Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.647
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview Euro 2020: Belanda vs Austria.
Para pemain timnas Belanda bersepeda untuk mencapai tempat latih di Zeist pada 16 Juni 2021 menjelang pertandingan melawan Austria dalam Grup C EURO 2020 di Johan Cruyff Arena di Amsterdam, Beladan, Jumat 18 Juni pukul 02.00 dini hari WIB nanti. (AFP/JOHN THYS)
Jakarta (ANTARA) - Formasi 3-5-2 yg ngotot dipasang pelatih Frank de Boer sepertinya bakal tetap dipasang manakala Belanda ditantang Austria dalam pertandingan kedua Grup C di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Jumat dini hari pukul 02.00 WIB nanti.
Padahal formasi itu menciptakan pendukung Belanda berdegup kencang karena setiap kali menciptakan rawan sektor sayap Belanda. Faktanya, dari keadaan ini lawannya saat itu, Ukraina, memanfaatkan celah tersebut dengan nyaris menciptakan dua gol pada babak pertama.
Puncaknya, kekhawatiran pendukung Oranye terbukti ketika Andriy Yarmolenko & kemudian Roman Yaremchuk memperdaya kiper Belanda Marteen Stekelenburg sehingga Ukraina dapat menyamakan kedudukan sebelum bek kanan Denzel Dumfries untuk sementara membuktikan bahwa dalil de Boer di lapangan hijau itu ampuh untuk Oranye.
"Saya kira kami membuktikan bahwa 3-5-2 dapat sangat menyerang juga," mengatakan bek Belanda Stefan de Vrij seperti dikutip AP. "Dalam 10 menit, saya kira kami sudah melepaskan tujuh tembakan."
Baca juga: Taktik berisiko tinggi Frank de Boer untuk sementara aman-aman saja
De Boer semakin terdorong mengadopsi lagi formasi ini setelah bek Matthijs de Ligt dipastikan kembali masuk sebelas pemain perdana Oranye setelah absen pada laga perdana karena mengalami cedera selangkangan saat berlatih di Portugal sepuluh hari lalu.
De Boer menolak menyebutkan bek mana yg mesti keluar guna memberi tempat kepada de Ligt, tetapi kemungkinan Jurrien Timber yg dibangkucadangkan.
"De Ligt sudah dalam kondisi bagus sekali, sudah baik sekali berlatih & menunjukkan bahwa dia sudah siap sepenuhnya," mengatakan de Boer seperti dikutip Reuters.
Sementara Austria juga sepertinya tetap memasang David Alaba sebagai bek tengah, sekalipun transisi dia jadi libero atau sweeper pada sekitar lima belas menit terakhir babak kedua ketika melawan Makedonia Utara jadi kunci kemenangan 3-1 Austria dalam pertandingan pertama.
Austria memuncaki Grup C karena unggul selisih gol dari Belanda. Kemenangan atas Makedonia Utara juga merupakan kemenangan perdana Austria dalam turnamen akbar selama 31 tahun & yg perdana selama berkiprah dalam putaran final Piala Eropa.
Tapi kemenangan itu harus dibayar mahal dengan larangan UEFA kepada Marko Arnautovic karena selebrasi golnya yg menyinggung lawan. Federasi sepak bola Makedonia Utara menuding selebrasi itu ditujukan kepada Ezgjan Alioski yg keturunan Albania. Arnautovic sendiri berdarah Serbia dari jalur ayah. Serbia & Kosovo yg bermayoritas etnis Albania hingga kini tak pernah akur.
Baca juga: Marko Arnautovic disanksi satu pertandingan karena selebrasi menghina
Baca juga: Blind sempat terpikir tak main karena terpengaruh insiden Eriksen
Pelatih Austria Franco Foda terpaksa tidak memasang salah satu pencetak golnya itu, tetapi sudah melupakan kejadian itu.
