Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.730
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview perempatfinal Piala Afrika: Maroko vs Mesir.
Mohamed Salah, Trezeguet, Mohamed Elneny, pelatih Carlos Queiroz & pemain-pemain Mesir lainnya saat berlatih di Agypten Nationalteam Training Cameroon, Yaounde, pada 29 Januari 2022, menjelang pertemuan perempatfinal Piala Afrika 2021 dengan Maroko, Minggu malam nanti. (REUTERS/imago images/Sebastian Frej via/SF)
Jakarta (ANTARA) - Penampilan terdahulu dua regu raksasa Afrika utara ini masih di bawah ekspektasi para pendukungnya kalau melihat komposisi pemain yg mereka miliki, khususnya Mesir, kecuali pada pertandingan terakhir mereka dalam babak 16 besar.
Maroko belum menunjukkan performa cemerlang seperti yg dilakukan Kamerun & Nigeria pada penyisihan grup, namun pelan-pelan mereka sudah kembali diperhitungkan sebagai regu calon pemenang Piala Afrika edisi tertunda satu tahun akibat pandemi ini.
Tendangan bebas menggeledek dari bek Achraf Hakimi membawa mereka unggul pada babak kedua pertandingan 16 akbar melawan Malawi adalah petunjuk akbar bahwa Maroko dapat menyajikan permainan sepak bola yg amat mengesankan.
Kemenangan meyakinkan itu dipetik setelah mereka memuncaki Grup C, setelah menaklukkan regu kejutan Kepulauan Comoros & kemudian favorit pemenang lainnya, Ghana, setelah ditahan imbang oleh Gabon dalam pertandingan fase grup terakhir.
Pun begitu dengan Mesir yg tujuh kali menjuarai Piala Afrika & bersama Nigeria jadi negara yg paling sering masuk final turnamen kontinental di benua hitam ini. Mesir dapat dibilang lebih bertabur bintang dibandingkan dengan Maroko, khususnya oleh hadirnya superstar Liverpool Mohamed Salah.
Sulit dibantah bahwa Mesir sangat menikmati status bintang Mo Salah yg merupakan salah satu pemain terbaik dalam generasinya.
Masalahnya, Mo Salah tidak memiliki unit selengkap seperti di Liverpool yg dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena sehebat apa pun pemain bola tetap membutuhkan sumbangan dari pemain-pemain hebat lainnya dalam timnya.
Faktor ini pula yg menciptakan Mesir terlihat agak tertatih-tertatih sekalipun menang dua kali pada fase grup & memperoleh tiket perempat final setelah harus melewati adu penalti melawan regu tangguh Pantai Gading.
Total, di luar adu penalti melawan Pantai Gading itu, Mesir baru dapat mencetak dua gol dalam empat penampilannya dalam turnamen ini. Namun kemenangan Tim Firaun atas Pantai Gading yg memainkan sepak bola paling menarik di Kamerun, menunjukkan Mesir dapat mengerjakan apa saja & membalikkan semua ramalan.
Baca juga: Burkina Faso singkirkan Tunisia menuju semifinal Piala Afrika
Perjalanan kedua regu & head to head
Kedua regu akan memperebutkan satu tiket semifinal dalam pertandingan di Stade Ahmadou Ahidjo, Kamerun, Minggu malam nanti.
Akankah Mohamed Salah kembali jadi penentu Mesir ke babak selanjutnya setelah tendangan penaltinya memastikan Mesir ke perempat final dalam adu penalti melawan Pantai Gading? Atau malah Maroko yg juga memiliki energi bangkit seperti ketika Achraf Hakimi memastikan kemenangan timnya atas Malawi dalam laga 16 akbar lalu?
Maroko hingga kini belum pernah kalah dalam Piala Afrika 2021 setelah menang 1-0 melawan Ghana pada pertandingan pertamanya dalam fase grup, yg disusul kemenangan lebih meyakinkan 2-0 atas Kepulauan Comoros dalam pertandingan kedua.
