Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.304
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview Euro 2020: Finlandia vs Rusia.
Para pemain Finlandia ambil bagian dalam sesi latihan di kota Zelenogorsk di pinggiran Saint Petersburg pada 14 Juni 2021 menjelang pertemuan dengan Rusia dalam laga kedua putaran final EURO 2020. Finlandia berusaha mengamankan posisi dengan setidaknya hasil seri untuk memungkinan dapat menggenggam tiket knockout. (AFP/OLGA MALTSEVA)
Jakarta (ANTARA) - Ada suasana hati berlainan dari dua kubu yg akan saling berlawanan saat Finlandia bertandang ke St Petersburg untuk menantang Rusia dalam pertandingan kedua Grup B Euro 2020.
Finlandia yg debutan putaran final Euro tengah diliputi semangat membuncah untuk terus menciptakan kejutan setelah sundulan Joel Pohjanpalo menciptakan mereka menang atas Denmark.
Kepercayaan diri mereka juga bertambah akbar setelah kiper Lukas Hradecky terbukti sangat andal hingga dapat mementahkan tendangan penalti Denmark dalam laga yg menciptakan syok banyak orang setelah gelandang Denmark Christian Eriksen tumbang karena serangan jantung.
Sebaliknya, Rusia mungkin datang dengan amarah & terluka sehingga bernafsu tinggi untuk harus menang akibat dibantai Belgia 0-3 dalam pertandingan pertamanya.
Baca juga: Dwigol Lukaku antar Belgia bungkam Rusia 3-0
Menyusul kekalahan dari Belgia itu, Rusia memang dikecam keras di dalam negeri. Tetapi manajer Stanislav Cherchesov menganggap wajar kecaman itu & malah menyebutnya sudah memicu skuadnya bangkit membuktikan diri.
Dia memastikan timnya sudah siap mengalahkan Finlandia, karena akan sangat akbar akibatnya kalau Rusia kalah, bahkan seri sekalipun.
"Kritik itu memang pantas terjadi,” mengatakan Cherchesov kepada wartawan seperti dikutip Reuters. "Tetapi kami sudah memulihkan diri dari pertandingan perdana itu. Kini kami memiliki persiapan yg sama sekali lain.”
Ada nada yakin dari Cherchesov. Bukan cuma karena akan tampil lagi di depan pendukung sendiri, tetapi juga fakta Finlandia tidak semengerikan Belgia. Sudah begitu, Rusia boleh membanggakan catatan pertemuannya sebelum ini dengan Finlandia.
Baca juga: Artyom Dzyuba pimpin skuad Rusia
Terakhir kali mereka bertemu, Rusia menang 3-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 2010. Meskipun tak pernah menang dalam enam putaran final Euro sebelumnya, Rusia cuma satu kali kalah dalam 18 pertemuan dengan Finlandia, & itu pun terjadi lama sekali pada Olimpiade Stockholm 1912.
Finlandia sendiri tak mau cepat puas cuma karena sudah mengalahkan Denmark. Mereka tetap hati-hati & sudah memperkirakan Rusia bakal tampil garang sejak menit perdana sehingga tahu pasti regu pertahanan mereka bakal tetap sesibuk saat melawan Denmark karena Rusia berusaha melampiaskan amarah dikalahkan 0-3 oleh Belgia di kandang sendiri.
"Menjaga dengan baik pemain-pemain mereka pada saat menguasai bola adalah kuncinya, & juga bertahan dalam menangkis tendangan bebas serta sepak pojok. Gelandang mereka sangat dinamis,” mengatakan pelatih Finlandia Markku Kanerva.
Namun Kanerva mengaku masih tak dapat menebak strategi apa yg diterapkan lawannya nanti. Yang dia lakukan adalah mendorong pemain-pemainnya supaya berpola pikir lebih positif dalam menghadapi Rusia nanti. Dalam taksiran Kanerva & skuad Finlandia, Rusia akan tampil menekan sejak wasit membunyikan peluit tanda pertandingan mulai.
