Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.997
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Preview 16 Besar Euro 2020: Inggris vs Jerman.
Ilustrasi - Pertandingan 16 akbar Euro 2020 antara Inggris melawan Jerman yg dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/6/2021) malam WIB. ANTARA/Gilang Galiartha.
Jakarta (ANTARA) - Pertemuan kedua regu ini sering dibumbui oleh hal-hal di luar sepak bola, tentang rivalitas kedua negara dalam segala hal, termasuk masa lalu yg pernah mereka lupakan & sering jadi pertemuan klasik.
Itu termasuk untuk pelatih Inggris Gareth Southgate. Adalah Southagte yg memupus impian Inggris mencapai final perdana Euro & sekaligus trofi perdana Euro pada 1996 saat digelar di bumi Inggris.
Southgate jadi algojo terakhir adu penalti yg gagal dalam semifinal Euro 1996 itu yg terjadi stadion di mana kini mereka memimpin Three Lions menghadapi punggawa Joachim Loew dalam 16 akbar Euro 2020, Stadion Wembley. Uniknya dalam tujuh laga terakhir di Wembley, Jerman tak pernah kalah.
Tragedi 1996 itu jadi ulangan untuk ulah Jerman yg juga menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia 1990 lewat adu penalti. Dua puluh tahun kemudian dalam Piala Dunia 2010 gol Inggris dianulir sehingga Jerman kembali menang.
Dengan begitu banyak bekas luka yg sulit dilupakan, maka tak heran pertandingan 16 akbar Euro 2020 di Wembley, Selasa malam pukul 23.00 WIB itu membuka emosi para pemain.
Tetapi Southgate berusaha melupakannya, apalagi saat tragedi Euro 96 itu 12 anggota skuad Inggris belumlah lahir.
"Saya sungguh tak terpikir ke masa lalu, yg sudah terjadi, terjadilah, satu-satunya hal yg dapat kami lakukan adalah sekarang ini,” mengatakan pemain sayap Inggris Raheem Sterling seperti dikutip Reuters.
Baca juga: Southgate: Inggris berkesempatan "buat sejarah" saat lawan Jerman
Southgate menimpali, "tak ada pengaruhnya kepada mereka, apa yg terjadi pada 1990 & setelahnya. Ya tentu mereka pernah menontonnya.”
Southgate memang pernah mengajak skuadnya menonton rekaman semifinal Euro 1996 itu. "Memang tak mengenakkan bagi dia tetapi itu bagus-bagus saja Anda mendapatkan pengalaman dari pelatih Anda,” mengatakan gelandang Inggris Kalvin Phillips.
Seperti Phillips, bek sayap Jerman Robin Gosens juga belum lahir pada 1996. Tapi Gosens punya pendapat lain. "Mengingat kepada itu menciptakan Anda punya perasan bagus & kami harap mengulanginya.”
Dalam soal mengulangi memori bagus, Thomas Mueller mungkin yg paling ngebet, karena Mueller mencetak dua gol ke gawang Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2014 saat Jerman menang 4-1.
Tetapi pemain yg memperkuat lagi Jerman dalam Euro 2020 ini malah enggan terbawa suasana nostalgia. "Itu tak ada hubungannya dengan pertandingan Selasa ini,” tandas Mueller.
Mueller tak mau terikat oleh romantisme masa lalu, apalagi skuad Jerman pada Euro 2020 ini berhubungan dekat sekali dengan Inggris karena enam pemain mereka adalah pemain Liga Inggris juga, termasuk duo Chelsea, Kai Havertz & Timo Werner. Bahkan pemain remaja Jamal Musiala pernah membela regu junior Inggris.
Sebaliknya di Inggris ada Jadon Sancho yg bermain untuk Borussia Dortmund yg berharap dimainkan oleh Southgate setelah cuma jadi pemain pengganti saat melawan Ceko.
"Saya akan perlihatkan kepada semua orang apa yg saya dapat. Saya mengenal banyak pemain Jerman. Saya menghadapi mereka setiap pekan,” mengatakan Sancho.