Sempat ditahan seri 2-2 oleh Gabon dalam pertandingan fase grup terakhir, Maroko menggenggam tiket perempat final Afcon 2021 setelah menghentikan Malawi 2-1 dalam laga 16 besar.
Perjalanan lebih berliku dialami Mesir yg tumbang 0-1 di tangan Nigeria dalam pertandingan perdana fase grupnya. Tapi kemudian bangkit pada laga kedua fase grup dengan mengalahkan Guinea-Bissau 1-0, yg disusul kemenangan dalam skor serupa, kalah menghadapi Sudan.
Mesir kemudian juga merampas tiket perempat final dalam pertandingan yg lebih susah payah ketimbang saat Maroko mendapatkan tiket serupa. Mesir harus melalui adu penalti melawan Pantai Gading dalam 16 akbar setelah selama 120 menit seri 0-0.
Untuk itu, agak sulit menaksir siapa yg bakal memenangkan pertarungan dua Afrika utara ini, sekalipun Mesir dapat dibilang penghuni tetap level teratas Piala Afrika. Tetapi ternyata dalam urusan pertemuan dengan Maroko, Mesir lebih medioker.
Ini merupakan pertemuan ke-30 di antara kedua tim. Maroko lebih superior atas lawannya yg sesama negara Arab ini.
Singa Atlas sudah 14 kali memenangkan pertemuan di antara mereka, sebaliknya Mesir cuma pernah tiga kali menang, & 12 pertemuan sisanya berakhir seri. Terakhir kali mereka berjumpa adalah pada Piala Afrika 2018 ketika Maroko menang dengan agregat 4-2.
Dalam hal statistik lima pertandingan terakhir kedua tim, Maroko juga sedikit di atas Mesir. Maroko tak pernah kalah, sebaliknya Mesir pernah sekali kalah. Namun, keduanya menang empat kali dalam lima pertandingan terakhir mereka.
Namun demikian, tak dapat dipungkiri Mesir adalah salah satu regu paling kompak dalam turnamen ini & sekaligus memiliki sistem pertahanan yg tangguh, yg dapat menangkal regu eksplosif seperti Maroko sekalipun.
Bagaikan mesin yg terlambat panas, Mesir semakin membaik dalam turnamen ini, namun sejauh ini Maroko juga tetap menyandang predikat salah satu regu terbaik selain lebih konsisten.
Baca juga: Karl Toko Ekambi antar Kamerun melenggang ke semifinal Piala Afrika
Kabar regu & perkiraan susunan pemain
Mesir jadi regu yg paling disiplin sepanjang turnamen yg dituanrumahi oleh Kamerun ini hingga tidak dikhawatirkan oleh penyakit cedera yg kerap menghantui tim-tim lain dalam Piala Afrika 2021.
Namun demikian, penjaga gawang Mohamed El-Shennawy & gelandang Hamdi Fathi kemungkinan tidak akan cepat-cepat diturunkan sejak menit perdana setelah keduanya mengalami cedera saat melawan Pantai Gading dalam laga 16 akbar lalu.
Pun begitu dengan Maroko. Si Singa Atlas juga tak dipusingkan oleh momok cedera pada pemainnya. Tapi bukan sama sekali bebas cedera karena Ilias Chair tengah berjuang untuk sembuh dari cedera yg dialaminya saat melawan Gabon.
Mesir (4-3-3): Mohamed Abou Gabal; Ayman Ashraf, Ahmed Hegazy, Mohamed Abdelmonem, Omar Kamal; Mohamed Elneny, Amr Al-Sulaya, Abdallah El-Said; Mohamed Salah, Omar Marmoush, Mostafa Mohamed
Maroko (4-1-4-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Romain Saiss, Nayef Aguerd, Adam Masina; Sofyan Amrabat; Tarik Tissoudali, Selim Amallah, Imran Louza, Sofiane Boufal; Ayoub El Kaabi
Baca juga: Burkina Faso incar final Piala Afrika untuk gembirakan rakyat
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview perempatfinal Piala Afrika: Maroko vs Mesir adalah spam, mohon beritahu kami.
