Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.702
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview Euro 2020: Prancis vs Hungaria.
Gelandang Prancis N'Golo Kante (kiri) mengerjakan pemanasan bersama striker Prancis Karim Benzema dalam sesi latih di Puskas Arena di Budapest, 18 Juni 2021, menjelang pertemuan dengan Hungaria dalam laga Grup F EURO 2020. ANTARA/AFP/LASZLO BALOGH
Jakarta (ANTARA) - Bergabungnya lagi Karim Benzema dalam timnas Prancis setelah enam tahun absen, menciptakan regu serangan Les Bleus semakin maut & kian meneror lawan. Bersama Kylian Mbappe & Antoine Griezmann, Benzema membentuk trisula paling eksplosif di dunia saat ini.
Musim lalu trio ini total mencetak 102 gol untuk Paris St Germain (PSG), Barcelona & Real Madrid. Rapor ini sudah menciptakan pusing Hungaria dalam memikirkan cara meredam mereka ketika Prancis & Hungaria berjumpa dalam pertandingan kedua Grup F Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu malam pukul 20.00 WIB nanti.
Namun, sekalipun tak boleh mengesampingkan dua gol mereka yg dibatalkan karena offside, trisula itu bukan pihak yg menciptakan Prancis mengalahkan Jerman. Prancis menang karena gol bunuh diri bek Jerman Mats Hummels.
Tanpa blunder Hummels, Jerman tak akan kalah. Tapi Jerman juga tak dapat menciptakan peluang karena dihambat oleh poros lapangan tengah Prancis yg diisi gelandang Paul Pogba, N'Golo Kante & Adrien Rabiot.
Baca juga: Benzema lupakan masa lalu, fokus bela Prancis di Euro 2020
Baca juga: Gol bunuh diri Hummels menciptakan Prancis menang 1-0 atas Jerman
Untuk itu, mengutip suratkabar la Provence di Marseille, trio pada poros permainan Prancis itu adalah segi tiga emas yg menciptakan sang pemenang dunia menjinakkan Jerman. Trio ini juga bakal menghambat Hungaria bermanuver di daerah pertahanan Prancis.
Sebaliknya bagi trisula Prancis, lawan yg lebih ringan seperti Hungaria memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan Prancis itu bukan sekadar trio gelandang tersebut. Sebaliknya menunjukkan betapa mautnya regu serang Les Bleus.
Mereka tak akan lagi dipaksa turun menolong pertahanan seperti sewaktu melawan Jerman itu. Mereka akan fokus kepada tugas utama, yakni menyerang & menciptakan gol. Dan gol mereka dapat menciptakan Prancis menyusul Italia, Belgia, & Belanda ke 16 besar.
Pelatih Hungaria Marco Rossi sendiri berusaha realistis menghadapi lawan yg kian angker dari pertandingan ke pertandingan. Pertama pemenang bertahan Portugal, kini pemenang dunia Prancis, terakhir Jerman yg mantan pemenang dunia & pemenang Eropa.
Rossi realistis mengenai peluang timnya memetik poin dari laga melawan regu bertabur bintang & berpengalaman seperti Prancis, apalagi kalau Deschamps mendorong trisulanya supaya lebih agresif dalam menekan lawan.
"Sepakbola itu permainan sederhana, kalau mereka menyerang Anda harus bertahan," mengatakan Rossi seperti dikutip AP. "Kita lihat saja seberapa bagus kami menyerang ketika kami memperoleh bola, tetapi sudah pasti sebuah regu bernilai 900 juta euro & kami yg cuma 60 juta euro, akan berbeda di lapangan."
Baca juga: Pelatih Hongaria akui disparitas akbar antara skuadnya dengan Prancis
Baca juga: Portugal awali Euro dengan kemenangan akbar 3-0 atas Hungaria
Rossi mungkin merendah, karena Hungaria juga tak dapat disepelekan. Fakta mereka dapat mengimbangi Portugal hingga enam menit pertandingan selesai sebelum kebobolan tiga gol termasuk dua gol Cristiano Ronaldo, menunjukkan Hungaria bukan regu sembarangan.
