Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.203
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview Euro 2020: Italia vs Wales.
Striker Italia Lorenzo Insigne (tengah) mengerjakan pemanasan bersama rekan-rekan satu regu dalam sesi latih di pusat sport Acqua Acetosa di Roma pada 19 Juni 2021, menjelang pertandingan Grup A EURO 2020 melawan Wales. ANTARA/AFP/Andreas Solaro
Jakarta (ANTARA) - Wales yg tak mau disepelekan & Italia yg sudah menapak babak 16 Besar sehingga pelatihnya tergoda menurunkan unit keduanya, untuk kesepuluh kalinya berjumpa lagi & yg perdana sejak dua leg kualifikasi Euro 2004 yg keduanya dimenangkan Italia.
Dari berbagai catatan, Italia masih di atas angin. Azzurri juga tak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhirnya & selama 965 menit tak ada yg dapat menjebol gawangnya, sebaliknya membobol gawang lawan 31 kali.
Dalam tiga tahun terakhir Italia bahkan tak terkalahkan dalam 29 pertandingan sejak kalah 0-1 melawan Portugal pada September 2018.
Baca juga: Chiellini berharap segera pulih & siap mainkan babak 16 besar
Seandainya Wales kalah dalam laga pamungkas Grup A ini, maka Italia akan menyamai rekor kemenangan berturut-turut paling lama dalam sejarah negeri itu, 30 laga, yg tercipta dari 1935 hingga 1939.
Tapi pelatih Roberto Mancini sepertinya tak terlalu mempedulikan rekor-rekor itu. Satu-satunya yg dia cari adalah mengantarkan Italia sejauh mungkin melangkah untuk akhirnya jadi pemenang Eropa setelah 53 tahun tak pernah dapat mengerjakannya lagi.
Kalaupun ada ambisi tambahan, maka itu adalah penegasan bahwa Italia sudah kembali ke pentas dunia setelah tiga tahun lalu gagal mengikuti Piala Dunia 2018, padahal 12 tahun sebelum itu Azzurri menjuarai turnamen ini.
Ambisi itu tergambar dari langkah-langkah Mancini yg terencana & sangat kalkulatif selama melatih Italia. Salah satunya tergambar jelas dari rancangan pragmatis dia dalam mengistirahatkan pemain-pemain pentingnya saat melawan Wales nanti karena mengharapkan skuadnya siap 100 persen menjalani laga 16 akbar yg kemungkinan melawan tim-tim lebih kuat ketimbang yg ada di Grup A.
Tetapi dari skema UEFA untuk 16 Besar Euro 2020, calon lawan terberat Italia dalam 16 akbar adalah Ukraina atau Austria. Azzuri tak mungkin berjumpa terlalu awal dengan Belanda, Inggris, Spanyol atau tiga raksasa Grup F (Portugal, Jerman & Prancis).
Tetap saja, Mancini sangat kalkulatif. Apalagi kalau dia benar menurunkan banyak pemain lapis kedua melawan Wales. Dan terlebih setelah ada kritik bahwa Italia belum teruji oleh tim-tim besar. "Saya tak menganggap mereka sudah sungguh teruji," mengatakan mantan gelandang Prancis Patrick Vieira seperti dikutip Reuters.
Mungkin karena memang menghitung kualitas calon lawannya nanti yg diperkirakan semakin kuat, Mancini menyimpan pemain-pemain terbaiknya. Tapi bukan berarti separuh skuad Azzurri lainnya berkualitas lebih rendah.
Baca juga: Manuel Locatelli antar Italia ke babak 16 besar
"Kami punya 26 starter," tandas winger Federico Chiesa yg melukiskan tak ada satu pun dari 26 pemain skuad Italia yg kualitasnya lebih rendah dari yg selama ini sering jadi starter. Chiesa disebut-sebut bakal menggantikan Lorenzo Insigne saat melawan Wales.
Namun apa pun yg dipasang Italia, Wales tak terpengaruh. Meskipun gelandang Daniel James meminta timnya tidak dianggap sebelah mata karena Italia memasang regu kedua, Wales sebenarnya makin nyaman kalau Italia menyimpan energi untuk babak knockout.
