Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.005
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview Euro 2020: Belgia vs Rusia.
Gelandang Belgia Axel Witsel & rekannya Nacer Chadli (kanan) serta rekan-rekan satu timnya saat sesi latahan di Belgian National Football Centre di Tubize (10/6/2021). ANTARA/AFP/John Thys/aa.
"...keuntungan tampil di kandang sendiri sepertinya sulit dikapitalisasi Rusia apalagi dari hari ke hari regu Belgia makin solid & maut."Jakarta (ANTARA) - Belgia yg jadi regu nasional berperingkat FIFA tertinggi di dunia masuk putaran final Euro 2020 dengan hasrat membuktikan kalibernya setelah secara mengejutkan dihentikan oleh Wales dalam perempatfinal Euro 2016.
Kini mereka bertandang ke St Petersburg guna menjalani laga pembuka dalam Grup B menghadapi Rusia yg tak pernah dapat mengalahkan Belgia dalam tujuh pertemuan kedua tim.
Rekor tak pernah kalah itu dapat saja berubah karena Rusia mendapatkan keuntungan tampil di kandangnya & tentu didukung pendukungnya.
Belgia terbang ke St Petersburg dengan menyandang status favorit kuat merebut gelar pemenang turnamen akbar pertamanya & menjuarai Grup B.
Namun, prospek mereka untuk mulus melalui putaran final agak dirusak oleh cedera yg dialami tiga pemain pentingnya; Kevin de Bruyne, Axel Witsel & kapten Eden Hazard.
De Bruyne mengalami cedera pada mukanya saat final Liga Champions bulan lalu, Witsel masih berusaha memulihkan diri dari bedah tendon achilles, & Hazard tidak sepenuhnya bugar setelah didera cedera selama di Real Madrid. Tapi Hazard lebih dapat ditampilkan ketimbang kedua rekannya itu.
Baca juga: Eden Hazard: saya harap terus bermain lima atau enam tahun lagi
Baca juga: De Bruyne jalani "operasi kecil" selagi timnas Belgia bersiap
Ketidakhadiran trio berkualitas yg jadi urat nadi Belgia itu sungguh kehilangan besar. Namun, mengingat Belgia kaya dengan stok pemain berkualitas, ketidakhadiran trio itu dapat saja berdampak minimal & malah memberi kesempatan kepada pemain Leicester City Youri Tielemans untuk maju memimpin satu bulan setelah tampil heroik dalam final Piala FA.
Mengutip Reuters, pelatih Belgia Roberto Martinez memuji Tielemans bahwa dia adalah "playmaker cerdas yg menciptakan kami memperluas daya jangkau serangan kami tetapi dia juga bertahan sangat cerdas."
Di depan, Romelu Lukaku mengarungi turnamen ini dengan bekal pemain yg berperan akbar di balik sukses Inter Milan menjuarai Serie A Italia. Dia sungguh siap & ini dibuktikan oleh rapornya yg tetap bagus hingga menciptakan 60 gol termasuk gol penentu kemenangan saat melawan Kroasia dalam laga persahabatan beberapa waktu lalu.
Salah satu dari 60 gol Lukaku itu tercipta November 2019 di St Petersburg ketika Belgia menggasak Rusia 4-1 untuk finis 100 persen dalam kualifikasi Euro 2020.
Rusia sendiri lolos ke putaran final setelah menduduki posisi kedua di bawah Belgia namun berselisih jauh enam poin.
Jika melihat hasil November 2019 itu, keuntungan tampil di kandang sendiri sepertinya sulit dikapitalisasi Rusia apalagi dari hari ke hari regu Belgia makin solid & maut.
"Ya regu mereka itu kuat, tetapi kami akan menciptakan setiap upaya untuk bermain bagus melawan mereka," mengatakan Anton Shunin yg memikul tugas berat mengisi kekosongan yg ditinggalkan penjaga gawang utama Rusia, Igor Akinfeev.
Rusia juga akan memanfaatkan betul striker jangkung Artyom Dzyuba dalam merusak Belgia dengan bantuan Denis Cheryshev & Alexander Golovin, begitu peluang gol mendatangi mereka.
Namun yg jadi kunci Rusia dalam menahan badai serangan Belgia adalah pertahanan lima beknya yg dapat menciptakan frustrasi regu tamu. Skema ini menciptakan Rusia dapat memaksa seri Spanyol dalam 16 akbar Piala Dunia 2018 & melenggang ke perempatfinal lewat adu penalti.