Rossi juga tidak boleh melupakan faktor penonton tuan rumah yg bakal memenuhi Puskas Arena dalam kapasitas penuhnya 67.125 orang. Ini dapat jadi kekuatan yg membalikkan semua ramalan.
"Dukungan seisi stadion adalah keuntungan bagi Hungaria, itu menolong banyak mereka dalam pertandingan pertamanya," saya Deschamps.
Dan memang, sebelum kalah 0-3 dari Portugal, selama 84 menit mereka menyulitkan Portugal. "Mereka regu yg sangat agresif, pekerja keras & sangat terorganisasi," sambung Deschamps.
Jangan lupa juga, Prancis cuma satu kali menang dari delapan pertandingan melawan Hungaria di bumi Hungaria. Sedangkan, kekalahan dari Portugal adalah yg perdana dialami Hungaria dalam 11 pertandingan terakhirnya.
Oleh karena itu, bukan tidak mungkin Hungaria menang, atau paling tidak mencuri satu poin, walaupun itu berat sekali karena harus mendapatkannya dari salah satu regu yg difavoritkan menjuarai Euro 2020 & sering menang dalam lima laga terakhirnya.
Prediksi sebelas pemain pertama
Hungaria: Peter Gulácsi; Endre Botka, Willi Orban, Attila Szalai; Adam Nagy; Gergo Lovrencsics, Laszlo Kleinheisler, Andras Schafer, Attila Fiola; Adam Szalai, Roland Sallai
Prancis: Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez; Paul Pogba, N'Golo Kante, Adrien Rabiot, Antoine Griezmann; Kylian Mbappe, Karim Benzema
Baca juga: Deschamps sebut Griezmann salah satu pemain terbaik Eropa bahkan dunia
Baca juga: Prancis gasak Bulgaria tetapi dibayangi ancaman cedera Karim Benzema
Skenario pertandingan
Pelatih Hungaria Marco Rossi tidak diganggu masalah cedera menjelang pertemuan dengan Prancis di negeri sendiri, kecuali Dominik Szoboszlai.
Dia akan kembali memasang formasi 3-5-2 di mana Peter Gulacsi tetap menjaga gawang setelah selama 84 menit sukses menghalau serbuan Portugal hingga tiga gol pada menit-menit terakhir karena buyarnya konsentrasi, menciptakan Hungaria kalah dari Cristiano Ronaldo Counter Strike.
Gulacsi kembali akan dibentengi tiga bek tengah Endre Botka, Willi Orban & Attila Szalai. Trio ini akan jadi tameng kepada duet dahaga gol Karim Benzema & Kylian Mbappe yg empat hari lalu dua kali menjebol Jerman namun dianulir karena offside.
Trio bek itu akan diapit Attila Fiola & Gergo Lovrencsics yg menempati kedua sayap pertahanan Hungaria, sedangkan di tengah Adam Nagy, Laszlo Kleinheiser & Andras Schafer, ditugaskan bertarung melawan trio gelandang Paul Pogba, N'Golo Kante & Adrien Rabiot yg disebut sebagai kunci Prancis dalam menjinakkan Jerman empat hari lalu.
Di ujung sistem permainan, duet Roland Sallai & Adam Szalai jadi ujung tombak kembar dalam meneror bagian inti di sepertiga akhir lapangan.
Didier Deschamps dari pihak Prancis juga tidak dipusingkan oleh cedera pemain. Dia bahkan mungkin tidak akan mengubah susunan sebelas pemain pertamanya yg terbukti menciptakan Jerman mati kutu.
Kapten Hugo Lloris tetap jadi orang yg akan dilindungi empat bek dalam formasi 4-3-1-2. Sedangkan bek kanan Lucas Hernandez & bek kiri Benjamin Pavard akan fleksibel sejajar bersama duo bek tengah Raphael Varane & Presnel Kimpembe kala membendung serangan lawan, & naik menusuk lawan untuk menolong serangan.
