul 02.00 WIB esok, apalagi Sadio Mane dikhawatirkan absen karena cedera. ANTARA/REUTERS/Thaier Al-Sudani
Jakarta (ANTARA) - Sebelum putaran final Piala Afrika 2021 kickoff di Kamerun, Senegal adalah regu yg jadi favorit kuat menjuarai Piala Afrika yg tertunda satu tahun akibat pandemi COVID19.
Memiliki Sadio Mane yg merupakan salah satu pemain sayap paling berbakat di dunia saat ini & juga penjaga gawang Edouard Mendy yg jadi bagian penting Chelsea, khususnya musim lalu, serta manakala merebut mahkota Liga Champions tahun lalu, Senegal jadi kekuatan yg mengerikan selama turnamen sebulan penuh di Kamerun itu.
Singa Teranga tajam di ujung serangan & tangguh di ujung pertahanan sehingga sangat sulit dihentikan siapa pun, termasuk oleh Guinea Ekuatorial dalam pertandingan perempatfinal Senin dini hari nanti pukul 02.00 WIB di Stadion Ahmadou Ahidjo di Youande, Kamerun.
Tetapi runner up Piala Afrika 2002 & 2019 itu cuma dapat mengumpulkan lima poin dari tiga pertandingan fase grupnya setelah cuma menang satu kali melawan Zimbabwe dalam laga pertamanya pada putaran final edisi Kamerun ini. Dan ini pun didapatkan dari satu tendangan penalti.
Jika melihat perjalanan Senegal sebelum mencapai perempatfinal, apa yg mereka lakukan keluar dari logika sebuah regu yg semestinya memperoleh hasil meyakinkan, mengingat skuad mereka dihuni talenta-talenta cemerlang, termasuk Sadio Mane si bintang Liverpool.
Namun kemenangan mereka dalam partai penting melawan Cape Verde pada 16 akbar perlahan memupus keraguan kepada Senegal sehingga si Singa Teranga mau tak mau kembali harus dianggap sebagai regu yg wajib diperhitungkan.
Sebaliknya, Guinea Ekuatorial yg menumbangkan pemenang bertahan Aljazair, yg jauh bertabur bintang, termasuk pemain sayap Manchester City Riyad Mahrez dalam pertandingan fase grup, tak dapat dianggap sebelah mata oleh Senegal.
Tim kecil kini memang tidak memiliki pemain bintang berkaliber Mane atau Mendy, tetapi mereka sangat disiplin & terlatih baik dalam bermain sebagai tim.
Resep itu pula yg menciptakan mereka memetik hasil yg meyakinkan hingga dapat menjejak fase gugur & bahkan menyingkirkan Mali pada 16 akbar kendati lewat adu penalti saja.
Si pembunuh raksasa itu dapat menelan korban berikutnya kalau Senegal menganggap enteng. Tetapi ini tidak memupus fakta bahwa Senegal si Singa Teranga tetap favorit kuat memenangkan laga perempatfinal terakhir dalam Piala Afrika 2021 ini.
Baca juga: Preview perempatfinal Piala Afrika: Maroko vs Mesir
Perjalanan regu & head to head
Singa Teranga belum pernah kebobolan satu pun gol dalam turnamen ini dengan tetap clean sheet pada keempat pertandingan mereka sejauh ini, termasuk saat menaklukkan Cape Verde dalam pertandingan babak 16 besar.
Pertama, mereka mengalahkan Zimbabwe 1-0, namun empat hari kemudian ditahan seri 0-0 oleh Guinea & kembali memperoleh skor 0-0 dalam pertandingan fase grup terakhir melawan Malawi.
Pada 16 akbar melawan Cape Verde, yg dua pemainnya diusir keluar lapangan karena menerima kartu merah, Senegal menang 2-0 berkat gol Sadio Mane & Bamba Dieng.
Sebaliknya, Guinea Ekuatorial jadi salah satu paket kejutan selama putaran final edisi ini.
Mereka lolos dari grup yg dihuni tim-tim kelas berat, seperti Aljazair & Pantai Gading.