Prediksi line-up seperti dirilis laman UEFA
Belgia: Thibaut Courtois; Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Jason Denayer; Thomas Meunier, Leander Dendoncker, Youri Tielemans, Thorgan Hazard; Dries Mertens, Romelu Lukaku, Jeremy Doku
Rusia: Anton Shunin; Mario Fernandes, Dmitri Barinov, Georgiy Dzhikiya, Andrey Semenov, Vyacheslav Karavaev; Roman Zobnin, Magomed Ozdoev, Aleksandr Golovin; Aleksey Miranchuk; Artem Dzyuba
Baca juga: UEFA desak timnas Ukraina cabut "slogan politik" di jersey baru
Baca juga: Wamenkes: Waspadai asimptomatik pada agenda 'nobar' Piala Eropa
Belgia vs Rusia sebelumnya
Sekalipun tak diperkuat trio pemain pentingnya, Belgia tetap Belgia yg kaya pemain berbakat. Satu hal lagi yg menguatkan keyakinan mereka dapat memetik tiga poin adalah pernah mengalahkan Rusia di tempat yg sama dua tahun lalu.
Rusia tahu pasti Belgia tetaplah kekuatan mengerikan meskipun tanpa Hazard, De Bruyne & Witsel.
Oleh karena itu Rusia akan mengerjakan pendekatan yg hati-hati guna menghindari terulangnya kekalahan akbar yg kerap mereka alami sewaktu melawan Belgia. Setelah menang 1-0 dalam laga persahabatan melawan Bulgaria, pelatih timnas Rusia Stanislav Cherchesov menjanjikan regu yg lebih tajam sejak kickoff & lebih cerdik dalam melancarkan serangan balik di St Petersburg.
November 2019, Rusia nyaris berhasil memetik hasil dari taktiknya memenuhi lapangan tengah yg sempat menciptakan Belgia kesulitan bermanuver. Tetapi saat itu Belgia memiliki de Bruyne yg kreatif memecah barikade Rusia di lapangan tengah.
Rusia juga disulitkan oleh pergerakan cepat dua pemain Belgia yg memiliki kemampuan sprint dalam menyambut & meneruskan bola dari tengah. Kedua pemain itu, Dries Mertens & Romelu Lakuka, kini bugar diturunkan dalam laga perdana Grup B. Tetapi mereka kehilangan pemasok bola andal pada diri de Bruyne. Dan ini dapat jadi insentif bagi Rusia.
Persoalan yg mungkin tak akan diulang Rusia adalah tidak lagi sering menumpuk pemain di tengah karena pengalaman November 2019 mengajarkan bahwa formasi itu malah menciptakan Rusia kesulitan meladeni ancaman permainan melebar Belgia.
Belgia mungkin tak dapat lagi menciptakan pertukaran posisi sempurna antara Eden Hazard & Mertens yg pada November 2019 kerap mematikan bek Georgiy Dzikiya. Kombinasi Eden & Mertens ini menciptakan gol kedua Belgia. Kini Eden kemungkinan tak bermain, & ini dapat menguntungkan Rusia.
Ketiadaan Witsel & de Bruyne dapat saja tak mengurangi ketangguhan Belgia. Rusia pernah kesulitan mengirim umpan-umpan panjang karena sering dijegal oleh kedua pemain Belgia itu. Dan kini kedua pemain bakal absen sehingga dapat jadi faktor menguntungkan bagi Rusia.
Dalam pertemuan Minggu dini hari nanti itu Rusia dapat lebih dapat menciptakan peluang & dapat lebih sering menguji Thibaut Courtois yg dalam laga November 2019 jarang sekali diganggu pemain-pemain Rusia.
Dari perkiraan lineup UEFA itu, Rusia cenderung mempertahankan formasi sama tetapi dengan tujuan berbeda yg memanfaatkan ketidakhadiran de Bruyne & Witsel, serta mungkin Hazard. Tetapi Belgia masih memiliki Leander Dendoncker & Tielemans. Rusia dapat saja tetap sulit melepaskan tekanan seperti dua tahun lalu & sebaliknya tak dapat mengancam Belgia.
Statistik singkat kedua tim
Belgia menang dalam 10 pertandingan Piala Eropa terakhirnya dengan mencetak paling sedikit dua gol.
Rusia mencatat clean sheet dalam 7 dari 9 pertandingan Piala Eropa terakhirnya & memenangkan 8 dari 9 laga terakhir Piala Eropa terakhirnya
Belgia mencetak paling sedikit tiga gol dalam tiga pertandingannya melawan Rusia dalam berbagai kompetisi.
Belgia mencetak rata-rata di atas 2,5 gol dalam 7 dari delapan pertandingan Euro terakhirnya.
Belgia memenangkan 5 dari 6 pertemuan terakhirnya dengan Rusia dalam semua kompetisi.
Baca juga: Pertunjukan kembang api & balon warnai pembukaan Euro 2020
Baca juga: Data & fakta pesepak bola terkena COVID-19 jelang Euro 2020
Baca juga: Dua pemuda menguak takdir Euro 2020
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Belgia vs Rusia adalah spam, mohon beritahu kami.