Baca juga: Finlandia tundukkan Denmark 1-0 setelah Christian Eriksen kolaps
Sekalipun sudah bersiap menghadapi teror Rusia, ada nada optimisme dari Finlandia bahwa mereka bakal masuk fase gugur, langsung pada kesempatan pertamanya dalam putaran final Euro. Hasil seri pun dapat menciptakan mereka separuh menggenggam tiket fase knockout.
Dan Kanerva tak malu mengakuinya bahwa, "jika kami seri dalam pertandingan itu maka kami mungkin sudah puas.”
Hasil seri & kalau kemudian Denmark dikalahkan peringkat satu dunia Belgia, memang akan membuka peluang akbar bagi Finlandia untuk lolos dari fase grup, paling tidak sebagai calon salah satu peringkat tiga terbaik.
Prediksi sebelas pemain pertama
Finlandia: Lukas Hradecky; Daniel O’Shaughnessy, Paulus Arajuuri, Joon Toivio; Jere Uronen, Jukka Raitala, Glen Kamara, Tim Sparv, Robin Lod; Teemu Pukki, Joel Pohjanpalo
Rusia: Anton Shunin; Andrei Semyonov, Georgi Dzhikiya; Mário Fernandes, Vyacheslav Karavaev, Dmitri Barinov, Magomed Ozdoev; Aleksei Miranchuk, Aleksandr Golovin; Artem Dzyuba
Skenario pertandingan
Markku Kanerva mendapatkan suntikan semangat menjelang lawatan ke St Petersburg untuk menantang Rusia dalam pertandingan kedua mereka dalam Euro 2020.
Rabu malam nanti, Finlandia akan turun dengan kekuatan penuh karena tak ada yg cedera, bahkan bek kanan Nikolai Alho yg andalan pun sudah dapat berlatih bersama tim.
Sempat ada kekhawatiran kepada Joon Toivio yg tak mengikuti latihan Senin karena sakit jari kakinya, bek berusia 33 tahun ini akhirnya dipastikan siap dimainkan melawan Rusia. Seperti biasa dia membentuk formasi tiga bek bersama Paulus Arajuuri & Daniel O’Shaughessy. Mereka bertiga jadi palang pintu untuk kiper Lukas Hradecky.
Baca juga: Walau debutan, Finlandia & Makedonia Utara bukan pelengkap EURO 2020
Mereka juga tetap diapit oleh dua bek sayap yg juga petugas kreatif pertahanan, Jere Uronen & Jukka Raitala. Keduanya mendapatkan ditugaskan memasok bola dari sayap, sedangkan trio gelandang Glen Kamara, Robin Lod & kapten Tim Sparv jadi poros dalam menangkal serbuan Rusia & menutup ruang gerak Aleksandr Golovin yg kemungkinan akbar dipasang kembali oleh Rusia jadi ujung tombak serangannya.
Dalam formasi lima bek plus tiga gelandang pada pola bermain 3-5-2 ini, tugas meneror pertahanan Rusia akan dilimpahkan kepada Teemu Pukki untuk kembali bermitra dengan Joel Pohjanpalo yg mencetak gol kemenangan debutan Euro ini saat pertandingan perdana melawan Denmark pekan lalu.
Tidak seperti Finlandia, bos Rusia Stanislav Cherchesov agak direpotkan oleh masalah cedera menjelang pertandingan kedua Grup B ini karena tetap tak dapat memakai tenaga Yuri Zhirkov yg masih dibalut cedera.
Cherchesov cenderung memasang 4-2-3-1 seperti saat melawan Belgia sekalipun tak membuahkan hasil seperti diharapkan. Tapi sang pelatih melihat ketidakberhasilan ini lebih karena lawan yg dihadapi saat itu jauh lebih superior dari lawannya kali ini.