"Tak ada tekanan. Kami akan pergi ke sana & menikmatinya," mengatakan bek kanan Wales Connor Roberts.
Lagi pula suasana hati Wales sedang baik setelah mengalahkan Turki 2-0 & seri melawan Swiss pada dua pertandingan pertama.
Jika menang, Wales ke 16 akbar dengan status pemenang grup. Jika seri, Wales tetap ke 16 akbar dengan status runner up. Bahkan kalau kalah pun, Wales tetap dapat berstatus runner-up, kalau Swiss tak dapat mengalahkan Turki.
Kalau pun mereka kalah melawan Italia, & Swiss mengalahkan Turki, Wales tetap mempunyai peluang ke 16 akbar dengan predikat salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik.
Oleh karena itu, laga Italia melawan Wales dapat berjalan datar karena semua sudah aman, kecuali lapis kedua Azzurri harap menunjukkan kualitas mereka.
Baca juga: Wales jejakkan satu kaki di 16 akbar Euro 2020 seusai bekap Turki 2-0
Prediksi sebelas pemain pertama
Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Giovani Di Lorenzo, Leonardo Bonucci, Franceso Acerbi, Leonardo Spinazzola; Manuel Locatelli, Jorginho, Marco Verratti; Domenico Berardi, Andrea Belotti, Federico Chiesa
Wales (4-2-3-1): Daniel Ward; Conor Roberts, Chris Mepham, Joe Rodon, Ben Davies; Ethan Ampadu, Joe Allen; Gareth Bale, Aaron Ramsey, Daniel James; Kieffar Moore
Skenario pertandingan
Sudah menggenggam tiket babak knockout, Roberto Mancini dipastikan menurunkan regu kedua melawan Wales supaya pemain-pemain intinya segar menghadapi 16 Besar.
Misi Mancini adalah menguji lapisan keduanya & menjaga pemain intinya siap bertarung dalam energi akbar pada 16 akbar dengan lawan yg mungkin lebih kuat.
Oleh karena itu dia mungkin mengistirahatkan Lorenzo Insigne & Ciro Immobile dengan mengundang masuk Federico Chiesa & Andrea Belotti dalam barisan starter.
Marco Verratti yg sudah bugar juga mungkin jadi starter, sehingga gelandang kreatif Nicolo Barella dapat ditaruh di bangku cadangan. Tetapi Mancini duo lapangan tengah yg instrumental bagi Azzurri, yakni Manuel Locatelli & Jorginho, tetap di tempatnya. Jika yg dua ini juga diistirahatkan, maka Gaetano Castrovilli atau Bryan Cristante akan diberi kesempatan merasakan atmosfer turnamen besar.
Baca juga: Italia hidupkan semangat hadapi Euro 2020 setelah gagal di Piala Dunia
Di lini belakang, Giorgio Chiellini sudah pasti tak bermain karena perlu istirahat untuk memulihkan cedera. Tapi mitranya di jantung pertahanan, Leonardo Bonucci, mustahil tergeser. Sebaliknya dia bakal didampingi Francesco Acerbi.
Giovanni Di Lorenzi juga kembali mengisi bek kanan mengingat Alessandro Florenzi masih cedera. Demikian pula Leonardo Spinazzola yg tetap starter di sayap lain pertahanan Italia.
Dari Wales, pelatih kepala Robert Page lagi bahagia karena reformasi sistem berbuah manis dengan kemenangan atas Turki sehingga tak ada alasan mengubah formasi regu yg terbukti menang.
Namun Italia bakal menggoda Page untuk memainkan dua bek sayap Connor Roberts & Ben Davies dalam posisi lebih ke dalam guna menolong pertahanan untuk meredam Domenico Berardi & Federico Chiesa, selain bek kiri Leonardo Spinazzola yg hobi overlapping menusuk dari sayap.