Mohamed Salah, Trezeguet, Mohamed Elneny, pelatih Carlos Queiroz & pemain-pemain Mesir lainnya saat berlatih di Agypten Nationalteam Training Cameroon, Yaounde, pada 29 Januari 2022, menjelang pertemuan perempatfinal Piala Afrika 2021 dengan Maroko, Minggu malam nanti. (REUTERS/imago images/Sebastian Frej via/SF)
Jakarta (ANTARA) - Penampilan terdahulu dua regu raksasa Afrika utara ini masih di bawah ekspektasi para pendukungnya kalau melihat komposisi pemain yg mereka miliki, khususnya Mesir, kecuali pada pertandingan terakhir mereka dalam babak 16 besar.
Maroko belum menunjukkan performa cemerlang seperti yg dilakukan Kamerun & Nigeria pada penyisihan grup, namun pelan-pelan mereka sudah kembali diperhitungkan sebagai regu calon pemenang Piala Afrika edisi tertunda satu tahun akibat pandemi ini.
Tendangan bebas menggeledek dari bek Achraf Hakimi membawa mereka unggul pada babak kedua pertandingan 16 akbar melawan Malawi adalah petunjuk akbar bahwa Maroko dapat menyajikan permainan sepak bola yg amat mengesankan.
Kemenangan meyakinkan itu dipetik setelah mereka memuncaki Grup C, setelah menaklukkan regu kejutan Kepulauan Comoros & kemudian favorit pemenang lainnya, Ghana, setelah ditahan imbang oleh Gabon dalam pertandingan fase grup terakhir.
Pun begitu dengan Mesir yg tujuh kali menjuarai Piala Afrika & bersama Nigeria jadi negara yg paling sering masuk final turnamen kontinental di benua hitam ini. Mesir dapat dibilang lebih bertabur bintang dibandingkan dengan Maroko, khususnya oleh hadirnya superstar Liverpool Mohamed Salah.
Sulit dibantah bahwa Mesir sangat menikmati status bintang Mo Salah yg merupakan salah satu pemain terbaik dalam generasinya.
Masalahnya, Mo Salah tidak memiliki unit selengkap seperti di Liverpool yg dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena sehebat apa pun pemain bola tetap membutuhkan sumbangan dari pemain-pemain hebat lainnya dalam timnya.
Faktor ini pula yg menciptakan Mesir terlihat agak tertatih-tertatih sekalipun menang dua kali pada fase grup & memperoleh tiket perempat final setelah harus melewati adu penalti melawan regu tangguh Pantai Gading.
Total, di luar adu penalti melawan Pantai Gading itu, Mesir baru dapat mencetak dua gol dalam empat penampilannya dalam turnamen ini. Namun kemenangan Tim Firaun atas Pantai Gading yg memainkan sepak bola paling menarik di Kamerun, menunjukkan Mesir dapat mengerjakan apa saja & membalikkan semua ramalan.
Baca juga: Burkina Faso singkirkan Tunisia menuju semifinal Piala Afrika
Perjalanan kedua regu & head to head
Kedua regu akan memperebutkan satu tiket semifinal dalam pertandingan di Stade Ahmadou Ahidjo, Kamerun, Minggu malam nanti.
Akankah Mohamed Salah kembali jadi penentu Mesir ke babak selanjutnya setelah tendangan penaltinya memastikan Mesir ke perempat final dalam adu penalti melawan Pantai Gading? Atau malah Maroko yg juga memiliki energi bangkit seperti ketika Achraf Hakimi memastikan kemenangan timnya atas Malawi dalam laga 16 akbar lalu?
Maroko hingga kini belum pernah kalah dalam Piala Afrika 2021 setelah menang 1-0 melawan Ghana pada pertandingan pertamanya dalam fase grup, yg disusul kemenangan lebih meyakinkan 2-0 atas Kepulauan Comoros dalam pertandingan kedua.