Baca juga: Pukki bahagia Finlandia menang, tetapi tinggalkan laga kepikiran Eriksen
Anton Shunin tetap menjaga gawang Rusia & sudah melatih diri untuk lebih cermat menjaga gawang. Dia akan diproteksi oleh kuartet pertahanan Andrei Semyonov & Georgi Dzhikiya di tengah, & Mario Fernandes & Vyacheslav Karavayev di sayap.
Yang dua belakangan juga bertugas mengalirkan bola dari belakang hingga jantung pertahanan Finlandia. Sebaliknya, ketika Finlandia menekan, mereka akan sejajar dengan Semyonov & Dzhikiya menangkal penetrasi Finlandia.
Akan halnya Dmitri Barinov & Magomed Ozdoyev, mereka tetap di tengah lapangan untuk merusak rencana serang Finlandia & sekaligus melapis pertahanan.
Duo ini akan terkoneksi ketat dengan dua gelandang kreatif Aleksandr Golovin & Aleksei Miranchuk yg jadi otak Rusia dalam melancarkan teror ke teras pertahanan Finlandia. Keduanya akan memasok bola kepada ujung tombak Artem Dzyuba.
Statistik penting kedua tim
Ini pertemuan kelima Finlandia & Rusia di mana keempat pertemuan terdahulu sering dimenangkan Rusia. Finlandia cuma dapat memasukkan satu gol, sebaliknya Rusia sudah 15 kali menjebol gawang Finlandia.
Finlandia cuma menang satu kali dalam tujuh pertandingan terakhirnya yg empat di antaranya berupa kekalahan. Tapi kemenangan itu terjadi dalam laga putaran final Euro pertamanya melawan Denmark lalu.
Rusia hampir sama dengan Finlandia, cuma menang tiga kali dari 12 laga terakhirnya. Rusia juga tak pernah menang dalam enam pertandingan putaran final Euro. Terakhir kali mereka menang saat menaklukkan Republik Ceko pada Euro 2012.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Finlandia vs Rusia adalah spam, mohon beritahu kami.
Para pemain Finlandia ambil bagian dalam sesi latihan di kota Zelenogorsk di pinggiran Saint Petersburg pada 14 Juni 2021 menjelang pertemuan dengan Rusia dalam laga kedua putaran final EURO 2020. Finlandia berusaha mengamankan posisi dengan setidaknya hasil seri untuk memungkinan dapat menggenggam tiket knockout. (AFP/OLGA MALTSEVA)
Jakarta (ANTARA) - Ada suasana hati berlainan dari dua kubu yg akan saling berlawanan saat Finlandia bertandang ke St Petersburg untuk menantang Rusia dalam pertandingan kedua Grup B Euro 2020.
Finlandia yg debutan putaran final Euro tengah diliputi semangat membuncah untuk terus menciptakan kejutan setelah sundulan Joel Pohjanpalo menciptakan mereka menang atas Denmark.
Kepercayaan diri mereka juga bertambah akbar setelah kiper Lukas Hradecky terbukti sangat andal hingga dapat mementahkan tendangan penalti Denmark dalam laga yg menciptakan syok banyak orang setelah gelandang Denmark Christian Eriksen tumbang karena serangan jantung.
Sebaliknya, Rusia mungkin datang dengan amarah & terluka sehingga bernafsu tinggi untuk harus menang akibat dibantai Belgia 0-3 dalam pertandingan pertamanya.
Baca juga: Dwigol Lukaku antar Belgia bungkam Rusia 3-0
Menyusul kekalahan dari Belgia itu, Rusia memang dikecam keras di dalam negeri. Tetapi manajer Stanislav Cherchesov menganggap wajar kecaman itu & malah menyebutnya sudah memicu skuadnya bangkit membuktikan diri.
Dia memastikan timnya sudah siap mengalahkan Finlandia, karena akan sangat akbar akibatnya kalau Rusia kalah, bahkan seri sekalipun.
