Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.181
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview Euro 2020: Swiss vs Wales.
Striker Timnas Swiss Haris Seferovic saat pemanasan pertandingan Grup A melawan Wales di Stadion Dalga Arena, Baku, Azerbaijan, 11 Juni 2021. Seferovic akan bersaing dengan Gareth Bale untuk menentukan siapa di antara mereka yg terbaik dalam membawa kejayaan kepada timnya ketika kedua regu berjumpa Sabtu malam nanti. (AFP/OZAN KOSE)
Jakarta (ANTARA) - Ketika Wales ditantang Swiss dalam pertandingan Grup A di Stadion Olimpiade, Baku, Azerbaijan, Sabtu malam nanti, maka Wales tengah mengawali petualangan mereka dalam turnamen akbar ketiga yg diikutinya setelah Piala Dunia 1958 di mana mereka mencapai perempatfinal & Piala Eropa 2016 ketika secara mengejutkan jadi semifinalis.
Meskipun sering lolos melewati 16 akbar & apalagi fase grup, Wales tidak akan mengawali dengan mudah Euro 2020, apalagi lawan pertamanya di Grup A adalah Swiss yg juga melewati fase grup Euro 2016 di Prancis itu.
Yang juga dapat menambah Wales makin waspada adalah catatan Swiss dalam tujuh pertemuan di antara mereka yg lima di antaranya dimenangkan Swiss. Tetapi terakhir kali berjumpa pada 7 Oktober 2011, Wales justru yg menang.
Wales adalah regu kejutan Euro 2016 namun mereka akan mengawali petualangannya di Grup A bersama regu yg sangat berbeda dengan skuad lima tahun silam itu. Lima tahun lalu, di bawah kepelatihan Chris Coleman yg berhasil mengantarkan regu ini ke turnamen akbar pertamanya dalam 58 tahun terakhir yg bahkan ditutup manis dengan mencapai semifinal sebelum bertekuk lutut kepada Portugal yg akhirnya juara.
Hanya delapan pemain yg lima tahun lalu membawa Wales ke tempat ketiga yg masih memperkuat regu yg sekarang. Tetapi itu sudah memberikan kepercayaan tinggi masyarakat sepakbola Wales bahwa regu kesayangannya bakal kembali menciptakan kejutan, apalagi pengganti Coleman juga seorang mantan pesepakbola besar, Ryan Giggs, yg bekas pemain sayap serta legenda hidup Manchester United.
Sayang, Giggs tak akan bersama skuadnya. Tudingan serangan kepada dua wanita menciptakan Giggs tak dapat mendampingi timnya sehingga yg berperan mengisi tugasnya nanti adalah sang asisten, Robert Page.
Baca juga: Giggs absen dalam tiga laga Wales setelah serang seorang wanita
Dan Robert Page akan sama dengan Giggs, masih berharap pada aura kebintangan pemain andalan mereka yg bintang Euro 2016, Gareth Bale, sekalipun pemain ini tampil buruk dalam level klub di Real Madrid & Tottenham Hotspur belakangan ini. Harapan pada Bale bukan satu-satunya tambatan, karena Wales justru lebih optimistis kepada generasi baru pemain mereka.
Daniel James sang pemain sayap Manchester United yg luar biasa cepat, gelandang Liverpool Nico Williams yg kian berpengalaman diasah Juergen Klopp & pemain Chelsea Ethan Ampadu yg semusim lalu dipinjamkan kepada Sheffield United.
Baca juga: Ryan Giggs sebut Daniel James mirip dengan Cristiano Ronaldo
Masih ada Harry Wilson & David Brooks yg juga barisan muda berbakat yg memiliki keterampilan teknis tinggi. Mereka semuanya menciptakan kiprah regu Page dapat sama mengejutkannya dengan regu edisi 2016.
"Mereka karakter-karakter yg hebat, tak ada duanya. Saya bekerja sama dengan mereka saat menangani U-19 & U-21, jadi saya tahu mereka sebagai manusia, sebagai karakter. Saya tahu mereka memiliki kemampuan. Dan mereka menciptakan transisi & tingkatan dengan mulus sekali, jadi kredit bagi mereka juga,” mengatakan Page seperti dikutip Reuters.
Bukan cuma karena Wales dapat menciptakan kejutan dalam Euro 2016 yg menciptakan Page percaya timnya bakal bersinar terang dalam Euro yg ditunda satu tahun karena pandemi ini, tetapi juga melihat statistik yg ditorehkan pemain-pemainnya sebelum hingga ke putaran final Euro 2020. "Ya, Anda melawan tim-tim terbaik di Eropa, tetapi kami sudah membuktikan diri bulan-bulan belakangan ini bahwa kami dapat menandingi yg terbaik,” mengatakan Page.