Gelandang Belgia Axel Witsel & rekannya Nacer Chadli (kanan) serta rekan-rekan satu timnya saat sesi latahan di Belgian National Football Centre di Tubize (10/6/2021). ANTARA/AFP/John Thys/aa.
"...keuntungan tampil di kandang sendiri sepertinya sulit dikapitalisasi Rusia apalagi dari hari ke hari regu Belgia makin solid & maut."Jakarta (ANTARA) - Belgia yg jadi regu nasional berperingkat FIFA tertinggi di dunia masuk putaran final Euro 2020 dengan hasrat membuktikan kalibernya setelah secara mengejutkan dihentikan oleh Wales dalam perempatfinal Euro 2016.
Kini mereka bertandang ke St Petersburg guna menjalani laga pembuka dalam Grup B menghadapi Rusia yg tak pernah dapat mengalahkan Belgia dalam tujuh pertemuan kedua tim.
Rekor tak pernah kalah itu dapat saja berubah karena Rusia mendapatkan keuntungan tampil di kandangnya & tentu didukung pendukungnya.
Belgia terbang ke St Petersburg dengan menyandang status favorit kuat merebut gelar pemenang turnamen akbar pertamanya & menjuarai Grup B.
Namun, prospek mereka untuk mulus melalui putaran final agak dirusak oleh cedera yg dialami tiga pemain pentingnya; Kevin de Bruyne, Axel Witsel & kapten Eden Hazard.
De Bruyne mengalami cedera pada mukanya saat final Liga Champions bulan lalu, Witsel masih berusaha memulihkan diri dari bedah tendon achilles, & Hazard tidak sepenuhnya bugar setelah didera cedera selama di Real Madrid. Tapi Hazard lebih dapat ditampilkan ketimbang kedua rekannya itu.
Baca juga: Eden Hazard: saya harap terus bermain lima atau enam tahun lagi
Baca juga: De Bruyne jalani "operasi kecil" selagi timnas Belgia bersiap
Ketidakhadiran trio berkualitas yg jadi urat nadi Belgia itu sungguh kehilangan besar. Namun, mengingat Belgia kaya dengan stok pemain berkualitas, ketidakhadiran trio itu dapat saja berdampak minimal & malah memberi kesempatan kepada pemain Leicester City Youri Tielemans untuk maju memimpin satu bulan setelah tampil heroik dalam final Piala FA.
Mengutip Reuters, pelatih Belgia Roberto Martinez memuji Tielemans bahwa dia adalah "playmaker cerdas yg menciptakan kami memperluas daya jangkau serangan kami tetapi dia juga bertahan sangat cerdas."
Di depan, Romelu Lukaku mengarungi turnamen ini dengan bekal pemain yg berperan akbar di balik sukses Inter Milan menjuarai Serie A Italia. Dia sungguh siap & ini dibuktikan oleh rapornya yg tetap bagus hingga menciptakan 60 gol termasuk gol penentu kemenangan saat melawan Kroasia dalam laga persahabatan beberapa waktu lalu.
Salah satu dari 60 gol Lukaku itu tercipta November 2019 di St Petersburg ketika Belgia menggasak Rusia 4-1 untuk finis 100 persen dalam kualifikasi Euro 2020.
Rusia sendiri lolos ke putaran final setelah menduduki posisi kedua di bawah Belgia namun berselisih jauh enam poin.
Jika melihat hasil November 2019 itu, keuntungan tampil di kandang sendiri sepertinya sulit dikapitalisasi Rusia apalagi dari hari ke hari regu Belgia makin solid & maut.
"Ya regu mereka itu kuat, tetapi kami akan menciptakan setiap upaya untuk bermain bagus melawan mereka," mengatakan Anton Shunin yg memikul tugas berat mengisi kekosongan yg ditinggalkan penjaga gawang utama Rusia, Igor Akinfeev.
Rusia juga akan memanfaatkan betul striker jangkung Artyom Dzyuba dalam merusak Belgia dengan bantuan Denis Cheryshev & Alexander Golovin, begitu peluang gol mendatangi mereka.
Namun yg jadi kunci Rusia dalam menahan badai serangan Belgia adalah pertahanan lima beknya yg dapat menciptakan frustrasi regu tamu. Skema ini menciptakan Rusia dapat memaksa seri Spanyol dalam 16 akbar Piala Dunia 2018 & melenggang ke perempatfinal lewat adu penalti.
