Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.242
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview perempat final Euro 2020: Spanyol vs Swiss.
Gelandang Spanyol Ferran Torres (tengah) & rekan-rekan satu timnya berlatih di Stadion Petrovsky di Saint Petersburg pada 30 Juni 2021 menjelang pertandingan perempatfinal EURO 2020 melawan Swiss. (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Mereka akan menyulitkan kami, mereka boleh saja tidak mempunyai pemain-pemain bernama akbar yg diketahui penggemar namun blok mereka adalah salah satu yg terbaik dalam turnamen iniJakarta (ANTARA) - Bukan cuma karena Swiss sudah menumbangkan pemenang dunia Prancis dalam 16 Besar Euro 2020 yg menciptakan Spanyol tak boleh meremehkan Swiss, tetapi juga karena Spanyol pernah dipersulit Swiss dalam beberapa kesempatan.
Dua pertemuan terakhir mereka dalam Nations League berlangsung ketat, masing-masing seri 1-1 di Basel & Spanyol menang tipis 1-0 sebulan kemudian pada Oktober 2020. Swiss juga menciptakan kejutan saat menjungkalkan Spanyol 1-0 dalam Piala Dunia 2010.
Spanyol memang perkasa dengan mencetak 10 gol dalam dua pertandingan terakhir, tetapi Swiss tidak gentar, apalagi mereka datang ke Stadion Petrovsky di St Petersburg, Rusia, Jumat malam pukul 23.00 WIB, tanpa beban namun dibarengi optimisme tinggi karena sudah mencetak sejarah.
Baca juga: Spanyol vs Swiss, Luis Enrique segani kepaduan sang lawan
Setelah menyingkirkan pemenang dunia Prancis, mereka semakin percaya diri. Mereka akan mengoptimalkan kekuatannya, & memanfaatkan seoptimal mungkin kelemahan Spanyol.
Dengan mengalahkan Kroasia 5-3, Spanyol sudah memenangi fase gugur pertamanya sejak mengangkat trofi Eropa pada 2012. Spanyol juga jadi regu yg mencetak gol terbanyak dalam turnamen ini dengan 11 gol.
Tapi itu tak menciptakan Prancis merasa di atas angin karena mereka melihat sendiri Swiss dapat bangkit dari ketinggalan 1-3 melawan pemenang dunia Prancis, untuk menyamakan kedudukan 3-3 hingga memaksa Les Bleus menentukan laga dengan adu penalti yg dimenangkan Swiss.
Sekalipun tak memiliki bintang-bintang kelas dunia seperti Antoine Griezmann, Karim Benzema & Kylian Mbappe, Swiss yg berdisiplin tinggi dapat mengalahkan regu dengan bintang-bintang sekelas itu. Untuk itu, Spanyol harus mencari cara menaklukkan regu sedisiplin asuhan Vladimir Petkovic itu.
Spanyol khawatir bakal menghadapi lagi regu yg total bertahan seperti Swedia & Polandia. "Menghadapi regu yg bermain jauh ke dalam & bertahan itu adalah hal paling sulit dalam sepak bola," mengatakan pelatih Spanyol Luis Enrique.
Swiss memang hampir tak memiliki pertahanan setangguh Swedia setelah kemasukan delapan gol dari empat pertandingan. Tapi menghadapi Spanyol, Petkovic kemungkinan mengadopsi sistem yg membatasi ruang gerak Spanyol di sepertiga terakhir lapangan, apalagi mereka kehilangan kapten Granit Xhaka karena akumulasi kartu.
Baca juga: Swiss belum puas setelah capai perempat final Euro 2020
Striker jangkung Haris Seferovic yg mencetak dua gol lewat sundulan saat melawan Prancis, juga jadi ancaman serius bagi dua bek tengah Spanyol Aymeric Laporte & Pau Torres yg pernah direpotkan oleh striker-striker jangkung seperti Robert Lewandowski dari Polandia & Mario Pasalic dari Kroasia.