Kalah 0-1 dari Pantai Gading, mereka bangkit dengan membunuh raksasa Aljazair dengan 1-0, sebelum menaklukkan Sierra Leone dalam pertandingan terakhir fase grup.
Kejutan mereka belum berakhir manakala dalam pertandingan 16 besar, menahan seri Mali dengan 0-0 selama 120 menit & akhirnya mereka menangkan setelah menang adu penalti 6-5.
Kini mereka akan dijajal Senegal yg mengungguli mereka dalam tiga pertemuan terakhir sejauh ini antara Senegal & Guinea Ekuatorial. Senegal menang dua kali, sedangkan Guinea Ekuatorial menang satu kali.
Satu dari tiga pertemuan di antara mereka itu terjadi pada Piala Afrika 2012, ketika Guinea Ekuatorial menang 2-1 dalam pertandingan fase grup.
Berdasarkan statistik lima pertandingan terakhir, Senegal mengungguli Guinea Ekuatorial walaupun sama-sama menang tiga kali. Yang berbeda adalah Senegal tak pernah kalah.
Baca juga: Burkina Faso singkirkan Tunisia menuju semifinal Piala Afrika
Baca juga: Burkina Faso incar final Piala Afrika untuk gembirakan rakyat
Kabar regu & sebelas pemain pertama
Guinea Ekuatorial sudah jadi regu kejutan yg mengasyikkan untuk terus diikuti, tetapi mereka menghadapi skuad Senegal yg diisi pemain-pemain berbakat.
Bahkan seandainya Senegal tak dapat menurunkan Sadio Mane pun, mereka masih memiliki stok senjata ampuh dalam menghentikan petualangan Guinea Ekuatorial.
Tetapi Singa Teranga tetap was-was melihat tingkat kebugaran bintang Liverpool itu setelah mengalami benturan kepala yg mengerikan dalam pertandingan terakhirnya dalam 16 besar.
Dia ambruk saat menciptakan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Cape Verde.
Jika pemain sayap ini terpaksa absen, maka Bamba Dieng yg juga menciptakan gol saat laga melawan Cape Verde itu akan mengisi peran ujung tombak serangan Senegal.
Mereka juga masih memiliki pemain Watford, Ismaila Sarr, yg belum bermain satu menit pun selama turnamen ini. Sarr dapat berduet dengan Dieng di ujung serangan.
Senegal juga mendapatkan suntikan semangat dari kembalinya Cheikhou Kouyate setelah skorsingnya berakhir.
Guinea Ekuatorial tidak dipusingkan oleh cedera pemain. Sebaliknya, mereka malah mendapatkan tenaga segar dari Josete Miranda & Federico Bikoro yg sudah kembali bermain setelah absen dalam laga lalu karena akumulasi kartu kuning.
Mereka juga masih akan menurunkan Jannick Buyla & Santiago Eneme di lini tengah mereka yg selama ini efektif menghalau penetrasi lawan.
Senegal (4-3-3): Edouard Mendy; Bouna Sarr, Kalidou Koulibaly, Abdou Diallo, Saliou Ciss; Cheikhou Kouyate, Nampalys Mendy, Idrissa Gueye; Boulaye Dia, Famara Diedhiou, Sadio Mane.
Guinea Ekuatorial (4-2-3-1): Jesus Owono; Carlos Akapo, Esteban Obiang, Saul Coco, Basilio Ndong; Pablo Ganet, Jose Machín; Iban Edu, Santiago Eneme, Jannick Buyla; Dorian Jr.
Baca juga: Karl Toko Ekambi antar Kamerun melenggang ke semifinal Piala Afrika
Baca juga: Tim-tim yg lolos ke perempatfinal Piala Afrika 2021
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview perempatfinal Piala Afrika: Senegal vs Guinea Ekuatorial adalah spam, mohon beritahu kami.