Prediksi line-up seperti dirilis laman UEFA
Belgia: Thibaut Courtois; Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Jason Denayer; Thomas Meunier, Leander Dendoncker, Youri Tielemans, Thorgan Hazard; Dries Mertens, Romelu Lukaku, Jeremy Doku
Rusia: Anton Shunin; Mario Fernandes, Dmitri Barinov, Georgiy Dzhikiya, Andrey Semenov, Vyacheslav Karavaev; Roman Zobnin, Magomed Ozdoev, Aleksandr Golovin; Aleksey Miranchuk; Artem Dzyuba
Baca juga: UEFA desak timnas Ukraina cabut "slogan politik" di jersey baru
Baca juga: Wamenkes: Waspadai asimptomatik pada agenda 'nobar' Piala Eropa
Belgia vs Rusia sebelumnya
Sekalipun tak diperkuat trio pemain pentingnya, Belgia tetap Belgia yg kaya pemain berbakat. Satu hal lagi yg menguatkan keyakinan mereka dapat memetik tiga poin adalah pernah mengalahkan Rusia di tempat yg sama dua tahun lalu.
Rusia tahu pasti Belgia tetaplah kekuatan mengerikan meskipun tanpa Hazard, De Bruyne & Witsel.
Oleh karena itu Rusia akan mengerjakan pendekatan yg hati-hati guna menghindari terulangnya kekalahan akbar yg kerap mereka alami sewaktu melawan Belgia. Setelah menang 1-0 dalam laga persahabatan melawan Bulgaria, pelatih timnas Rusia Stanislav Cherchesov menjanjikan regu yg lebih tajam sejak kickoff & lebih cerdik dalam melancarkan serangan balik di St Petersburg.
November 2019, Rusia nyaris berhasil memetik hasil dari taktiknya memenuhi lapangan tengah yg sempat menciptakan Belgia kesulitan bermanuver. Tetapi saat itu Belgia memiliki de Bruyne yg kreatif memecah barikade Rusia di lapangan tengah.
Rusia juga disulitkan oleh pergerakan cepat dua pemain Belgia yg memiliki kemampuan sprint dalam menyambut & meneruskan bola dari tengah. Kedua pemain itu, Dries Mertens & Romelu Lakuka, kini bugar diturunkan dalam laga perdana Grup B. Tetapi mereka kehilangan pemasok bola andal pada diri de Bruyne. Dan ini dapat jadi insentif bagi Rusia.
Persoalan yg mungkin tak akan diulang Rusia adalah tidak lagi sering menumpuk pemain di tengah karena pengalaman November 2019 mengajarkan bahwa formasi itu malah menciptakan Rusia kesulitan meladeni ancaman permainan melebar Belgia.
Belgia mungkin tak dapat lagi menciptakan pertukaran posisi sempurna antara Eden Hazard & Mertens yg pada November 2019 kerap mematikan bek Georgiy Dzikiya. Kombinasi Eden & Mertens ini menciptakan gol kedua Belgia. Kini Eden kemungkinan tak bermain, & ini dapat menguntungkan Rusia.
Ketiadaan Witsel & de Bruyne dapat saja tak mengurangi ketangguhan Belgia. Rusia pernah kesulitan mengirim umpan-umpan panjang karena sering dijegal oleh kedua pemain Belgia itu. Dan kini kedua pemain bakal absen sehingga dapat jadi faktor menguntungkan bagi Rusia.
Dalam pertemuan Minggu dini hari nanti itu Rusia dapat lebih dapat menciptakan peluang & dapat lebih sering menguji Thibaut Courtois yg dalam laga November 2019 jarang sekali diganggu pemain-pemain Rusia.
Dari perkiraan lineup UEFA itu, Rusia cenderung mempertahankan formasi sama tetapi dengan tujuan berbeda yg memanfaatkan ketidakhadiran de Bruyne & Witsel, serta mungkin Hazard. Tetapi Belgia masih memiliki Leander Dendoncker & Tielemans. Rusia dapat saja tetap sulit melepaskan tekanan seperti dua tahun lalu & sebaliknya tak dapat mengancam Belgia.
Statistik singkat kedua tim
Belgia menang dalam 10 pertandingan Piala Eropa terakhirnya dengan mencetak paling sedikit dua gol.
Rusia mencatat clean sheet dalam 7 dari 9 pertandingan Piala Eropa terakhirnya & memenangkan 8 dari 9 laga terakhir Piala Eropa terakhirnya
Belgia mencetak paling sedikit tiga gol dalam tiga pertandingannya melawan Rusia dalam berbagai kompetisi.
Belgia mencetak rata-rata di atas 2,5 gol dalam 7 dari delapan pertandingan Euro terakhirnya.
Belgia memenangkan 5 dari 6 pertemuan terakhirnya dengan Rusia dalam semua kompetisi.
Baca juga: Pertunjukan kembang api & balon warnai pembukaan Euro 2020
Baca juga: Data & fakta pesepak bola terkena COVID-19 jelang Euro 2020
Baca juga: Dua pemuda menguak takdir Euro 2020
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Belgia vs Rusia adalah spam, mohon beritahu kami.