Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.253
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview Euro 2020: Kroasia vs Republik Ceko.
Pemain Kroasia Ivan Perisic turut mengikuti sesi latihan di Hampden Park di Glasgow pada 17 Juni 2021 menjelang pertemuan dengan Republik Ceko dalam pertandingan Grup D EURO 2020. (AFP/PAUL ELLIS)
Jakarta (ANTARA) - Peluang Kroasia maju ke fase knockout Euro 2020 akan tergantung kepada ketajaman barisan depannya & sekaligus kepada cara bagaimana menjinakkan striker Republik Ceko Patrik Schick yg menginspirasi timnya saat mengalahkan Skotlandia.
Dalam pertemuan Kroasia & Ceko di Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, Jumat malam pukul 23.00 WIB nanti itu, Kroasia jadi regu yg paling tertekan & dituntut menang setelah tergelincir melawan Inggris dalam pertandingan perdana yg memburamkan perjalanan ke depan mereka padahal tiga tahun lalu Kroasia mengejutkan dunia setelah jadi runner up Piala Dunia 2018.
Memang kekalahan 0-1 dari Inggris itu bukan akhir dari segalanya, tetapi dapat memaksa pelatih Zlatko Dalic mengubah formasi timnya. Dalic sendiri, dalam bahasanya sendiri, mengharapkan timnya berubah lebih berbahaya & berorientasi menyerang dalam laga keduanya di Grup D itu.
Baca juga: Kalah di laga pembuka bukan berarti Kroasia habis, mengatakan Vrsaljko
"Kami tahu masalah kami belakangan ini adalah soal penyelesaian akhir. Kami berusaha memperbaiknya untuk pertandingan nanti itu. Saya yakin kami akan jauh lebih baik & lebih berbahaya," mengatakan asisten pelatih Kroasia Vedran Corluka.
Namun Kroasia tahu pasti Ceko yg sekarang bukan Ceko yg dulu. Dan ini diakui Corluka yg pernah jadi bek tengah ketika Kroasia ditahan seri 2-2 oleh Ceko pada pertandingan fase grup Euro 2016.
"Tim Ceko kali ini," mengatakan Corluka, "adalah regu yg jauh lebih dinamis, jauh lebih cepat, & saya kira jauh tidak menyenangkan, jadi akan lebih sulit bagi kami.”
Sebagian akbar ancaman yg dihadirkan Ceko untuk lawan-lawannya berasal dari seorang pemain, Patrik Schick, yg mencetak dua gol ke gawang Skotlandia empat hari lalu. Namun Kroasia enggan cuma menjaga Schick seorang.
"Schick memang pemain hebat & saya bilang ini bukan karena dia mencetak dua gol ketika melawan Skotlandia," mengatakan Corluka seperti dikutip Reuters. "Dia juga hebat pada tingkat klub, tetapi kami tak akan menjaga dia. Kami tak akan menjaga seorang pemain karena kami tak pernah mengerjakannya."
Sebaliknya Kroasia, mengatakan Corluka, akan berusaha mengerjakan semuanya dengan lebih tenang tanpa memberikan ruang kepada Ceko dalam melancarkan serangan balik atau bahkan menciptakan keadaan berbahaya sekalipun.
Mengingat ketajaman serangan jadi masalah penting skuad ini maka Kroasia mesti mendorong playmaker Luka Modric supaya bermain lebih inspiratif lagi ketimbang yg dia perlihatkan saat melawan Inggris di Stadion Wembley lalu.
Baca juga: Raheem Sterling antar Inggris revans kecil atas Kroasia
Tetapi sepertinya bukan cuma Kroasia yg bakal menyerang, karena Ceko juga tak berminat bermain defensif. Ceko akan tetap tampil menyerang sambil berharap Patrik Schick & penjaga gawang Tomas Vaclik mengulangi penampilan menawannya saat melawan Skotlandia pada laga pembuka mereka itu.
"Saya yakin kami dapat mengimbangi mereka (Kroasia), menjaga mereka dengan ketat & tidak memberi ruang. Itu satu-satunya cara. Jika Tomas Vaclik & Patrik Schick mengulangi performanya & kalau dia kembali tampil cemerlang maka kami dapat mendapatkan hasil bagus dari pertandingan ini," mengatakan pelatih Ceko Jaroslav Silhavy.
Silhavy juga memastikan tidak akan cepat berpuas diri cuma karena sudah memenangi satu dari tiga pertandingan fase grup. Karena ini belum cukup, apalagi lawannya kali ini lebih kuat & lebih berbahaya dibandingkan dengan Skotlandia.
"Mereka memiliki pemain-pemain hebat yg bermain di klub-klub top Eropa. Mereka memang kuat sekali, khususnya dalam serangan & tak terhentikan. Tetapi kami tidak boleh cuma bertahan karena kami juga harus menyerang," janji Silhavy.