Sempat ditahan seri 2-2 oleh Gabon dalam pertandingan fase grup terakhir, Maroko menggenggam tiket perempat final Afcon 2021 setelah menghentikan Malawi 2-1 dalam laga 16 besar.
Perjalanan lebih berliku dialami Mesir yg tumbang 0-1 di tangan Nigeria dalam pertandingan perdana fase grupnya. Tapi kemudian bangkit pada laga kedua fase grup dengan mengalahkan Guinea-Bissau 1-0, yg disusul kemenangan dalam skor serupa, kalah menghadapi Sudan.
Mesir kemudian juga merampas tiket perempat final dalam pertandingan yg lebih susah payah ketimbang saat Maroko mendapatkan tiket serupa. Mesir harus melalui adu penalti melawan Pantai Gading dalam 16 akbar setelah selama 120 menit seri 0-0.
Untuk itu, agak sulit menaksir siapa yg bakal memenangkan pertarungan dua Afrika utara ini, sekalipun Mesir dapat dibilang penghuni tetap level teratas Piala Afrika. Tetapi ternyata dalam urusan pertemuan dengan Maroko, Mesir lebih medioker.
Ini merupakan pertemuan ke-30 di antara kedua tim. Maroko lebih superior atas lawannya yg sesama negara Arab ini.
Singa Atlas sudah 14 kali memenangkan pertemuan di antara mereka, sebaliknya Mesir cuma pernah tiga kali menang, & 12 pertemuan sisanya berakhir seri. Terakhir kali mereka berjumpa adalah pada Piala Afrika 2018 ketika Maroko menang dengan agregat 4-2.
Dalam hal statistik lima pertandingan terakhir kedua tim, Maroko juga sedikit di atas Mesir. Maroko tak pernah kalah, sebaliknya Mesir pernah sekali kalah. Namun, keduanya menang empat kali dalam lima pertandingan terakhir mereka.
Namun demikian, tak dapat dipungkiri Mesir adalah salah satu regu paling kompak dalam turnamen ini & sekaligus memiliki sistem pertahanan yg tangguh, yg dapat menangkal regu eksplosif seperti Maroko sekalipun.
Bagaikan mesin yg terlambat panas, Mesir semakin membaik dalam turnamen ini, namun sejauh ini Maroko juga tetap menyandang predikat salah satu regu terbaik selain lebih konsisten.
Baca juga: Karl Toko Ekambi antar Kamerun melenggang ke semifinal Piala Afrika
Kabar regu & perkiraan susunan pemain
Mesir jadi regu yg paling disiplin sepanjang turnamen yg dituanrumahi oleh Kamerun ini hingga tidak dikhawatirkan oleh penyakit cedera yg kerap menghantui tim-tim lain dalam Piala Afrika 2021.
Namun demikian, penjaga gawang Mohamed El-Shennawy & gelandang Hamdi Fathi kemungkinan tidak akan cepat-cepat diturunkan sejak menit perdana setelah keduanya mengalami cedera saat melawan Pantai Gading dalam laga 16 akbar lalu.
Pun begitu dengan Maroko. Si Singa Atlas juga tak dipusingkan oleh momok cedera pada pemainnya. Tapi bukan sama sekali bebas cedera karena Ilias Chair tengah berjuang untuk sembuh dari cedera yg dialaminya saat melawan Gabon.
Mesir (4-3-3): Mohamed Abou Gabal; Ayman Ashraf, Ahmed Hegazy, Mohamed Abdelmonem, Omar Kamal; Mohamed Elneny, Amr Al-Sulaya, Abdallah El-Said; Mohamed Salah, Omar Marmoush, Mostafa Mohamed
Maroko (4-1-4-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Romain Saiss, Nayef Aguerd, Adam Masina; Sofyan Amrabat; Tarik Tissoudali, Selim Amallah, Imran Louza, Sofiane Boufal; Ayoub El Kaabi
Baca juga: Burkina Faso incar final Piala Afrika untuk gembirakan rakyat
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview perempatfinal Piala Afrika: Maroko vs Mesir adalah spam, mohon beritahu kami.