Striker Bamba Dieng (kanan) ketika mencetak gol kedua Senegal dalam pertandingan 16 akbar melawan Cape Verde yg mereka menangkan 2-0 di Kouekong Stadium, Bafoussam, Kamerun, 25 Januari 2022. Bamba Dieng diperkirakan kembali jadi andalan Senegal di muka gawang saat melawan Guinea Ekuatorial dalam perempatfinal Senin dini hari pukul 02.00 WIB esok, apalagi Sadio Mane dikhawatirkan absen karena cedera. ANTARA/REUTERS/Thaier Al-Sudani
Jakarta (ANTARA) - Sebelum putaran final Piala Afrika 2021 kickoff di Kamerun, Senegal adalah regu yg jadi favorit kuat menjuarai Piala Afrika yg tertunda satu tahun akibat pandemi COVID19.
Memiliki Sadio Mane yg merupakan salah satu pemain sayap paling berbakat di dunia saat ini & juga penjaga gawang Edouard Mendy yg jadi bagian penting Chelsea, khususnya musim lalu, serta manakala merebut mahkota Liga Champions tahun lalu, Senegal jadi kekuatan yg mengerikan selama turnamen sebulan penuh di Kamerun itu.
Singa Teranga tajam di ujung serangan & tangguh di ujung pertahanan sehingga sangat sulit dihentikan siapa pun, termasuk oleh Guinea Ekuatorial dalam pertandingan perempatfinal Senin dini hari nanti pukul 02.00 WIB di Stadion Ahmadou Ahidjo di Youande, Kamerun.
Tetapi runner up Piala Afrika 2002 & 2019 itu cuma dapat mengumpulkan lima poin dari tiga pertandingan fase grupnya setelah cuma menang satu kali melawan Zimbabwe dalam laga pertamanya pada putaran final edisi Kamerun ini. Dan ini pun didapatkan dari satu tendangan penalti.
Jika melihat perjalanan Senegal sebelum mencapai perempatfinal, apa yg mereka lakukan keluar dari logika sebuah regu yg semestinya memperoleh hasil meyakinkan, mengingat skuad mereka dihuni talenta-talenta cemerlang, termasuk Sadio Mane si bintang Liverpool.
Namun kemenangan mereka dalam partai penting melawan Cape Verde pada 16 akbar perlahan memupus keraguan kepada Senegal sehingga si Singa Teranga mau tak mau kembali harus dianggap sebagai regu yg wajib diperhitungkan.
Sebaliknya, Guinea Ekuatorial yg menumbangkan pemenang bertahan Aljazair, yg jauh bertabur bintang, termasuk pemain sayap Manchester City Riyad Mahrez dalam pertandingan fase grup, tak dapat dianggap sebelah mata oleh Senegal.
Tim kecil kini memang tidak memiliki pemain bintang berkaliber Mane atau Mendy, tetapi mereka sangat disiplin & terlatih baik dalam bermain sebagai tim.
Resep itu pula yg menciptakan mereka memetik hasil yg meyakinkan hingga dapat menjejak fase gugur & bahkan menyingkirkan Mali pada 16 akbar kendati lewat adu penalti saja.
Si pembunuh raksasa itu dapat menelan korban berikutnya kalau Senegal menganggap enteng. Tetapi ini tidak memupus fakta bahwa Senegal si Singa Teranga tetap favorit kuat memenangkan laga perempatfinal terakhir dalam Piala Afrika 2021 ini.
Baca juga: Preview perempatfinal Piala Afrika: Maroko vs Mesir
Perjalanan regu & head to head
Singa Teranga belum pernah kebobolan satu pun gol dalam turnamen ini dengan tetap clean sheet pada keempat pertandingan mereka sejauh ini, termasuk saat menaklukkan Cape Verde dalam pertandingan babak 16 besar.
Pertama, mereka mengalahkan Zimbabwe 1-0, namun empat hari kemudian ditahan seri 0-0 oleh Guinea & kembali memperoleh skor 0-0 dalam pertandingan fase grup terakhir melawan Malawi.
Pada 16 akbar melawan Cape Verde, yg dua pemainnya diusir keluar lapangan karena menerima kartu merah, Senegal menang 2-0 berkat gol Sadio Mane & Bamba Dieng.