Page juga memasang Ethan Ampadu yg mumpuni dalam menguasai bola, untuk membentengi duo bek tengah Joe Rodon & Chris Mepham di jantung pertahanan Wales.
Masuknya Ampadu menciptakan Joe Allen jadi lebih bebas dalam mengelola bola. Bersama Aaron Ramsey, Allen akan bahu membahu memasok bola dengan target dua sprinter, Gareth Bale & Daniel James, yg kerap memudahkan ujung tombak Kieffar Moore dalam mencari ruang & menciptakan peluang.
Baca juga: Walau gagal eksekusi penalti, Bale bangga tetap berjuang
Statistik kedua tim
Italia sudah lolos ke 16 akbar setelah menang 3-0 dalam dua pertandingan perdana melawan Turki & Swiss, Wales menempati urutan kedua dengan empat poin setelah seri 1-1 melawan Swiss & menang 2-0 dari Turki.
Italia memenangi tujuh dari sembilan laga terdahulu melawan Wales yg mengalahkan Italia pada Euro 2002. Jadi ini pertemuan kesepuluh mereka & yg perdana sejak kualifikasi Euro 2004 di mana kedua leg kualifikasi dimenangi Italia.
Ini juga putaran final Euro kesepuluh yg diikuti Italia. Hanya dua kali Azzurri gagal masuk putaran final Euro, pada 1996 & 2004.
Kemenangan atas Turki & Swiss pada Euro 2020 menciptakan rekor Azzurri di Roma jadi 37 kali menang, 18 seri, 6 kali kalah.
Italia tak terkalahkan di Roma baik dalam putaran final Euro maupun putaran final Piala Dunia. Catatannya, 10 kali menang, 2 kali kalah.
Ini partisipasi kedua berturut-turut Wales dalam putaran final Euro menyusul debut 2016.
Euro 2016 juga jadi putaran final turnamen akbar kedua yg diikuti Wales sejak mencapai perempat final Piala Dunia 1958.
Baca juga: Bale puji determinasi Wales sambil keluhkan cuaca Baku
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Italia vs Wales adalah spam, mohon beritahu kami.
Striker Italia Lorenzo Insigne (tengah) mengerjakan pemanasan bersama rekan-rekan satu regu dalam sesi latih di pusat sport Acqua Acetosa di Roma pada 19 Juni 2021, menjelang pertandingan Grup A EURO 2020 melawan Wales. ANTARA/AFP/Andreas Solaro
Jakarta (ANTARA) - Wales yg tak mau disepelekan & Italia yg sudah menapak babak 16 Besar sehingga pelatihnya tergoda menurunkan unit keduanya, untuk kesepuluh kalinya berjumpa lagi & yg perdana sejak dua leg kualifikasi Euro 2004 yg keduanya dimenangkan Italia.
Dari berbagai catatan, Italia masih di atas angin. Azzurri juga tak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhirnya & selama 965 menit tak ada yg dapat menjebol gawangnya, sebaliknya membobol gawang lawan 31 kali.
Dalam tiga tahun terakhir Italia bahkan tak terkalahkan dalam 29 pertandingan sejak kalah 0-1 melawan Portugal pada September 2018.
Baca juga: Chiellini berharap segera pulih & siap mainkan babak 16 besar
Seandainya Wales kalah dalam laga pamungkas Grup A ini, maka Italia akan menyamai rekor kemenangan berturut-turut paling lama dalam sejarah negeri itu, 30 laga, yg tercipta dari 1935 hingga 1939.
Tapi pelatih Roberto Mancini sepertinya tak terlalu mempedulikan rekor-rekor itu. Satu-satunya yg dia cari adalah mengantarkan Italia sejauh mungkin melangkah untuk akhirnya jadi pemenang Eropa setelah 53 tahun tak pernah dapat mengerjakannya lagi.
Kalaupun ada ambisi tambahan, maka itu adalah penegasan bahwa Italia sudah kembali ke pentas dunia setelah tiga tahun lalu gagal mengikuti Piala Dunia 2018, padahal 12 tahun sebelum itu Azzurri menjuarai turnamen ini.