"Sebagai sebuah regu kami harus terus kompak. Kami sudah berpikiran untuk memasukkan dia (Arnautovic) dalam sebelas pemain perdana kami, namun kini kami harus mengurungkannya, tetapi kami akan menampilkan regu yg kuat,” mengatakan Foda.
Mengenai lawannya yg kembali berkiprah dalam turnamen akbar setelah tujuh tahun absen & mengawali dengan kemenangan 3-2 atas regu sekuat Ukraina, Foda menganggap Belanda sebagai ujian berat. "Mereka memiliki regu yg hebat, tetapi kami sangat percaya diri setelah kemenangan kami (melawan Makedonia Utara),” sambung Foda.
Namun dari statistik, Belanda lebih superior dibandingkan dengan Austria, apalagi kalau melihat riwayat pertemuan kedua regu sebelum ini di mana Belanda sering menang dalam enam pertemuan terakhir dengan Austria sejak 27 Mei 1992. Yang jelas, siapa pun yg menang dalam laga nanti bakal menggenggam tiket 16 besar.
Prediksi sebelas pemain pertama
Belanda; Marteen Stekelenburg; Daley Blind, Stefan de Vrij, Matthijs de Ligt; Owen Wijndal, Marten de Roon, Frenkie de Jong, Denzel Dumfries; Georginio Wijnaldum; Wout Weghorst, Memphis Depay
Austria; Daniel Bachmann; Aleksandar Dragovic, David Alaba, Martin Hinteregger; Andreas Ulmer, Marcel Sabitzer, Xaver Schlager, Konrad Laimer, Stefan Lainer; Sasa Kalajdzic, Cristoph Baumgartner
Skenario pertandingan
Pelatih Belanda Frank de Boer sudah memastikan akan memasukkan kembali Matthijs de Ligt dalam susunan sebelas pemain pertamanya setelah bek tengah Juventus itu mengalami cedera sekitar dua pekan lalu.
Itu artinya salah satu dari tiga bek tengah yg mengisi formasi 3-5-2 yg dapat bertransisi jadi 3-4-1-2, akan dilucuti dari skuad melawan Austria. Dan kemungkinan akbar bek itu adalah Jurrien Timber.
De Ligt akan dipasang dalam formasi tiga bek tengah bersama Daley Blind & Stefan de Vrij, untuk memproteksi penjaga gawang Marteen Stekelenburg. Masuknya de Ligt dapat memperkuat pilar pertahanan Belanda yg dua kali dijebol Ukraina pada pertandingan pertama.
De Ligt juga dapat memberikan motivasi kepada dua bek sayap, bek kiri Owen Wijndal & bek kanan Denzel Dumfries, untuk kian aktif menolong serangan & sekaligus mencegat penetrasi Austria dari sayap, termasuk kalau bek tengah David Alaba bertransformasi jadi libero seperti ketika Austria menang melawan Makedonia Utara.
Baca juga: Matthijs de Ligt siap kenakan jersey Belanda lawan Austria
Sedangkan Marten de Roon & Frenkie de Jong tetap jadi poros ganda yg berfungsi melapis pertahanan & sekaligus bertarung di tengah. Lain hal, gelandang Liverpool yg bakal memperkuat Paris St Germain, Georginio Wijnaldum, jadi penghubung kepada duet striker Wout Weghorst & Memphis Depay sebagai ujung tombak kembar untuk inti serangan Belanda.
Menghadapi lawan yg lebih superior & jauh lebih agresif dibandingkan dengan Makedonia Utara, Austria mungkin mengadopsi strategi menguasai lapangan tengah yg bertujuan ganda menahan serbuan lawan & jadi poros melancarkan ofensif ke jantung pertahanan lawan, dalam formasi yg juga 3-5-2.
Daniel Bachmann tetap menjaga gawang Austria, sedangkan David Alaba memimpin trio bek pelindung Bachman bersama Aleksandar Dragovic & Martin Hinteregger. Alaba kemungkinan dapat beralih setiap waktu jadi sweeper tatkala Austria membutuhkan gol baik untuk memenangkan laga atau menghindarkan kekalahan.