"Kritik itu memang pantas terjadi,” mengatakan Cherchesov kepada wartawan seperti dikutip Reuters. "Tetapi kami sudah memulihkan diri dari pertandingan perdana itu. Kini kami memiliki persiapan yg sama sekali lain.”
Ada nada yakin dari Cherchesov. Bukan cuma karena akan tampil lagi di depan pendukung sendiri, tetapi juga fakta Finlandia tidak semengerikan Belgia. Sudah begitu, Rusia boleh membanggakan catatan pertemuannya sebelum ini dengan Finlandia.
Baca juga: Artyom Dzyuba pimpin skuad Rusia
Terakhir kali mereka bertemu, Rusia menang 3-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 2010. Meskipun tak pernah menang dalam enam putaran final Euro sebelumnya, Rusia cuma satu kali kalah dalam 18 pertemuan dengan Finlandia, & itu pun terjadi lama sekali pada Olimpiade Stockholm 1912.
Finlandia sendiri tak mau cepat puas cuma karena sudah mengalahkan Denmark. Mereka tetap hati-hati & sudah memperkirakan Rusia bakal tampil garang sejak menit perdana sehingga tahu pasti regu pertahanan mereka bakal tetap sesibuk saat melawan Denmark karena Rusia berusaha melampiaskan amarah dikalahkan 0-3 oleh Belgia di kandang sendiri.
"Menjaga dengan baik pemain-pemain mereka pada saat menguasai bola adalah kuncinya, & juga bertahan dalam menangkis tendangan bebas serta sepak pojok. Gelandang mereka sangat dinamis,” mengatakan pelatih Finlandia Markku Kanerva.
Namun Kanerva mengaku masih tak dapat menebak strategi apa yg diterapkan lawannya nanti. Yang dia lakukan adalah mendorong pemain-pemainnya supaya berpola pikir lebih positif dalam menghadapi Rusia nanti. Dalam taksiran Kanerva & skuad Finlandia, Rusia akan tampil menekan sejak wasit membunyikan peluit tanda pertandingan mulai.
Baca juga: Finlandia tundukkan Denmark 1-0 setelah Christian Eriksen kolaps
Sekalipun sudah bersiap menghadapi teror Rusia, ada nada optimisme dari Finlandia bahwa mereka bakal masuk fase gugur, langsung pada kesempatan pertamanya dalam putaran final Euro. Hasil seri pun dapat menciptakan mereka separuh menggenggam tiket fase knockout.
Dan Kanerva tak malu mengakuinya bahwa, "jika kami seri dalam pertandingan itu maka kami mungkin sudah puas.”
Hasil seri & kalau kemudian Denmark dikalahkan peringkat satu dunia Belgia, memang akan membuka peluang akbar bagi Finlandia untuk lolos dari fase grup, paling tidak sebagai calon salah satu peringkat tiga terbaik.
Prediksi sebelas pemain pertama
Finlandia: Lukas Hradecky; Daniel O’Shaughnessy, Paulus Arajuuri, Joon Toivio; Jere Uronen, Jukka Raitala, Glen Kamara, Tim Sparv, Robin Lod; Teemu Pukki, Joel Pohjanpalo
Rusia: Anton Shunin; Andrei Semyonov, Georgi Dzhikiya; Mário Fernandes, Vyacheslav Karavaev, Dmitri Barinov, Magomed Ozdoev; Aleksei Miranchuk, Aleksandr Golovin; Artem Dzyuba
Skenario pertandingan
Markku Kanerva mendapatkan suntikan semangat menjelang lawatan ke St Petersburg untuk menantang Rusia dalam pertandingan kedua mereka dalam Euro 2020.
Rabu malam nanti, Finlandia akan turun dengan kekuatan penuh karena tak ada yg cedera, bahkan bek kanan Nikolai Alho yg andalan pun sudah dapat berlatih bersama tim.