Di tengah, triumvirat Pogba, Kante & Rabiot diperkirakan kembali mendikte lapangan tengah baik untuk membunuh inisiatif menyerang Hungaria maupun jadi titik pangkal dalam melancarkan serangan & terciptanya peluang-peluang.
Mereka akan jadi pemasok utama untuk duet maut Benzema & Mbappe di ujung serangan Prancis, sedangkan Griezmann jadi orang ketiga dalam regu serang Prancis itu.
Baca juga: Data & fakta timnas Prancis di Euro 2020
Baca juga: Data & fakta timnas Hungaria di Euro 2020
Statistik penting kedua tim
Prancis mengalahkan Jerman 1-0 dalam pertandingan pertama, sedangkan Hungaria dikalahkan Portugal 0-3.
Prancis memenangkan lima pertandingan terakhir melawan Hungaria setelah cuma memenangkan tiga dari 17 pertandingan sebelum itu. Tapi saat bertanding di bumi Hungaria, Prancis cuma menang satu kali dari delapan laga melawan Hungaria.
Kekalahan dari Portugal mengakhiri perjalanan sembilan laga tak terkalahkan Hungaria dalam berbagai pertandingan kompetitif.
Les Bleus tidak pernah menang dalam enam pertandingan kedua regu dalam Euro sejak keduanya berjumpa Juni 2016 dalam Euro 2016.
Hungaria menang tiga kali & kalah satu kali dalam lima pertandingan terakhirnya, sebaliknya Prancis memenangkan semua dari lima pertandingan terakhirnya tanpa kemasukan satu pun gol.
Baca juga: UEFA yakin semifinal & final Piala Eropa dapat diadakan di Wembley
Baca juga: Mancini sebut Prancis, Portugal, & Belgia lebih favorit juara
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Prancis vs Hungaria adalah spam, mohon beritahu kami.
Gelandang Prancis N'Golo Kante (kiri) mengerjakan pemanasan bersama striker Prancis Karim Benzema dalam sesi latih di Puskas Arena di Budapest, 18 Juni 2021, menjelang pertemuan dengan Hungaria dalam laga Grup F EURO 2020. ANTARA/AFP/LASZLO BALOGH
Jakarta (ANTARA) - Bergabungnya lagi Karim Benzema dalam timnas Prancis setelah enam tahun absen, menciptakan regu serangan Les Bleus semakin maut & kian meneror lawan. Bersama Kylian Mbappe & Antoine Griezmann, Benzema membentuk trisula paling eksplosif di dunia saat ini.
Musim lalu trio ini total mencetak 102 gol untuk Paris St Germain (PSG), Barcelona & Real Madrid. Rapor ini sudah menciptakan pusing Hungaria dalam memikirkan cara meredam mereka ketika Prancis & Hungaria berjumpa dalam pertandingan kedua Grup F Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu malam pukul 20.00 WIB nanti.
Namun, sekalipun tak boleh mengesampingkan dua gol mereka yg dibatalkan karena offside, trisula itu bukan pihak yg menciptakan Prancis mengalahkan Jerman. Prancis menang karena gol bunuh diri bek Jerman Mats Hummels.
Tanpa blunder Hummels, Jerman tak akan kalah. Tapi Jerman juga tak dapat menciptakan peluang karena dihambat oleh poros lapangan tengah Prancis yg diisi gelandang Paul Pogba, N'Golo Kante & Adrien Rabiot.
Baca juga: Benzema lupakan masa lalu, fokus bela Prancis di Euro 2020
Baca juga: Gol bunuh diri Hummels menciptakan Prancis menang 1-0 atas Jerman
Untuk itu, mengutip suratkabar la Provence di Marseille, trio pada poros permainan Prancis itu adalah segi tiga emas yg menciptakan sang pemenang dunia menjinakkan Jerman. Trio ini juga bakal menghambat Hungaria bermanuver di daerah pertahanan Prancis.