Mereka akan dikawal dari kedua sayap oleh bek kiri Andreas Ulmer & bek kanan Stefan Lainer. Dua bek sayap ini juga sering menusuk dari sayap, bahkan Lainer menciptakan gol pembuka Austria saat melawan Makedonia Utara.
Sedangkan di sentral lapangan, trio gelandang Marcel Sabitzer, Xaver Schlager, & Konrad Laimer berusaha mendikte ritme dari tengah, dengan Laimer akan berperan lebih aktif menolong Sasa Kalajdzic & Cristoph Baumgartner di ujung serangan Austria.
Statistik penting kedua tim
Kedua regu sama-sama memenangkan pertandingan pertamanya dalam Grup C Euro 2020. Belanda menang 3-2 atas Ukraina, sedangkan Austria mengalahkan Makedonia Utara 3-1
Belanda tak pernah kalah dalam lima pertandingan terakhirnya, menang empat kali & seri satu kali saat ditahan 2-2 oleh Skotlandia. Sedangkan Austria dua kali kalah pada lima pertandingan terakhirnya, & menang dua kali.
Dalam dua pertemuan terakhir kedua tim, Belanda memenangkan kedua pertemuan ini. Belanda memasukkan 6 gol, sedangkan Austria satu gol.
Belanda & Austria sudah 12 kali berjumpa dalam berbagai kompetisi. Belanda masih superior atas Austria setelah menang 7 kali, sedangkan Austria menang 3 kali. Belanda memenangkan semua dari enam pertemuan terakhir dengan Austria sejak 27 Mei 1992.
Baca juga: Belanda taklukkan Ukraina dalam drama lima gol
Baca juga: Kunci kemenangan Belanda atas Ukraina menurut Frank de Boer
Baca juga: UEFA investigasi selebrasi gol Arnautovic saat lawan Makedonia Utara
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Belanda vs Austria adalah spam, mohon beritahu kami.
Para pemain timnas Belanda bersepeda untuk mencapai tempat latih di Zeist pada 16 Juni 2021 menjelang pertandingan melawan Austria dalam Grup C EURO 2020 di Johan Cruyff Arena di Amsterdam, Beladan, Jumat 18 Juni pukul 02.00 dini hari WIB nanti. (AFP/JOHN THYS)
Jakarta (ANTARA) - Formasi 3-5-2 yg ngotot dipasang pelatih Frank de Boer sepertinya bakal tetap dipasang manakala Belanda ditantang Austria dalam pertandingan kedua Grup C di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Jumat dini hari pukul 02.00 WIB nanti.
Padahal formasi itu menciptakan pendukung Belanda berdegup kencang karena setiap kali menciptakan rawan sektor sayap Belanda. Faktanya, dari keadaan ini lawannya saat itu, Ukraina, memanfaatkan celah tersebut dengan nyaris menciptakan dua gol pada babak pertama.
Puncaknya, kekhawatiran pendukung Oranye terbukti ketika Andriy Yarmolenko & kemudian Roman Yaremchuk memperdaya kiper Belanda Marteen Stekelenburg sehingga Ukraina dapat menyamakan kedudukan sebelum bek kanan Denzel Dumfries untuk sementara membuktikan bahwa dalil de Boer di lapangan hijau itu ampuh untuk Oranye.
"Saya kira kami membuktikan bahwa 3-5-2 dapat sangat menyerang juga," mengatakan bek Belanda Stefan de Vrij seperti dikutip AP. "Dalam 10 menit, saya kira kami sudah melepaskan tujuh tembakan."
Baca juga: Taktik berisiko tinggi Frank de Boer untuk sementara aman-aman saja
De Boer semakin terdorong mengadopsi lagi formasi ini setelah bek Matthijs de Ligt dipastikan kembali masuk sebelas pemain perdana Oranye setelah absen pada laga perdana karena mengalami cedera selangkangan saat berlatih di Portugal sepuluh hari lalu.