Sempat ada kekhawatiran kepada Joon Toivio yg tak mengikuti latihan Senin karena sakit jari kakinya, bek berusia 33 tahun ini akhirnya dipastikan siap dimainkan melawan Rusia. Seperti biasa dia membentuk formasi tiga bek bersama Paulus Arajuuri & Daniel O’Shaughessy. Mereka bertiga jadi palang pintu untuk kiper Lukas Hradecky.
Baca juga: Walau debutan, Finlandia & Makedonia Utara bukan pelengkap EURO 2020
Mereka juga tetap diapit oleh dua bek sayap yg juga petugas kreatif pertahanan, Jere Uronen & Jukka Raitala. Keduanya mendapatkan ditugaskan memasok bola dari sayap, sedangkan trio gelandang Glen Kamara, Robin Lod & kapten Tim Sparv jadi poros dalam menangkal serbuan Rusia & menutup ruang gerak Aleksandr Golovin yg kemungkinan akbar dipasang kembali oleh Rusia jadi ujung tombak serangannya.
Dalam formasi lima bek plus tiga gelandang pada pola bermain 3-5-2 ini, tugas meneror pertahanan Rusia akan dilimpahkan kepada Teemu Pukki untuk kembali bermitra dengan Joel Pohjanpalo yg mencetak gol kemenangan debutan Euro ini saat pertandingan perdana melawan Denmark pekan lalu.
Tidak seperti Finlandia, bos Rusia Stanislav Cherchesov agak direpotkan oleh masalah cedera menjelang pertandingan kedua Grup B ini karena tetap tak dapat memakai tenaga Yuri Zhirkov yg masih dibalut cedera.
Cherchesov cenderung memasang 4-2-3-1 seperti saat melawan Belgia sekalipun tak membuahkan hasil seperti diharapkan. Tapi sang pelatih melihat ketidakberhasilan ini lebih karena lawan yg dihadapi saat itu jauh lebih superior dari lawannya kali ini.
Baca juga: Pukki bahagia Finlandia menang, tetapi tinggalkan laga kepikiran Eriksen
Anton Shunin tetap menjaga gawang Rusia & sudah melatih diri untuk lebih cermat menjaga gawang. Dia akan diproteksi oleh kuartet pertahanan Andrei Semyonov & Georgi Dzhikiya di tengah, & Mario Fernandes & Vyacheslav Karavayev di sayap.
Yang dua belakangan juga bertugas mengalirkan bola dari belakang hingga jantung pertahanan Finlandia. Sebaliknya, ketika Finlandia menekan, mereka akan sejajar dengan Semyonov & Dzhikiya menangkal penetrasi Finlandia.
Akan halnya Dmitri Barinov & Magomed Ozdoyev, mereka tetap di tengah lapangan untuk merusak rencana serang Finlandia & sekaligus melapis pertahanan.
Duo ini akan terkoneksi ketat dengan dua gelandang kreatif Aleksandr Golovin & Aleksei Miranchuk yg jadi otak Rusia dalam melancarkan teror ke teras pertahanan Finlandia. Keduanya akan memasok bola kepada ujung tombak Artem Dzyuba.
Statistik penting kedua tim
Ini pertemuan kelima Finlandia & Rusia di mana keempat pertemuan terdahulu sering dimenangkan Rusia. Finlandia cuma dapat memasukkan satu gol, sebaliknya Rusia sudah 15 kali menjebol gawang Finlandia.
Finlandia cuma menang satu kali dalam tujuh pertandingan terakhirnya yg empat di antaranya berupa kekalahan. Tapi kemenangan itu terjadi dalam laga putaran final Euro pertamanya melawan Denmark lalu.
Rusia hampir sama dengan Finlandia, cuma menang tiga kali dari 12 laga terakhirnya. Rusia juga tak pernah menang dalam enam pertandingan putaran final Euro. Terakhir kali mereka menang saat menaklukkan Republik Ceko pada Euro 2012.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Finlandia vs Rusia adalah spam, mohon beritahu kami.