Tak ada yg berani merendahkan Swiss, bahkan kiper Unai Simon menandaskan timnya menganggap baik Swiss maupun Prancis sama sulitnya.
"Ini pertandingan perempat final, kami tidak tergantung kepada lawan kami, kami tergantung kepada kami sendiri. Kami bermain untuk menjuarai Euro ini & kami tak peduli siapa yg kami hadapi, untuk menjuarai turnamen ini kami harus menghadapi tim-tim terbaik," mengatakan dia seperti dikutip Reuters.
Enrique sendiri menganggap Swiss salah satu regu pekerja keras & paling kohesif dalam Euro 2020.
"Mereka akan menyulitkan kami, mereka boleh saja tidak mempunyai pemain-pemain bernama akbar yg diketahui penggemar namun blok mereka adalah salah satu yg terbaik dalam turnamen ini," mengatakan Enrique. "Mereka memiliki pelatih yg mengagumkan pada diri Vladimir Petkovic & mereka akan menghadirkan banyak masalah kepada kami."
Petkovic sendiri menjanjikan perlawanan sesengit saat menghadapi Prancis.
"Kami mesti menunjukkan rasa lapar kami di lapangan & saya yakin mereka (pemain-pemain Swiss) akan mengerjakannya," mengatakan Petkovic.
Baca juga: Xherdan Shaqiri yakin Swiss sanggup beri perlawanan kontra Spanyol
Prediksi sebelas pemain pertama.
Swiss (3-4-1-2): Yann Sommer; Nico Elvedi, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez; Silvan Widmer, Remo Freuler, Denis Zakaria, Steven Zuber; Xherdan Shaqiri; Breel Embolo, Haris Seferovic
Spanyol (4-3-3): David de Gea; Cesar Azpilicueta, Eric Garcia, Aymeric Laporte, Jordi Alba; Koke, Sergio Busquets, Pedri; Ferran Torres, Alvaro Morata, Pablo Sarabia
Skenario pertandingan
Swiss mesti bermain tanpa kapten Granit Xhaka yg terkena akumulasi kartu kuning.
Ketiadaan Xhaka dapat merugikan Swiss karena dialah yg jadi katalis kebangkitan regu saat menang melawan Prancis.
Tempat sang kapten kemungkinan diisi oleh Denis Zakaria yg akan bermitra dengan Remo Freuler di tengah, sedangkan Steven Zuber & Silvan Widmer mengisi dua posisi bek sayap.
Baca juga: Luis Enrique puji respons Unai Simon setelah lakukan blunder
Dengan menempatkan Zuber pada posisi bek kiri, maka Ricardo Rodriguez ditarik ke belakang untuk membentuk sistem pertahanan tiga bek, menggantikan Fabian Schar, untuk berkolaborasi dengan dua bek tengah Nico Elvedi & Manuel Akanji, sedangkan Yann Sommer menjaga gawang Swiss.
Di sepertiga terakhir lapangan, Xherdan Shaqiri memimpin unit serang Swiss, di belakang dua striker, Breel Embolo & Haris Seferovic. Kedua striker sejauh ini tampil menawan selama Euro 2020 & siap merepotkan Spanyol begitu mendapatkan peluang serangan balik.
Sebaliknya Spanyol memiliki skuad yg siap dimainkan, tetapi kesalahan fatal oleh Unai Simon & Pau Torres saat melawan Kroasia, dapat mendorong Enrique memasang lagi kiper David de Gea & bek tengah Aymeric Laporte dalam formasi 4-3-3.
De Gea diproteksi oleh duo bek tengah Eric Garcia & Laporte, sedangkan Cesar Azpilicueta & Jordi Alba mengisi dua posisi bek sayap.
Di lapangan tengah, trio Sergio Busquets, Koke & Pedri, kembali ditugaskan sebagai poros permainan. Busquets & Koke lebih berorientasi bertahan & memenangkan dominasi di area tengah, sedangkan Pedri cenderung ofensif menolong serangan.