Dan itu termasuk Swiss, calon lawan perdana Wales dalam Euro 2020. Tetapi Swiss itu terkenal tangguh hingga dapat mencapai 16 akbar Piala Dunia 2018 di Rusia & dalam Euro 2016 di Prancis.
Baca juga: Spanyol lolos, Italia perkasa, Swiss hidupkan asa
Tim ini juga diprediksi kuat akan melalui fase grup sekalipun masih harus menghadapi Italia yg superkuat & baru saja menggasak Turki 3-0. Tetapi juga Turki tetap lawan yg dapat memupus segala impian mereka.
Skuad Vladimir Petkovic cuma satu kali kalah dalam kualifikasi Euro edisi ini. Keberhasilan ini ditulangpunggungi oleh dua pemain berpengalaman mereka yg membela dua regu top Liga Premier.
Pertama, gelandang Granit Xhaka di Arsenal & kedua, playmaker Liverpool yg kerap bermain di sayap, Xherdan Shaqiri.
Masih ada ujung tombak Borussia Moenchengladbach Breel Embolo & striker Haris Seferovic dari Benfica yg dapat menciptakan serangan-serangan Swiss tidak berakhir dengan dengan menciptakan peluang.
Seferovic yg belakangan subur bersama Benfica & sejauh ini sudah menciptakan 21 gol untuk Swiss dapat jadi faktor penentu dalam putaran nasib Swiss yg jauh lebih sering tampil baik dalam Piala Eropa maupun Piala Dunia dibandingkan Wales.
Dengan resume lebih superior dibandingkan dengan Wales itu, Swiss punya alasan untuk percaya diri. "Kami menaruh hormat kepada lawan-lawan kami, itu yg paling penting, tetapi kami takut kepada siapa pun,” tandas Petkovic.
Kemungkinan line-up (dirilis laman Euro 2020)
Wales 3-4-3: Danny Ward; Chris Mepham, Joe Rodon, Ben Davies; Connor Roberts, Joe Allen, Ethan Ampadu, Neco Williams; Daniel James, Harry Wilson, Gareth Bale
Swiss 3-4-1-2: Yann Sommer; Nico Elvedi, Fabian Schar, Manuel Akanji; Kevin Mbabu, Denis Zakaria, Granit Xhaka, Ricardo Rodríguez; Xherdan Shaqiri; Breel Embolo, Haris Seferovi
Selanjutnya skenario pertandingan
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Swiss vs Wales adalah spam, mohon beritahu kami.
Striker Timnas Swiss Haris Seferovic saat pemanasan pertandingan Grup A melawan Wales di Stadion Dalga Arena, Baku, Azerbaijan, 11 Juni 2021. Seferovic akan bersaing dengan Gareth Bale untuk menentukan siapa di antara mereka yg terbaik dalam membawa kejayaan kepada timnya ketika kedua regu berjumpa Sabtu malam nanti. (AFP/OZAN KOSE)
Jakarta (ANTARA) - Ketika Wales ditantang Swiss dalam pertandingan Grup A di Stadion Olimpiade, Baku, Azerbaijan, Sabtu malam nanti, maka Wales tengah mengawali petualangan mereka dalam turnamen akbar ketiga yg diikutinya setelah Piala Dunia 1958 di mana mereka mencapai perempatfinal & Piala Eropa 2016 ketika secara mengejutkan jadi semifinalis.
Meskipun sering lolos melewati 16 akbar & apalagi fase grup, Wales tidak akan mengawali dengan mudah Euro 2020, apalagi lawan pertamanya di Grup A adalah Swiss yg juga melewati fase grup Euro 2016 di Prancis itu.
Yang juga dapat menambah Wales makin waspada adalah catatan Swiss dalam tujuh pertemuan di antara mereka yg lima di antaranya dimenangkan Swiss. Tetapi terakhir kali berjumpa pada 7 Oktober 2011, Wales justru yg menang.
Wales adalah regu kejutan Euro 2016 namun mereka akan mengawali petualangannya di Grup A bersama regu yg sangat berbeda dengan skuad lima tahun silam itu. Lima tahun lalu, di bawah kepelatihan Chris Coleman yg berhasil mengantarkan regu ini ke turnamen akbar pertamanya dalam 58 tahun terakhir yg bahkan ditutup manis dengan mencapai semifinal sebelum bertekuk lutut kepada Portugal yg akhirnya juara.
Hanya delapan pemain yg lima tahun lalu membawa Wales ke tempat ketiga yg masih memperkuat regu yg sekarang. Tetapi itu sudah memberikan kepercayaan tinggi masyarakat sepakbola Wales bahwa regu kesayangannya bakal kembali menciptakan kejutan, apalagi pengganti Coleman juga seorang mantan pesepakbola besar, Ryan Giggs, yg bekas pemain sayap serta legenda hidup Manchester United.