Ambisi itu tergambar dari langkah-langkah Mancini yg terencana & sangat kalkulatif selama melatih Italia. Salah satunya tergambar jelas dari rancangan pragmatis dia dalam mengistirahatkan pemain-pemain pentingnya saat melawan Wales nanti karena mengharapkan skuadnya siap 100 persen menjalani laga 16 akbar yg kemungkinan melawan tim-tim lebih kuat ketimbang yg ada di Grup A.
Tetapi dari skema UEFA untuk 16 Besar Euro 2020, calon lawan terberat Italia dalam 16 akbar adalah Ukraina atau Austria. Azzuri tak mungkin berjumpa terlalu awal dengan Belanda, Inggris, Spanyol atau tiga raksasa Grup F (Portugal, Jerman & Prancis).
Tetap saja, Mancini sangat kalkulatif. Apalagi kalau dia benar menurunkan banyak pemain lapis kedua melawan Wales. Dan terlebih setelah ada kritik bahwa Italia belum teruji oleh tim-tim besar. "Saya tak menganggap mereka sudah sungguh teruji," mengatakan mantan gelandang Prancis Patrick Vieira seperti dikutip Reuters.
Mungkin karena memang menghitung kualitas calon lawannya nanti yg diperkirakan semakin kuat, Mancini menyimpan pemain-pemain terbaiknya. Tapi bukan berarti separuh skuad Azzurri lainnya berkualitas lebih rendah.
Baca juga: Manuel Locatelli antar Italia ke babak 16 besar
"Kami punya 26 starter," tandas winger Federico Chiesa yg melukiskan tak ada satu pun dari 26 pemain skuad Italia yg kualitasnya lebih rendah dari yg selama ini sering jadi starter. Chiesa disebut-sebut bakal menggantikan Lorenzo Insigne saat melawan Wales.
Namun apa pun yg dipasang Italia, Wales tak terpengaruh. Meskipun gelandang Daniel James meminta timnya tidak dianggap sebelah mata karena Italia memasang regu kedua, Wales sebenarnya makin nyaman kalau Italia menyimpan energi untuk babak knockout.
"Tak ada tekanan. Kami akan pergi ke sana & menikmatinya," mengatakan bek kanan Wales Connor Roberts.
Lagi pula suasana hati Wales sedang baik setelah mengalahkan Turki 2-0 & seri melawan Swiss pada dua pertandingan pertama.
Jika menang, Wales ke 16 akbar dengan status pemenang grup. Jika seri, Wales tetap ke 16 akbar dengan status runner up. Bahkan kalau kalah pun, Wales tetap dapat berstatus runner-up, kalau Swiss tak dapat mengalahkan Turki.
Kalau pun mereka kalah melawan Italia, & Swiss mengalahkan Turki, Wales tetap mempunyai peluang ke 16 akbar dengan predikat salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik.
Oleh karena itu, laga Italia melawan Wales dapat berjalan datar karena semua sudah aman, kecuali lapis kedua Azzurri harap menunjukkan kualitas mereka.
Baca juga: Wales jejakkan satu kaki di 16 akbar Euro 2020 seusai bekap Turki 2-0
Prediksi sebelas pemain pertama
Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Giovani Di Lorenzo, Leonardo Bonucci, Franceso Acerbi, Leonardo Spinazzola; Manuel Locatelli, Jorginho, Marco Verratti; Domenico Berardi, Andrea Belotti, Federico Chiesa
Wales (4-2-3-1): Daniel Ward; Conor Roberts, Chris Mepham, Joe Rodon, Ben Davies; Ethan Ampadu, Joe Allen; Gareth Bale, Aaron Ramsey, Daniel James; Kieffar Moore
Skenario pertandingan
Sudah menggenggam tiket babak knockout, Roberto Mancini dipastikan menurunkan regu kedua melawan Wales supaya pemain-pemain intinya segar menghadapi 16 Besar.
Misi Mancini adalah menguji lapisan keduanya & menjaga pemain intinya siap bertarung dalam energi akbar pada 16 akbar dengan lawan yg mungkin lebih kuat.