Di sepertiga terakhir lapangan, trifekta serangan tetap diisi tiga pemain yg bermain cemerlang saat melawan Kroasia. Ferran Torres & Pablo Sarabia lebih ke samping, sedangkan Alvaro Morata memimpin regu serangan.
Baca juga: Luis Enrique desak polisi usut ancaman kepada Alvaro Morata
Statistik penting kedua tim
Swiss cuma sekali menang & lima kali seri dalam 22 pertemuan dengan Spanyol, namun cuma sekali kalah dalam empat pertemuan terakhir mereka.
Kedua regu berjumpa dua kali dalam UEFA Nations pada 2020. Gol Mikel Oyarzabal mengantarkan Spanyol menang tipis 1-0 di Madrid pada 10 Oktober, namun kemudian seri 1-1 di Basel satu bulan kemudian setelah gol Gerard Moreno membatalkan keunggulan Swiss dari gol Remo Freuler. Kiper Yann Sommer mementahkan dua tendangan penalti Sergio Ramos.
Kedua regu seri 1-1 dalam laga persahabatan di Villarreal pada Juni 2018 di mana Ricardo Rodriguez menciptakan gol Swiss.
Kemenangan satu-satunya Swiss atas Spanyol terjadi pada fase grup Piala Dunia 2010. Spanyol lolos karena memenangi dua laga lainnya untuk akhirnya menjuarai turnamen ini, sebaliknya Swiss tersisih karena menduduki tempat ketiga.
Ini pertemuan perdana Spanyol & Swiss dalam baik putaran final maupun kualifikasi Euro. Tapi mereka sudah tiga kali berjumpa dalam Piala Dunia, termasuk saat pelatih Spanyol saat ini, Luis Enrique, menciptakan gol kedua ketika Spanyol menang 3-0 di Washington dalam 16 akbar Piala Dunia 1994.
Spanyol memasukkan 48 gol dalam 22 pertandingan melawan Swiss, & kebobolan 18 kali.
Baca juga: Jelang perempat final Euro, Saint Petersburg berjuang redam COVID-19
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview perempat final Euro 2020: Spanyol vs Swiss adalah spam, mohon beritahu kami.
Gelandang Spanyol Ferran Torres (tengah) & rekan-rekan satu timnya berlatih di Stadion Petrovsky di Saint Petersburg pada 30 Juni 2021 menjelang pertandingan perempatfinal EURO 2020 melawan Swiss. (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Mereka akan menyulitkan kami, mereka boleh saja tidak mempunyai pemain-pemain bernama akbar yg diketahui penggemar namun blok mereka adalah salah satu yg terbaik dalam turnamen iniJakarta (ANTARA) - Bukan cuma karena Swiss sudah menumbangkan pemenang dunia Prancis dalam 16 Besar Euro 2020 yg menciptakan Spanyol tak boleh meremehkan Swiss, tetapi juga karena Spanyol pernah dipersulit Swiss dalam beberapa kesempatan.
Dua pertemuan terakhir mereka dalam Nations League berlangsung ketat, masing-masing seri 1-1 di Basel & Spanyol menang tipis 1-0 sebulan kemudian pada Oktober 2020. Swiss juga menciptakan kejutan saat menjungkalkan Spanyol 1-0 dalam Piala Dunia 2010.
Spanyol memang perkasa dengan mencetak 10 gol dalam dua pertandingan terakhir, tetapi Swiss tidak gentar, apalagi mereka datang ke Stadion Petrovsky di St Petersburg, Rusia, Jumat malam pukul 23.00 WIB, tanpa beban namun dibarengi optimisme tinggi karena sudah mencetak sejarah.
Baca juga: Spanyol vs Swiss, Luis Enrique segani kepaduan sang lawan
Setelah menyingkirkan pemenang dunia Prancis, mereka semakin percaya diri. Mereka akan mengoptimalkan kekuatannya, & memanfaatkan seoptimal mungkin kelemahan Spanyol.
Dengan mengalahkan Kroasia 5-3, Spanyol sudah memenangi fase gugur pertamanya sejak mengangkat trofi Eropa pada 2012. Spanyol juga jadi regu yg mencetak gol terbanyak dalam turnamen ini dengan 11 gol.