Baca juga: Tepis kritik, Kane siap mengganas di babak sistem gugur
Prediksi sebelas pemain pertama:
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Luke Shaw; Declan Rice, Kalvin Phillips; Bukayo Saka, Mason Mount, Raheem Sterling; Harry Kane
Belanda (3-4-3): Manuel Neuer; Matthias Ginter, Mats Hummels, Antonio Rudiger; Joshua Kimmich, Ilkay Gundogan, Toni Kroos, Robin Gosens; Kai Havertz, Thomas Muller, Serge Gnabry
Skenario pertandingan
Pasukan Gareth Southgate dalam keadaan bugar sehingga siap diturunkan melawan musuh bebuyutan Jerman nanti, termasuk Mason Mount & Ben Chilwell yg absen pada pertandingan terakhir fase grup.
Mount dapat masuk lagi sebelas pemain perdana menggantikan Jack Grealish dengan peran nomor 10. Gelandang muda ini akan mendampingi kapten Harry Kane yg memimpin lini serang melawan Jerman yg berusaha keras membalikkan peruntungan setelah melewati fase grup yg berdarah-darah.
Raheem Sterling yg sudah menciptakan dua gol untuk Three Lions dipastikan jadi opsi otomatis di sayap kiri serangan, sedangkan di sayap kanan Bukayo Saka siap mengulangi permainan cemerlangnya sewaktu melawan Ceko.
Poros ganda Declan Rice & Kalvin Phillips tak tergantikan sekalipun Jordan Henderson siap diturunkan sejak awal guna menghalau Jerman merajalela di lapangan tengah. Phillips jadi cadas di tengah lapangan yg aktif mendukung serangan, sebaliknya Rice lebih menjorok ke belakang guna melapis pertahanan saat Jerman melancarkan agresi.
Namun di lini belakang, menyusul kembalinya Harry Maguire ke dalam skuad, maka formasi empat bek untuk kedua kali tidak mengikutsertakan Tyrone Mings. Maguire & John Stones kembali bermitra di jantung pertahanan untuk diapit oleh dua bek sayap, Luke Shaw di kiri & Kyle Walker di kanan. Mereka berempat memproteksi Jordan Pickford di depan mistar gawang.
Baca juga: Jerman tidak habiskan waktu latihan adu penalti jelang hadapi Inggris
Laga ini bakal sengit karena Jerman juga siap 100 persen menghadapinya. Namun manajer Joachim Loew dipaksa berpikir keras untuk memastikan Matthias Ginter, Ilkay Gundogan, Joshua Kimmich, Kai Havertz, & Leroy Sane hati-hati supaya tidak menerima kartu kuning karena sudah mendapatkannya pada laga sebelumnya sehingga terancam absen pada laga berikutnya kalau mendapat lagi kartu kuning.
Kecuali Sane, pilihan-pilihan reguler lainnya akan kembali bermain sejak menit pertama, termasuk kapten Manuel Neuer yg menjaga gawang Jerman dalam formasi 3-4-3.
Ginter akan melindungi Neuer bersama dua bek tengah lainnya Mats Hummels & Antonio Rudiger. Di tengah, Toni Kroos akan memastikan Jerman mendikte area ini bersama Ilkay Gundogan. Kroos lebih ofensif, sedangkan Gundogan lebih ke dalam melapis pertahanan.
Jerman akan kembali memanfaatkan lebar lapangan untuk melancarkan serangan dari sayap berkat dua bek sayapnya yg berorientasi menyerang, Joashua Kimmich & Robin Gosens.
Untuk sepertiga terakhir lapangan, Thomas Muller, Kai Havertz & Serge Gnabry akan aktif meneror Inggris. Muller jadi false nine guna membuka ruang kepada Havertz & Gnabry untuk menusuk ke dalam penalti Inggris.
Statistik penting kedua tim
Inggris masuk gelanggang 16 akbar dengan bekal tak terkalahkan selama fase grup termasuk dua kali menang, sebaliknya Jerman satu kali kalah dalam laga pembuka & nyaris disingkirkan Hungaria pada pertandingan terakhir Grup F.
Kedua negara sudah 32 kali berjumpa & masing-masing sudah 13 kali menang. Inggris sedikit produktif dengan 51 gol, sedangkan Jerman 42 gol.