De Boer menolak menyebutkan bek mana yg mesti keluar guna memberi tempat kepada de Ligt, tetapi kemungkinan Jurrien Timber yg dibangkucadangkan.
"De Ligt sudah dalam kondisi bagus sekali, sudah baik sekali berlatih & menunjukkan bahwa dia sudah siap sepenuhnya," mengatakan de Boer seperti dikutip Reuters.
Sementara Austria juga sepertinya tetap memasang David Alaba sebagai bek tengah, sekalipun transisi dia jadi libero atau sweeper pada sekitar lima belas menit terakhir babak kedua ketika melawan Makedonia Utara jadi kunci kemenangan 3-1 Austria dalam pertandingan pertama.
Austria memuncaki Grup C karena unggul selisih gol dari Belanda. Kemenangan atas Makedonia Utara juga merupakan kemenangan perdana Austria dalam turnamen akbar selama 31 tahun & yg perdana selama berkiprah dalam putaran final Piala Eropa.
Tapi kemenangan itu harus dibayar mahal dengan larangan UEFA kepada Marko Arnautovic karena selebrasi golnya yg menyinggung lawan. Federasi sepak bola Makedonia Utara menuding selebrasi itu ditujukan kepada Ezgjan Alioski yg keturunan Albania. Arnautovic sendiri berdarah Serbia dari jalur ayah. Serbia & Kosovo yg bermayoritas etnis Albania hingga kini tak pernah akur.
Baca juga: Marko Arnautovic disanksi satu pertandingan karena selebrasi menghina
Baca juga: Blind sempat terpikir tak main karena terpengaruh insiden Eriksen
Pelatih Austria Franco Foda terpaksa tidak memasang salah satu pencetak golnya itu, tetapi sudah melupakan kejadian itu.
"Sebagai sebuah regu kami harus terus kompak. Kami sudah berpikiran untuk memasukkan dia (Arnautovic) dalam sebelas pemain perdana kami, namun kini kami harus mengurungkannya, tetapi kami akan menampilkan regu yg kuat,” mengatakan Foda.
Mengenai lawannya yg kembali berkiprah dalam turnamen akbar setelah tujuh tahun absen & mengawali dengan kemenangan 3-2 atas regu sekuat Ukraina, Foda menganggap Belanda sebagai ujian berat. "Mereka memiliki regu yg hebat, tetapi kami sangat percaya diri setelah kemenangan kami (melawan Makedonia Utara),” sambung Foda.
Namun dari statistik, Belanda lebih superior dibandingkan dengan Austria, apalagi kalau melihat riwayat pertemuan kedua regu sebelum ini di mana Belanda sering menang dalam enam pertemuan terakhir dengan Austria sejak 27 Mei 1992. Yang jelas, siapa pun yg menang dalam laga nanti bakal menggenggam tiket 16 besar.
Prediksi sebelas pemain pertama
Belanda; Marteen Stekelenburg; Daley Blind, Stefan de Vrij, Matthijs de Ligt; Owen Wijndal, Marten de Roon, Frenkie de Jong, Denzel Dumfries; Georginio Wijnaldum; Wout Weghorst, Memphis Depay
Austria; Daniel Bachmann; Aleksandar Dragovic, David Alaba, Martin Hinteregger; Andreas Ulmer, Marcel Sabitzer, Xaver Schlager, Konrad Laimer, Stefan Lainer; Sasa Kalajdzic, Cristoph Baumgartner
Skenario pertandingan
Pelatih Belanda Frank de Boer sudah memastikan akan memasukkan kembali Matthijs de Ligt dalam susunan sebelas pemain pertamanya setelah bek tengah Juventus itu mengalami cedera sekitar dua pekan lalu.
Itu artinya salah satu dari tiga bek tengah yg mengisi formasi 3-5-2 yg dapat bertransisi jadi 3-4-1-2, akan dilucuti dari skuad melawan Austria. Dan kemungkinan akbar bek itu adalah Jurrien Timber.