Sebaliknya, Guinea Ekuatorial jadi salah satu paket kejutan selama putaran final edisi ini.
Mereka lolos dari grup yg dihuni tim-tim kelas berat, seperti Aljazair & Pantai Gading.
Kalah 0-1 dari Pantai Gading, mereka bangkit dengan membunuh raksasa Aljazair dengan 1-0, sebelum menaklukkan Sierra Leone dalam pertandingan terakhir fase grup.
Kejutan mereka belum berakhir manakala dalam pertandingan 16 besar, menahan seri Mali dengan 0-0 selama 120 menit & akhirnya mereka menangkan setelah menang adu penalti 6-5.
Kini mereka akan dijajal Senegal yg mengungguli mereka dalam tiga pertemuan terakhir sejauh ini antara Senegal & Guinea Ekuatorial. Senegal menang dua kali, sedangkan Guinea Ekuatorial menang satu kali.
Satu dari tiga pertemuan di antara mereka itu terjadi pada Piala Afrika 2012, ketika Guinea Ekuatorial menang 2-1 dalam pertandingan fase grup.
Berdasarkan statistik lima pertandingan terakhir, Senegal mengungguli Guinea Ekuatorial walaupun sama-sama menang tiga kali. Yang berbeda adalah Senegal tak pernah kalah.
Baca juga: Burkina Faso singkirkan Tunisia menuju semifinal Piala Afrika
Baca juga: Burkina Faso incar final Piala Afrika untuk gembirakan rakyat
Kabar regu & sebelas pemain pertama
Guinea Ekuatorial sudah jadi regu kejutan yg mengasyikkan untuk terus diikuti, tetapi mereka menghadapi skuad Senegal yg diisi pemain-pemain berbakat.
Bahkan seandainya Senegal tak dapat menurunkan Sadio Mane pun, mereka masih memiliki stok senjata ampuh dalam menghentikan petualangan Guinea Ekuatorial.
Tetapi Singa Teranga tetap was-was melihat tingkat kebugaran bintang Liverpool itu setelah mengalami benturan kepala yg mengerikan dalam pertandingan terakhirnya dalam 16 besar.
Dia ambruk saat menciptakan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Cape Verde.
Jika pemain sayap ini terpaksa absen, maka Bamba Dieng yg juga menciptakan gol saat laga melawan Cape Verde itu akan mengisi peran ujung tombak serangan Senegal.
Mereka juga masih memiliki pemain Watford, Ismaila Sarr, yg belum bermain satu menit pun selama turnamen ini. Sarr dapat berduet dengan Dieng di ujung serangan.
Senegal juga mendapatkan suntikan semangat dari kembalinya Cheikhou Kouyate setelah skorsingnya berakhir.
Guinea Ekuatorial tidak dipusingkan oleh cedera pemain. Sebaliknya, mereka malah mendapatkan tenaga segar dari Josete Miranda & Federico Bikoro yg sudah kembali bermain setelah absen dalam laga lalu karena akumulasi kartu kuning.
Mereka juga masih akan menurunkan Jannick Buyla & Santiago Eneme di lini tengah mereka yg selama ini efektif menghalau penetrasi lawan.
Senegal (4-3-3): Edouard Mendy; Bouna Sarr, Kalidou Koulibaly, Abdou Diallo, Saliou Ciss; Cheikhou Kouyate, Nampalys Mendy, Idrissa Gueye; Boulaye Dia, Famara Diedhiou, Sadio Mane.
Guinea Ekuatorial (4-2-3-1): Jesus Owono; Carlos Akapo, Esteban Obiang, Saul Coco, Basilio Ndong; Pablo Ganet, Jose Machín; Iban Edu, Santiago Eneme, Jannick Buyla; Dorian Jr.
Baca juga: Karl Toko Ekambi antar Kamerun melenggang ke semifinal Piala Afrika
Baca juga: Tim-tim yg lolos ke perempatfinal Piala Afrika 2021
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview perempatfinal Piala Afrika: Senegal vs Guinea Ekuatorial adalah spam, mohon beritahu kami.