Ini laga spesial bagi pelatih Inggris Gareth Southgate karena dia tak akan pernah melupakan semifinal Euro 1996 ketika Inggris takluk 6-5 dalam adu penalti. Southgate jadi penendang keenam Inggris yg gagal memasukkan bola ke gawang Jerman. Jerman menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan Ceko 2-1 dalam final di Wembley.
Pertemuan paling dikenang lainnya adalah final Piala Dunia 1966 di Wembley ketika hattrick Geoff Hurst membawa Inggris menang 4-2 atas Jerman.
Jerman Barat membalas kekalahan itu empat tahun kemudian dalam perempat final Piala Dunia & kemudian semifinal Piala Dunia 1990 di mana mereka menang adu penalti 4-3 atas Inggris.
Baca juga: Tiga pemain Jerman diragukan tampil melawan Inggris pada 16 besar
Thomas Mueller mencetak dua gol dalam pertandingan kompetitif terakhir antara kedua regu manakala Jerman menang 4-1 dalam 16 akbar Piala Dunia 2010.
Jerman tak terkalahkan melawan Inggris dalam tujuh pertemuan terakhir di Wembley. Total mereka sudah 12 kali berjumpa di Wembley, yg enam di antaranya dimenangkan Jerman & dua kali seri.
Ini partisipasi kesepuluh Inggris dalam putaran final Euro, dengan catatan terbaik urutan ketiga Euro 1968 & semifinal Euro 1996.
Sejak gagal dalam kesempatan perdana pada 1968, Die Mannschaft tak pernah absen dalam turnamen ini sehingga ini ke-13 kali berturut-turut mereka mengikuti putaran final Piala Eropa.
Jerman adalah pemenang Eropa 1972, 1980 & 1996, tiga kali runner-up & sekali terhenti pada semifinal edisi 2004. Tapi pencapaian buruknya adalah Euro 2000 ketika tersingkir sejak fase grup.
Baca juga: Juara dunia Prancis tumbang di tangan Swiss lewat adu penalti
Baca juga: Drama 8 gol antar Spanyol ke perempatfinal Euro 2020
Baca juga: Belgia pastikan Portugal gagal pertahankan gelar pemenang Piala Eropa
Baca juga: Ceko singkirkan 10 pemain Belanda menuju perempat final
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview 16 Besar Euro 2020: Inggris vs Jerman adalah spam, mohon beritahu kami.
Ilustrasi - Pertandingan 16 akbar Euro 2020 antara Inggris melawan Jerman yg dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/6/2021) malam WIB. ANTARA/Gilang Galiartha.
Jakarta (ANTARA) - Pertemuan kedua regu ini sering dibumbui oleh hal-hal di luar sepak bola, tentang rivalitas kedua negara dalam segala hal, termasuk masa lalu yg pernah mereka lupakan & sering jadi pertemuan klasik.
Itu termasuk untuk pelatih Inggris Gareth Southgate. Adalah Southagte yg memupus impian Inggris mencapai final perdana Euro & sekaligus trofi perdana Euro pada 1996 saat digelar di bumi Inggris.
Southgate jadi algojo terakhir adu penalti yg gagal dalam semifinal Euro 1996 itu yg terjadi stadion di mana kini mereka memimpin Three Lions menghadapi punggawa Joachim Loew dalam 16 akbar Euro 2020, Stadion Wembley. Uniknya dalam tujuh laga terakhir di Wembley, Jerman tak pernah kalah.
Tragedi 1996 itu jadi ulangan untuk ulah Jerman yg juga menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia 1990 lewat adu penalti. Dua puluh tahun kemudian dalam Piala Dunia 2010 gol Inggris dianulir sehingga Jerman kembali menang.
Dengan begitu banyak bekas luka yg sulit dilupakan, maka tak heran pertandingan 16 akbar Euro 2020 di Wembley, Selasa malam pukul 23.00 WIB itu membuka emosi para pemain.
Tetapi Southgate berusaha melupakannya, apalagi saat tragedi Euro 96 itu 12 anggota skuad Inggris belumlah lahir.
"Saya sungguh tak terpikir ke masa lalu, yg sudah terjadi, terjadilah, satu-satunya hal yg dapat kami lakukan adalah sekarang ini,” mengatakan pemain sayap Inggris Raheem Sterling seperti dikutip Reuters.