Sebaliknya bagi trisula Prancis, lawan yg lebih ringan seperti Hungaria memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan Prancis itu bukan sekadar trio gelandang tersebut. Sebaliknya menunjukkan betapa mautnya regu serang Les Bleus.
Mereka tak akan lagi dipaksa turun menolong pertahanan seperti sewaktu melawan Jerman itu. Mereka akan fokus kepada tugas utama, yakni menyerang & menciptakan gol. Dan gol mereka dapat menciptakan Prancis menyusul Italia, Belgia, & Belanda ke 16 besar.
Pelatih Hungaria Marco Rossi sendiri berusaha realistis menghadapi lawan yg kian angker dari pertandingan ke pertandingan. Pertama pemenang bertahan Portugal, kini pemenang dunia Prancis, terakhir Jerman yg mantan pemenang dunia & pemenang Eropa.
Rossi realistis mengenai peluang timnya memetik poin dari laga melawan regu bertabur bintang & berpengalaman seperti Prancis, apalagi kalau Deschamps mendorong trisulanya supaya lebih agresif dalam menekan lawan.
"Sepakbola itu permainan sederhana, kalau mereka menyerang Anda harus bertahan," mengatakan Rossi seperti dikutip AP. "Kita lihat saja seberapa bagus kami menyerang ketika kami memperoleh bola, tetapi sudah pasti sebuah regu bernilai 900 juta euro & kami yg cuma 60 juta euro, akan berbeda di lapangan."
Baca juga: Pelatih Hongaria akui disparitas akbar antara skuadnya dengan Prancis
Baca juga: Portugal awali Euro dengan kemenangan akbar 3-0 atas Hungaria
Rossi mungkin merendah, karena Hungaria juga tak dapat disepelekan. Fakta mereka dapat mengimbangi Portugal hingga enam menit pertandingan selesai sebelum kebobolan tiga gol termasuk dua gol Cristiano Ronaldo, menunjukkan Hungaria bukan regu sembarangan.
Rossi juga tidak boleh melupakan faktor penonton tuan rumah yg bakal memenuhi Puskas Arena dalam kapasitas penuhnya 67.125 orang. Ini dapat jadi kekuatan yg membalikkan semua ramalan.
"Dukungan seisi stadion adalah keuntungan bagi Hungaria, itu menolong banyak mereka dalam pertandingan pertamanya," saya Deschamps.
Dan memang, sebelum kalah 0-3 dari Portugal, selama 84 menit mereka menyulitkan Portugal. "Mereka regu yg sangat agresif, pekerja keras & sangat terorganisasi," sambung Deschamps.
Jangan lupa juga, Prancis cuma satu kali menang dari delapan pertandingan melawan Hungaria di bumi Hungaria. Sedangkan, kekalahan dari Portugal adalah yg perdana dialami Hungaria dalam 11 pertandingan terakhirnya.
Oleh karena itu, bukan tidak mungkin Hungaria menang, atau paling tidak mencuri satu poin, walaupun itu berat sekali karena harus mendapatkannya dari salah satu regu yg difavoritkan menjuarai Euro 2020 & sering menang dalam lima laga terakhirnya.
Prediksi sebelas pemain pertama
Hungaria: Peter Gulácsi; Endre Botka, Willi Orban, Attila Szalai; Adam Nagy; Gergo Lovrencsics, Laszlo Kleinheisler, Andras Schafer, Attila Fiola; Adam Szalai, Roland Sallai
Prancis: Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez; Paul Pogba, N'Golo Kante, Adrien Rabiot, Antoine Griezmann; Kylian Mbappe, Karim Benzema
Baca juga: Deschamps sebut Griezmann salah satu pemain terbaik Eropa bahkan dunia
Baca juga: Prancis gasak Bulgaria tetapi dibayangi ancaman cedera Karim Benzema
Skenario pertandingan
Pelatih Hungaria Marco Rossi tidak diganggu masalah cedera menjelang pertemuan dengan Prancis di negeri sendiri, kecuali Dominik Szoboszlai.