Ini pesan jelas bahwa pertandingan Jumat larut malam itu akan berlangsung sengit. Kroasia akan mati-matian memenanginya supaya asa ke fase gugur terpelihara baik.
Namun Ceko juga tak mau membahayakan diri sendiri dengan main aman, walaupun hasil seri sudah menciptakan satu kakinya menginjak babak gugur. Kekalahan dapat menciptakan Ceko berada pada posisi sulit, apalagi Inggris jadi lawan mereka berikutnya dalam laga terakhir fase grup pekan depan.
Baca juga: Soal gol indahnya, Schick akui sudah amati pergerakan kiper Skotlandia
Prediksi sebelas pemain kedua tim
Republik Ceko: Tomas Vaclík; Vladimir Coufal, Ondrej Celustka, Tomas Kalas, Jan Boril; Alex Kral, Tomas Soucek; Lukas Masopust, Vladimir Darida, Jakub Jankto; Patrik Schick
Kroasia: Dominik Livakovic; Sime Vrsaljko, Domagoj Vida, Dejan Lovren, Josko Gvardiol; Marcelo Brozovic, Mateo Kovacic; Ivan Perisic, Luka Modric, Ante Rebic; Andrej Kramaric
Skenario pertandingan
Kalah melawan Inggris dapat menciptakan pelatih Kroasia Zlatko Dalic tergoda mengubah susunan pemainnya dalam laga amat penting di Glasgow ini.
Tetapi dia dapat saja mempertahankan lineup sebelumnya. Dan kalau dia mesti mengubahnya kemungkinan dia memasang Andrej Kramaric sejak awal sebagai striker tengah yg akan menciptakan Ante Rebic beroperasi dalam posisi kesukaannya, sayap kiri.
Dengan begitu, Dalic mengadopsi formasi baru 4-2-3-1 yg menciptakan Kroasia lebih menyerang daripada saat melawan Inggris. Tetapi otak permainan Kroasia, Luka Modric, tetap berperan sebagai gelandang serang.
Ivan Perisic akan kembali berada di sisi kanan, sedangkan duet Mateo Kovacic & Marcelo Brozovic jadi poros ganda di tengah berkat kemampuan umpan & distribusi bola mereka yg mumpuni.
Untuk pertahanan, Kroasia dapat berharap Dejan Lovren yg mendapatkan lampu hijau untuk dapat bermain kembali setelah mengalami masalah lutut, makin mempersolid timnya.
Baca juga: Data & fakta timnas Kroasia di Euro 2020
Mantan bek tengah Liverpool ini akan berduet dengan bek tengah Domagoj Vida, yg akan diapit oleh dua bek sayap, Sime Vrsaljko di kanan & Josko Gvardiol di kiri.
Akan halnya pelatih Jaroslav Silhavy, dia tak punya alasan mengubah formasi 4-2-3-1 yg menciptakan Ceko mengalahkan Skotlandia dalam laga pertama.
Patrik Schick dipastikan tetap memimpin sistem serangan Ceko yg akan dibantu dua pemain sayap Lukas Masopust & Jakub Jankto, walaupun Silhavy masih punya opsi pada pemain berbakat Adam Hlozek. Vladimir Darida tetap mengisi lapis kedua tekanan di belakang Schick, selain jadi penghubung kepada duo gelandang tengah Tomas Soucek & Alex Kral.
Sementara Tomas Vaclik tetap menjaga gawang Ceko yg kembali bakal dilindungi empat bek Vladimir Coufal, Tomas Kalas, Ondrej Celustka & Jan Boril. Kuartet ini dapat jadi kunci dalam memupus impian Kroasia merebut poin sempurna dari laga ini.
Statistik penting kedua tim
Kroasia kalah 0-1 dari Inggris pada laga pertama, sedangkan Republik Ceko menang 2-0 melawan Skotlandia
Kroasia kalah dua kali & menang dua kali dalam lima pertandingan terakhirnya, uniknya Republik Ceko juga bercatatan sama
Kedua regu juga hampir impas dalam menciptakan gol & kebobolan pada lima pertandingan terakhirnya. Ceko memasukkan 5 gol & kebobolan 4 gol, sedangkan Kroasia memasukkan & kebobolan sama 6 gol.
Dari tiga pertemuan terakhir di antara kedua tim, Ceko menang dua kali, satu pertandingan lainnya seri & merupakan pertemuan terbaru mereka yg terjadi pada Euro 2016 saat mereka seri 2-2
Baca juga: Robertson akui optimalisasi peluang jadi disparitas Skotlandia & Ceko
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Kroasia vs Republik Ceko adalah spam, mohon beritahu kami.