Baca juga: Southgate: Inggris berkesempatan "buat sejarah" saat lawan Jerman
Southgate menimpali, "tak ada pengaruhnya kepada mereka, apa yg terjadi pada 1990 & setelahnya. Ya tentu mereka pernah menontonnya.”
Southgate memang pernah mengajak skuadnya menonton rekaman semifinal Euro 1996 itu. "Memang tak mengenakkan bagi dia tetapi itu bagus-bagus saja Anda mendapatkan pengalaman dari pelatih Anda,” mengatakan gelandang Inggris Kalvin Phillips.
Seperti Phillips, bek sayap Jerman Robin Gosens juga belum lahir pada 1996. Tapi Gosens punya pendapat lain. "Mengingat kepada itu menciptakan Anda punya perasan bagus & kami harap mengulanginya.”
Dalam soal mengulangi memori bagus, Thomas Mueller mungkin yg paling ngebet, karena Mueller mencetak dua gol ke gawang Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2014 saat Jerman menang 4-1.
Tetapi pemain yg memperkuat lagi Jerman dalam Euro 2020 ini malah enggan terbawa suasana nostalgia. "Itu tak ada hubungannya dengan pertandingan Selasa ini,” tandas Mueller.
Mueller tak mau terikat oleh romantisme masa lalu, apalagi skuad Jerman pada Euro 2020 ini berhubungan dekat sekali dengan Inggris karena enam pemain mereka adalah pemain Liga Inggris juga, termasuk duo Chelsea, Kai Havertz & Timo Werner. Bahkan pemain remaja Jamal Musiala pernah membela regu junior Inggris.
Sebaliknya di Inggris ada Jadon Sancho yg bermain untuk Borussia Dortmund yg berharap dimainkan oleh Southgate setelah cuma jadi pemain pengganti saat melawan Ceko.
"Saya akan perlihatkan kepada semua orang apa yg saya dapat. Saya mengenal banyak pemain Jerman. Saya menghadapi mereka setiap pekan,” mengatakan Sancho.
Baca juga: Tepis kritik, Kane siap mengganas di babak sistem gugur
Prediksi sebelas pemain pertama:
Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Luke Shaw; Declan Rice, Kalvin Phillips; Bukayo Saka, Mason Mount, Raheem Sterling; Harry Kane
Belanda (3-4-3): Manuel Neuer; Matthias Ginter, Mats Hummels, Antonio Rudiger; Joshua Kimmich, Ilkay Gundogan, Toni Kroos, Robin Gosens; Kai Havertz, Thomas Muller, Serge Gnabry
Skenario pertandingan
Pasukan Gareth Southgate dalam keadaan bugar sehingga siap diturunkan melawan musuh bebuyutan Jerman nanti, termasuk Mason Mount & Ben Chilwell yg absen pada pertandingan terakhir fase grup.
Mount dapat masuk lagi sebelas pemain perdana menggantikan Jack Grealish dengan peran nomor 10. Gelandang muda ini akan mendampingi kapten Harry Kane yg memimpin lini serang melawan Jerman yg berusaha keras membalikkan peruntungan setelah melewati fase grup yg berdarah-darah.
Raheem Sterling yg sudah menciptakan dua gol untuk Three Lions dipastikan jadi opsi otomatis di sayap kiri serangan, sedangkan di sayap kanan Bukayo Saka siap mengulangi permainan cemerlangnya sewaktu melawan Ceko.
Poros ganda Declan Rice & Kalvin Phillips tak tergantikan sekalipun Jordan Henderson siap diturunkan sejak awal guna menghalau Jerman merajalela di lapangan tengah. Phillips jadi cadas di tengah lapangan yg aktif mendukung serangan, sebaliknya Rice lebih menjorok ke belakang guna melapis pertahanan saat Jerman melancarkan agresi.
Namun di lini belakang, menyusul kembalinya Harry Maguire ke dalam skuad, maka formasi empat bek untuk kedua kali tidak mengikutsertakan Tyrone Mings. Maguire & John Stones kembali bermitra di jantung pertahanan untuk diapit oleh dua bek sayap, Luke Shaw di kiri & Kyle Walker di kanan. Mereka berempat memproteksi Jordan Pickford di depan mistar gawang.