De Ligt akan dipasang dalam formasi tiga bek tengah bersama Daley Blind & Stefan de Vrij, untuk memproteksi penjaga gawang Marteen Stekelenburg. Masuknya de Ligt dapat memperkuat pilar pertahanan Belanda yg dua kali dijebol Ukraina pada pertandingan pertama.
De Ligt juga dapat memberikan motivasi kepada dua bek sayap, bek kiri Owen Wijndal & bek kanan Denzel Dumfries, untuk kian aktif menolong serangan & sekaligus mencegat penetrasi Austria dari sayap, termasuk kalau bek tengah David Alaba bertransformasi jadi libero seperti ketika Austria menang melawan Makedonia Utara.
Baca juga: Matthijs de Ligt siap kenakan jersey Belanda lawan Austria
Sedangkan Marten de Roon & Frenkie de Jong tetap jadi poros ganda yg berfungsi melapis pertahanan & sekaligus bertarung di tengah. Lain hal, gelandang Liverpool yg bakal memperkuat Paris St Germain, Georginio Wijnaldum, jadi penghubung kepada duet striker Wout Weghorst & Memphis Depay sebagai ujung tombak kembar untuk inti serangan Belanda.
Menghadapi lawan yg lebih superior & jauh lebih agresif dibandingkan dengan Makedonia Utara, Austria mungkin mengadopsi strategi menguasai lapangan tengah yg bertujuan ganda menahan serbuan lawan & jadi poros melancarkan ofensif ke jantung pertahanan lawan, dalam formasi yg juga 3-5-2.
Daniel Bachmann tetap menjaga gawang Austria, sedangkan David Alaba memimpin trio bek pelindung Bachman bersama Aleksandar Dragovic & Martin Hinteregger. Alaba kemungkinan dapat beralih setiap waktu jadi sweeper tatkala Austria membutuhkan gol baik untuk memenangkan laga atau menghindarkan kekalahan.
Mereka akan dikawal dari kedua sayap oleh bek kiri Andreas Ulmer & bek kanan Stefan Lainer. Dua bek sayap ini juga sering menusuk dari sayap, bahkan Lainer menciptakan gol pembuka Austria saat melawan Makedonia Utara.
Sedangkan di sentral lapangan, trio gelandang Marcel Sabitzer, Xaver Schlager, & Konrad Laimer berusaha mendikte ritme dari tengah, dengan Laimer akan berperan lebih aktif menolong Sasa Kalajdzic & Cristoph Baumgartner di ujung serangan Austria.
Statistik penting kedua tim
Kedua regu sama-sama memenangkan pertandingan pertamanya dalam Grup C Euro 2020. Belanda menang 3-2 atas Ukraina, sedangkan Austria mengalahkan Makedonia Utara 3-1
Belanda tak pernah kalah dalam lima pertandingan terakhirnya, menang empat kali & seri satu kali saat ditahan 2-2 oleh Skotlandia. Sedangkan Austria dua kali kalah pada lima pertandingan terakhirnya, & menang dua kali.
Dalam dua pertemuan terakhir kedua tim, Belanda memenangkan kedua pertemuan ini. Belanda memasukkan 6 gol, sedangkan Austria satu gol.
Belanda & Austria sudah 12 kali berjumpa dalam berbagai kompetisi. Belanda masih superior atas Austria setelah menang 7 kali, sedangkan Austria menang 3 kali. Belanda memenangkan semua dari enam pertemuan terakhir dengan Austria sejak 27 Mei 1992.
Baca juga: Belanda taklukkan Ukraina dalam drama lima gol
Baca juga: Kunci kemenangan Belanda atas Ukraina menurut Frank de Boer
Baca juga: UEFA investigasi selebrasi gol Arnautovic saat lawan Makedonia Utara
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview Euro 2020: Belanda vs Austria adalah spam, mohon beritahu kami.