Tapi itu tak menciptakan Prancis merasa di atas angin karena mereka melihat sendiri Swiss dapat bangkit dari ketinggalan 1-3 melawan pemenang dunia Prancis, untuk menyamakan kedudukan 3-3 hingga memaksa Les Bleus menentukan laga dengan adu penalti yg dimenangkan Swiss.
Sekalipun tak memiliki bintang-bintang kelas dunia seperti Antoine Griezmann, Karim Benzema & Kylian Mbappe, Swiss yg berdisiplin tinggi dapat mengalahkan regu dengan bintang-bintang sekelas itu. Untuk itu, Spanyol harus mencari cara menaklukkan regu sedisiplin asuhan Vladimir Petkovic itu.
Spanyol khawatir bakal menghadapi lagi regu yg total bertahan seperti Swedia & Polandia. "Menghadapi regu yg bermain jauh ke dalam & bertahan itu adalah hal paling sulit dalam sepak bola," mengatakan pelatih Spanyol Luis Enrique.
Swiss memang hampir tak memiliki pertahanan setangguh Swedia setelah kemasukan delapan gol dari empat pertandingan. Tapi menghadapi Spanyol, Petkovic kemungkinan mengadopsi sistem yg membatasi ruang gerak Spanyol di sepertiga terakhir lapangan, apalagi mereka kehilangan kapten Granit Xhaka karena akumulasi kartu.
Baca juga: Swiss belum puas setelah capai perempat final Euro 2020
Striker jangkung Haris Seferovic yg mencetak dua gol lewat sundulan saat melawan Prancis, juga jadi ancaman serius bagi dua bek tengah Spanyol Aymeric Laporte & Pau Torres yg pernah direpotkan oleh striker-striker jangkung seperti Robert Lewandowski dari Polandia & Mario Pasalic dari Kroasia.
Tak ada yg berani merendahkan Swiss, bahkan kiper Unai Simon menandaskan timnya menganggap baik Swiss maupun Prancis sama sulitnya.
"Ini pertandingan perempat final, kami tidak tergantung kepada lawan kami, kami tergantung kepada kami sendiri. Kami bermain untuk menjuarai Euro ini & kami tak peduli siapa yg kami hadapi, untuk menjuarai turnamen ini kami harus menghadapi tim-tim terbaik," mengatakan dia seperti dikutip Reuters.
Enrique sendiri menganggap Swiss salah satu regu pekerja keras & paling kohesif dalam Euro 2020.
"Mereka akan menyulitkan kami, mereka boleh saja tidak mempunyai pemain-pemain bernama akbar yg diketahui penggemar namun blok mereka adalah salah satu yg terbaik dalam turnamen ini," mengatakan Enrique. "Mereka memiliki pelatih yg mengagumkan pada diri Vladimir Petkovic & mereka akan menghadirkan banyak masalah kepada kami."
Petkovic sendiri menjanjikan perlawanan sesengit saat menghadapi Prancis.
"Kami mesti menunjukkan rasa lapar kami di lapangan & saya yakin mereka (pemain-pemain Swiss) akan mengerjakannya," mengatakan Petkovic.
Baca juga: Xherdan Shaqiri yakin Swiss sanggup beri perlawanan kontra Spanyol
Prediksi sebelas pemain pertama.
Swiss (3-4-1-2): Yann Sommer; Nico Elvedi, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez; Silvan Widmer, Remo Freuler, Denis Zakaria, Steven Zuber; Xherdan Shaqiri; Breel Embolo, Haris Seferovic
Spanyol (4-3-3): David de Gea; Cesar Azpilicueta, Eric Garcia, Aymeric Laporte, Jordi Alba; Koke, Sergio Busquets, Pedri; Ferran Torres, Alvaro Morata, Pablo Sarabia
Skenario pertandingan
Swiss mesti bermain tanpa kapten Granit Xhaka yg terkena akumulasi kartu kuning.