Pemain Kroasia Ivan Perisic turut mengikuti sesi latihan di Hampden Park di Glasgow pada 17 Juni 2021 menjelang pertemuan dengan Republik Ceko dalam pertandingan Grup D EURO 2020. (AFP/PAUL ELLIS)
Jakarta (ANTARA) - Peluang Kroasia maju ke fase knockout Euro 2020 akan tergantung kepada ketajaman barisan depannya & sekaligus kepada cara bagaimana menjinakkan striker Republik Ceko Patrik Schick yg menginspirasi timnya saat mengalahkan Skotlandia.
Dalam pertemuan Kroasia & Ceko di Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, Jumat malam pukul 23.00 WIB nanti itu, Kroasia jadi regu yg paling tertekan & dituntut menang setelah tergelincir melawan Inggris dalam pertandingan perdana yg memburamkan perjalanan ke depan mereka padahal tiga tahun lalu Kroasia mengejutkan dunia setelah jadi runner up Piala Dunia 2018.
Memang kekalahan 0-1 dari Inggris itu bukan akhir dari segalanya, tetapi dapat memaksa pelatih Zlatko Dalic mengubah formasi timnya. Dalic sendiri, dalam bahasanya sendiri, mengharapkan timnya berubah lebih berbahaya & berorientasi menyerang dalam laga keduanya di Grup D itu.
Baca juga: Kalah di laga pembuka bukan berarti Kroasia habis, mengatakan Vrsaljko
"Kami tahu masalah kami belakangan ini adalah soal penyelesaian akhir. Kami berusaha memperbaiknya untuk pertandingan nanti itu. Saya yakin kami akan jauh lebih baik & lebih berbahaya," mengatakan asisten pelatih Kroasia Vedran Corluka.
Namun Kroasia tahu pasti Ceko yg sekarang bukan Ceko yg dulu. Dan ini diakui Corluka yg pernah jadi bek tengah ketika Kroasia ditahan seri 2-2 oleh Ceko pada pertandingan fase grup Euro 2016.
"Tim Ceko kali ini," mengatakan Corluka, "adalah regu yg jauh lebih dinamis, jauh lebih cepat, & saya kira jauh tidak menyenangkan, jadi akan lebih sulit bagi kami.”
Sebagian akbar ancaman yg dihadirkan Ceko untuk lawan-lawannya berasal dari seorang pemain, Patrik Schick, yg mencetak dua gol ke gawang Skotlandia empat hari lalu. Namun Kroasia enggan cuma menjaga Schick seorang.
"Schick memang pemain hebat & saya bilang ini bukan karena dia mencetak dua gol ketika melawan Skotlandia," mengatakan Corluka seperti dikutip Reuters. "Dia juga hebat pada tingkat klub, tetapi kami tak akan menjaga dia. Kami tak akan menjaga seorang pemain karena kami tak pernah mengerjakannya."
Sebaliknya Kroasia, mengatakan Corluka, akan berusaha mengerjakan semuanya dengan lebih tenang tanpa memberikan ruang kepada Ceko dalam melancarkan serangan balik atau bahkan menciptakan keadaan berbahaya sekalipun.
Mengingat ketajaman serangan jadi masalah penting skuad ini maka Kroasia mesti mendorong playmaker Luka Modric supaya bermain lebih inspiratif lagi ketimbang yg dia perlihatkan saat melawan Inggris di Stadion Wembley lalu.
Baca juga: Raheem Sterling antar Inggris revans kecil atas Kroasia
Tetapi sepertinya bukan cuma Kroasia yg bakal menyerang, karena Ceko juga tak berminat bermain defensif. Ceko akan tetap tampil menyerang sambil berharap Patrik Schick & penjaga gawang Tomas Vaclik mengulangi penampilan menawannya saat melawan Skotlandia pada laga pembuka mereka itu.
"Saya yakin kami dapat mengimbangi mereka (Kroasia), menjaga mereka dengan ketat & tidak memberi ruang. Itu satu-satunya cara. Jika Tomas Vaclik & Patrik Schick mengulangi performanya & kalau dia kembali tampil cemerlang maka kami dapat mendapatkan hasil bagus dari pertandingan ini," mengatakan pelatih Ceko Jaroslav Silhavy.
Silhavy juga memastikan tidak akan cepat berpuas diri cuma karena sudah memenangi satu dari tiga pertandingan fase grup. Karena ini belum cukup, apalagi lawannya kali ini lebih kuat & lebih berbahaya dibandingkan dengan Skotlandia.
"Mereka memiliki pemain-pemain hebat yg bermain di klub-klub top Eropa. Mereka memang kuat sekali, khususnya dalam serangan & tak terhentikan. Tetapi kami tidak boleh cuma bertahan karena kami juga harus menyerang," janji Silhavy.