Sayang, Giggs tak akan bersama skuadnya. Tudingan serangan kepada dua wanita menciptakan Giggs tak dapat mendampingi timnya sehingga yg berperan mengisi tugasnya nanti adalah sang asisten, Robert Page.
Baca juga: Giggs absen dalam tiga laga Wales setelah serang seorang wanita
Dan Robert Page akan sama dengan Giggs, masih berharap pada aura kebintangan pemain andalan mereka yg bintang Euro 2016, Gareth Bale, sekalipun pemain ini tampil buruk dalam level klub di Real Madrid & Tottenham Hotspur belakangan ini. Harapan pada Bale bukan satu-satunya tambatan, karena Wales justru lebih optimistis kepada generasi baru pemain mereka.
Daniel James sang pemain sayap Manchester United yg luar biasa cepat, gelandang Liverpool Nico Williams yg kian berpengalaman diasah Juergen Klopp & pemain Chelsea Ethan Ampadu yg semusim lalu dipinjamkan kepada Sheffield United.
Baca juga: Ryan Giggs sebut Daniel James mirip dengan Cristiano Ronaldo
Masih ada Harry Wilson & David Brooks yg juga barisan muda berbakat yg memiliki keterampilan teknis tinggi. Mereka semuanya menciptakan kiprah regu Page dapat sama mengejutkannya dengan regu edisi 2016.
"Mereka karakter-karakter yg hebat, tak ada duanya. Saya bekerja sama dengan mereka saat menangani U-19 & U-21, jadi saya tahu mereka sebagai manusia, sebagai karakter. Saya tahu mereka memiliki kemampuan. Dan mereka menciptakan transisi & tingkatan dengan mulus sekali, jadi kredit bagi mereka juga,” mengatakan Page seperti dikutip Reuters.
Bukan cuma karena Wales dapat menciptakan kejutan dalam Euro 2016 yg menciptakan Page percaya timnya bakal bersinar terang dalam Euro yg ditunda satu tahun karena pandemi ini, tetapi juga melihat statistik yg ditorehkan pemain-pemainnya sebelum hingga ke putaran final Euro 2020. "Ya, Anda melawan tim-tim terbaik di Eropa, tetapi kami sudah membuktikan diri bulan-bulan belakangan ini bahwa kami dapat menandingi yg terbaik,” mengatakan Page.
Dan itu termasuk Swiss, calon lawan perdana Wales dalam Euro 2020. Tetapi Swiss itu terkenal tangguh hingga dapat mencapai 16 akbar Piala Dunia 2018 di Rusia & dalam Euro 2016 di Prancis.
Baca juga: Spanyol lolos, Italia perkasa, Swiss hidupkan asa
Tim ini juga diprediksi kuat akan melalui fase grup sekalipun masih harus menghadapi Italia yg superkuat & baru saja menggasak Turki 3-0. Tetapi juga Turki tetap lawan yg dapat memupus segala impian mereka.
Skuad Vladimir Petkovic cuma satu kali kalah dalam kualifikasi Euro edisi ini. Keberhasilan ini ditulangpunggungi oleh dua pemain berpengalaman mereka yg membela dua regu top Liga Premier.
Pertama, gelandang Granit Xhaka di Arsenal & kedua, playmaker Liverpool yg kerap bermain di sayap, Xherdan Shaqiri.
Masih ada ujung tombak Borussia Moenchengladbach Breel Embolo & striker Haris Seferovic dari Benfica yg dapat menciptakan serangan-serangan Swiss tidak berakhir dengan dengan menciptakan peluang.
Seferovic yg belakangan subur bersama Benfica & sejauh ini sudah menciptakan 21 gol untuk Swiss dapat jadi faktor penentu dalam putaran nasib Swiss yg jauh lebih sering tampil baik dalam Piala Eropa maupun Piala Dunia dibandingkan Wales.
Dengan resume lebih superior dibandingkan dengan Wales itu, Swiss punya alasan untuk percaya diri. "Kami menaruh hormat kepada lawan-lawan kami, itu yg paling penting, tetapi kami takut kepada siapa pun,” tandas Petkovic.
Kemungkinan line-up (dirilis laman Euro 2020)
Wales 3-4-3: Danny Ward; Chris Mepham, Joe Rodon, Ben Davies; Connor Roberts, Joe Allen, Ethan Ampadu, Neco Williams; Daniel James, Harry Wilson, Gareth Bale
Swiss 3-4-1-2: Yann Sommer; Nico Elvedi, Fabian Schar, Manuel Akanji; Kevin Mbabu, Denis Zakaria, Granit Xhaka, Ricardo Rodríguez; Xherdan Shaqiri; Breel Embolo, Haris Seferovi
Selanjutnya skenario pertandingan
- 1
- 2
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Swiss vs Wales adalah spam, mohon beritahu kami.