Dia akan kembali memasang formasi 3-5-2 di mana Peter Gulacsi tetap menjaga gawang setelah selama 84 menit sukses menghalau serbuan Portugal hingga tiga gol pada menit-menit terakhir karena buyarnya konsentrasi, menciptakan Hungaria kalah dari Cristiano Ronaldo Counter Strike.
Gulacsi kembali akan dibentengi tiga bek tengah Endre Botka, Willi Orban & Attila Szalai. Trio ini akan jadi tameng kepada duet dahaga gol Karim Benzema & Kylian Mbappe yg empat hari lalu dua kali menjebol Jerman namun dianulir karena offside.
Trio bek itu akan diapit Attila Fiola & Gergo Lovrencsics yg menempati kedua sayap pertahanan Hungaria, sedangkan di tengah Adam Nagy, Laszlo Kleinheiser & Andras Schafer, ditugaskan bertarung melawan trio gelandang Paul Pogba, N'Golo Kante & Adrien Rabiot yg disebut sebagai kunci Prancis dalam menjinakkan Jerman empat hari lalu.
Di ujung sistem permainan, duet Roland Sallai & Adam Szalai jadi ujung tombak kembar dalam meneror bagian inti di sepertiga akhir lapangan.
Didier Deschamps dari pihak Prancis juga tidak dipusingkan oleh cedera pemain. Dia bahkan mungkin tidak akan mengubah susunan sebelas pemain pertamanya yg terbukti menciptakan Jerman mati kutu.
Kapten Hugo Lloris tetap jadi orang yg akan dilindungi empat bek dalam formasi 4-3-1-2. Sedangkan bek kanan Lucas Hernandez & bek kiri Benjamin Pavard akan fleksibel sejajar bersama duo bek tengah Raphael Varane & Presnel Kimpembe kala membendung serangan lawan, & naik menusuk lawan untuk menolong serangan.
Di tengah, triumvirat Pogba, Kante & Rabiot diperkirakan kembali mendikte lapangan tengah baik untuk membunuh inisiatif menyerang Hungaria maupun jadi titik pangkal dalam melancarkan serangan & terciptanya peluang-peluang.
Mereka akan jadi pemasok utama untuk duet maut Benzema & Mbappe di ujung serangan Prancis, sedangkan Griezmann jadi orang ketiga dalam regu serang Prancis itu.
Baca juga: Data & fakta timnas Prancis di Euro 2020
Baca juga: Data & fakta timnas Hungaria di Euro 2020
Statistik penting kedua tim
Prancis mengalahkan Jerman 1-0 dalam pertandingan pertama, sedangkan Hungaria dikalahkan Portugal 0-3.
Prancis memenangkan lima pertandingan terakhir melawan Hungaria setelah cuma memenangkan tiga dari 17 pertandingan sebelum itu. Tapi saat bertanding di bumi Hungaria, Prancis cuma menang satu kali dari delapan laga melawan Hungaria.
Kekalahan dari Portugal mengakhiri perjalanan sembilan laga tak terkalahkan Hungaria dalam berbagai pertandingan kompetitif.
Les Bleus tidak pernah menang dalam enam pertandingan kedua regu dalam Euro sejak keduanya berjumpa Juni 2016 dalam Euro 2016.
Hungaria menang tiga kali & kalah satu kali dalam lima pertandingan terakhirnya, sebaliknya Prancis memenangkan semua dari lima pertandingan terakhirnya tanpa kemasukan satu pun gol.
Baca juga: UEFA yakin semifinal & final Piala Eropa dapat diadakan di Wembley
Baca juga: Mancini sebut Prancis, Portugal, & Belgia lebih favorit juara
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Prancis vs Hungaria adalah spam, mohon beritahu kami.