Ini pesan jelas bahwa pertandingan Jumat larut malam itu akan berlangsung sengit. Kroasia akan mati-matian memenanginya supaya asa ke fase gugur terpelihara baik.
Namun Ceko juga tak mau membahayakan diri sendiri dengan main aman, walaupun hasil seri sudah menciptakan satu kakinya menginjak babak gugur. Kekalahan dapat menciptakan Ceko berada pada posisi sulit, apalagi Inggris jadi lawan mereka berikutnya dalam laga terakhir fase grup pekan depan.
Baca juga: Soal gol indahnya, Schick akui sudah amati pergerakan kiper Skotlandia
Prediksi sebelas pemain kedua tim
Republik Ceko: Tomas Vaclík; Vladimir Coufal, Ondrej Celustka, Tomas Kalas, Jan Boril; Alex Kral, Tomas Soucek; Lukas Masopust, Vladimir Darida, Jakub Jankto; Patrik Schick
Kroasia: Dominik Livakovic; Sime Vrsaljko, Domagoj Vida, Dejan Lovren, Josko Gvardiol; Marcelo Brozovic, Mateo Kovacic; Ivan Perisic, Luka Modric, Ante Rebic; Andrej Kramaric
Skenario pertandingan
Kalah melawan Inggris dapat menciptakan pelatih Kroasia Zlatko Dalic tergoda mengubah susunan pemainnya dalam laga amat penting di Glasgow ini.
Tetapi dia dapat saja mempertahankan lineup sebelumnya. Dan kalau dia mesti mengubahnya kemungkinan dia memasang Andrej Kramaric sejak awal sebagai striker tengah yg akan menciptakan Ante Rebic beroperasi dalam posisi kesukaannya, sayap kiri.
Dengan begitu, Dalic mengadopsi formasi baru 4-2-3-1 yg menciptakan Kroasia lebih menyerang daripada saat melawan Inggris. Tetapi otak permainan Kroasia, Luka Modric, tetap berperan sebagai gelandang serang.
Ivan Perisic akan kembali berada di sisi kanan, sedangkan duet Mateo Kovacic & Marcelo Brozovic jadi poros ganda di tengah berkat kemampuan umpan & distribusi bola mereka yg mumpuni.
Untuk pertahanan, Kroasia dapat berharap Dejan Lovren yg mendapatkan lampu hijau untuk dapat bermain kembali setelah mengalami masalah lutut, makin mempersolid timnya.
Baca juga: Data & fakta timnas Kroasia di Euro 2020
Mantan bek tengah Liverpool ini akan berduet dengan bek tengah Domagoj Vida, yg akan diapit oleh dua bek sayap, Sime Vrsaljko di kanan & Josko Gvardiol di kiri.
Akan halnya pelatih Jaroslav Silhavy, dia tak punya alasan mengubah formasi 4-2-3-1 yg menciptakan Ceko mengalahkan Skotlandia dalam laga pertama.
Patrik Schick dipastikan tetap memimpin sistem serangan Ceko yg akan dibantu dua pemain sayap Lukas Masopust & Jakub Jankto, walaupun Silhavy masih punya opsi pada pemain berbakat Adam Hlozek. Vladimir Darida tetap mengisi lapis kedua tekanan di belakang Schick, selain jadi penghubung kepada duo gelandang tengah Tomas Soucek & Alex Kral.
Sementara Tomas Vaclik tetap menjaga gawang Ceko yg kembali bakal dilindungi empat bek Vladimir Coufal, Tomas Kalas, Ondrej Celustka & Jan Boril. Kuartet ini dapat jadi kunci dalam memupus impian Kroasia merebut poin sempurna dari laga ini.
Statistik penting kedua tim
Kroasia kalah 0-1 dari Inggris pada laga pertama, sedangkan Republik Ceko menang 2-0 melawan Skotlandia
Kroasia kalah dua kali & menang dua kali dalam lima pertandingan terakhirnya, uniknya Republik Ceko juga bercatatan sama
Kedua regu juga hampir impas dalam menciptakan gol & kebobolan pada lima pertandingan terakhirnya. Ceko memasukkan 5 gol & kebobolan 4 gol, sedangkan Kroasia memasukkan & kebobolan sama 6 gol.
Dari tiga pertemuan terakhir di antara kedua tim, Ceko menang dua kali, satu pertandingan lainnya seri & merupakan pertemuan terbaru mereka yg terjadi pada Euro 2016 saat mereka seri 2-2
Baca juga: Robertson akui optimalisasi peluang jadi disparitas Skotlandia & Ceko
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Kroasia vs Republik Ceko adalah spam, mohon beritahu kami.