Oleh karena itu dia mungkin mengistirahatkan Lorenzo Insigne & Ciro Immobile dengan mengundang masuk Federico Chiesa & Andrea Belotti dalam barisan starter.
Marco Verratti yg sudah bugar juga mungkin jadi starter, sehingga gelandang kreatif Nicolo Barella dapat ditaruh di bangku cadangan. Tetapi Mancini duo lapangan tengah yg instrumental bagi Azzurri, yakni Manuel Locatelli & Jorginho, tetap di tempatnya. Jika yg dua ini juga diistirahatkan, maka Gaetano Castrovilli atau Bryan Cristante akan diberi kesempatan merasakan atmosfer turnamen besar.
Baca juga: Italia hidupkan semangat hadapi Euro 2020 setelah gagal di Piala Dunia
Di lini belakang, Giorgio Chiellini sudah pasti tak bermain karena perlu istirahat untuk memulihkan cedera. Tapi mitranya di jantung pertahanan, Leonardo Bonucci, mustahil tergeser. Sebaliknya dia bakal didampingi Francesco Acerbi.
Giovanni Di Lorenzi juga kembali mengisi bek kanan mengingat Alessandro Florenzi masih cedera. Demikian pula Leonardo Spinazzola yg tetap starter di sayap lain pertahanan Italia.
Dari Wales, pelatih kepala Robert Page lagi bahagia karena reformasi sistem berbuah manis dengan kemenangan atas Turki sehingga tak ada alasan mengubah formasi regu yg terbukti menang.
Namun Italia bakal menggoda Page untuk memainkan dua bek sayap Connor Roberts & Ben Davies dalam posisi lebih ke dalam guna menolong pertahanan untuk meredam Domenico Berardi & Federico Chiesa, selain bek kiri Leonardo Spinazzola yg hobi overlapping menusuk dari sayap.
Page juga memasang Ethan Ampadu yg mumpuni dalam menguasai bola, untuk membentengi duo bek tengah Joe Rodon & Chris Mepham di jantung pertahanan Wales.
Masuknya Ampadu menciptakan Joe Allen jadi lebih bebas dalam mengelola bola. Bersama Aaron Ramsey, Allen akan bahu membahu memasok bola dengan target dua sprinter, Gareth Bale & Daniel James, yg kerap memudahkan ujung tombak Kieffar Moore dalam mencari ruang & menciptakan peluang.
Baca juga: Walau gagal eksekusi penalti, Bale bangga tetap berjuang
Statistik kedua tim
Italia sudah lolos ke 16 akbar setelah menang 3-0 dalam dua pertandingan perdana melawan Turki & Swiss, Wales menempati urutan kedua dengan empat poin setelah seri 1-1 melawan Swiss & menang 2-0 dari Turki.
Italia memenangi tujuh dari sembilan laga terdahulu melawan Wales yg mengalahkan Italia pada Euro 2002. Jadi ini pertemuan kesepuluh mereka & yg perdana sejak kualifikasi Euro 2004 di mana kedua leg kualifikasi dimenangi Italia.
Ini juga putaran final Euro kesepuluh yg diikuti Italia. Hanya dua kali Azzurri gagal masuk putaran final Euro, pada 1996 & 2004.
Kemenangan atas Turki & Swiss pada Euro 2020 menciptakan rekor Azzurri di Roma jadi 37 kali menang, 18 seri, 6 kali kalah.
Italia tak terkalahkan di Roma baik dalam putaran final Euro maupun putaran final Piala Dunia. Catatannya, 10 kali menang, 2 kali kalah.
Ini partisipasi kedua berturut-turut Wales dalam putaran final Euro menyusul debut 2016.
Euro 2016 juga jadi putaran final turnamen akbar kedua yg diikuti Wales sejak mencapai perempat final Piala Dunia 1958.
Baca juga: Bale puji determinasi Wales sambil keluhkan cuaca Baku
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Italia vs Wales adalah spam, mohon beritahu kami.