Ketiadaan Xhaka dapat merugikan Swiss karena dialah yg jadi katalis kebangkitan regu saat menang melawan Prancis.
Tempat sang kapten kemungkinan diisi oleh Denis Zakaria yg akan bermitra dengan Remo Freuler di tengah, sedangkan Steven Zuber & Silvan Widmer mengisi dua posisi bek sayap.
Baca juga: Luis Enrique puji respons Unai Simon setelah lakukan blunder
Dengan menempatkan Zuber pada posisi bek kiri, maka Ricardo Rodriguez ditarik ke belakang untuk membentuk sistem pertahanan tiga bek, menggantikan Fabian Schar, untuk berkolaborasi dengan dua bek tengah Nico Elvedi & Manuel Akanji, sedangkan Yann Sommer menjaga gawang Swiss.
Di sepertiga terakhir lapangan, Xherdan Shaqiri memimpin unit serang Swiss, di belakang dua striker, Breel Embolo & Haris Seferovic. Kedua striker sejauh ini tampil menawan selama Euro 2020 & siap merepotkan Spanyol begitu mendapatkan peluang serangan balik.
Sebaliknya Spanyol memiliki skuad yg siap dimainkan, tetapi kesalahan fatal oleh Unai Simon & Pau Torres saat melawan Kroasia, dapat mendorong Enrique memasang lagi kiper David de Gea & bek tengah Aymeric Laporte dalam formasi 4-3-3.
De Gea diproteksi oleh duo bek tengah Eric Garcia & Laporte, sedangkan Cesar Azpilicueta & Jordi Alba mengisi dua posisi bek sayap.
Di lapangan tengah, trio Sergio Busquets, Koke & Pedri, kembali ditugaskan sebagai poros permainan. Busquets & Koke lebih berorientasi bertahan & memenangkan dominasi di area tengah, sedangkan Pedri cenderung ofensif menolong serangan.
Di sepertiga terakhir lapangan, trifekta serangan tetap diisi tiga pemain yg bermain cemerlang saat melawan Kroasia. Ferran Torres & Pablo Sarabia lebih ke samping, sedangkan Alvaro Morata memimpin regu serangan.
Baca juga: Luis Enrique desak polisi usut ancaman kepada Alvaro Morata
Statistik penting kedua tim
Swiss cuma sekali menang & lima kali seri dalam 22 pertemuan dengan Spanyol, namun cuma sekali kalah dalam empat pertemuan terakhir mereka.
Kedua regu berjumpa dua kali dalam UEFA Nations pada 2020. Gol Mikel Oyarzabal mengantarkan Spanyol menang tipis 1-0 di Madrid pada 10 Oktober, namun kemudian seri 1-1 di Basel satu bulan kemudian setelah gol Gerard Moreno membatalkan keunggulan Swiss dari gol Remo Freuler. Kiper Yann Sommer mementahkan dua tendangan penalti Sergio Ramos.
Kedua regu seri 1-1 dalam laga persahabatan di Villarreal pada Juni 2018 di mana Ricardo Rodriguez menciptakan gol Swiss.
Kemenangan satu-satunya Swiss atas Spanyol terjadi pada fase grup Piala Dunia 2010. Spanyol lolos karena memenangi dua laga lainnya untuk akhirnya menjuarai turnamen ini, sebaliknya Swiss tersisih karena menduduki tempat ketiga.
Ini pertemuan perdana Spanyol & Swiss dalam baik putaran final maupun kualifikasi Euro. Tapi mereka sudah tiga kali berjumpa dalam Piala Dunia, termasuk saat pelatih Spanyol saat ini, Luis Enrique, menciptakan gol kedua ketika Spanyol menang 3-0 di Washington dalam 16 akbar Piala Dunia 1994.
Spanyol memasukkan 48 gol dalam 22 pertandingan melawan Swiss, & kebobolan 18 kali.
Baca juga: Jelang perempat final Euro, Saint Petersburg berjuang redam COVID-19
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview perempat final Euro 2020: Spanyol vs Swiss adalah spam, mohon beritahu kami.