Baca juga: Jerman tidak habiskan waktu latihan adu penalti jelang hadapi Inggris
Laga ini bakal sengit karena Jerman juga siap 100 persen menghadapinya. Namun manajer Joachim Loew dipaksa berpikir keras untuk memastikan Matthias Ginter, Ilkay Gundogan, Joshua Kimmich, Kai Havertz, & Leroy Sane hati-hati supaya tidak menerima kartu kuning karena sudah mendapatkannya pada laga sebelumnya sehingga terancam absen pada laga berikutnya kalau mendapat lagi kartu kuning.
Kecuali Sane, pilihan-pilihan reguler lainnya akan kembali bermain sejak menit pertama, termasuk kapten Manuel Neuer yg menjaga gawang Jerman dalam formasi 3-4-3.
Ginter akan melindungi Neuer bersama dua bek tengah lainnya Mats Hummels & Antonio Rudiger. Di tengah, Toni Kroos akan memastikan Jerman mendikte area ini bersama Ilkay Gundogan. Kroos lebih ofensif, sedangkan Gundogan lebih ke dalam melapis pertahanan.
Jerman akan kembali memanfaatkan lebar lapangan untuk melancarkan serangan dari sayap berkat dua bek sayapnya yg berorientasi menyerang, Joashua Kimmich & Robin Gosens.
Untuk sepertiga terakhir lapangan, Thomas Muller, Kai Havertz & Serge Gnabry akan aktif meneror Inggris. Muller jadi false nine guna membuka ruang kepada Havertz & Gnabry untuk menusuk ke dalam penalti Inggris.
Statistik penting kedua tim
Inggris masuk gelanggang 16 akbar dengan bekal tak terkalahkan selama fase grup termasuk dua kali menang, sebaliknya Jerman satu kali kalah dalam laga pembuka & nyaris disingkirkan Hungaria pada pertandingan terakhir Grup F.
Kedua negara sudah 32 kali berjumpa & masing-masing sudah 13 kali menang. Inggris sedikit produktif dengan 51 gol, sedangkan Jerman 42 gol.
Ini laga spesial bagi pelatih Inggris Gareth Southgate karena dia tak akan pernah melupakan semifinal Euro 1996 ketika Inggris takluk 6-5 dalam adu penalti. Southgate jadi penendang keenam Inggris yg gagal memasukkan bola ke gawang Jerman. Jerman menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan Ceko 2-1 dalam final di Wembley.
Pertemuan paling dikenang lainnya adalah final Piala Dunia 1966 di Wembley ketika hattrick Geoff Hurst membawa Inggris menang 4-2 atas Jerman.
Jerman Barat membalas kekalahan itu empat tahun kemudian dalam perempat final Piala Dunia & kemudian semifinal Piala Dunia 1990 di mana mereka menang adu penalti 4-3 atas Inggris.
Baca juga: Tiga pemain Jerman diragukan tampil melawan Inggris pada 16 besar
Thomas Mueller mencetak dua gol dalam pertandingan kompetitif terakhir antara kedua regu manakala Jerman menang 4-1 dalam 16 akbar Piala Dunia 2010.
Jerman tak terkalahkan melawan Inggris dalam tujuh pertemuan terakhir di Wembley. Total mereka sudah 12 kali berjumpa di Wembley, yg enam di antaranya dimenangkan Jerman & dua kali seri.
Ini partisipasi kesepuluh Inggris dalam putaran final Euro, dengan catatan terbaik urutan ketiga Euro 1968 & semifinal Euro 1996.
Sejak gagal dalam kesempatan perdana pada 1968, Die Mannschaft tak pernah absen dalam turnamen ini sehingga ini ke-13 kali berturut-turut mereka mengikuti putaran final Piala Eropa.
Jerman adalah pemenang Eropa 1972, 1980 & 1996, tiga kali runner-up & sekali terhenti pada semifinal edisi 2004. Tapi pencapaian buruknya adalah Euro 2000 ketika tersingkir sejak fase grup.
Baca juga: Juara dunia Prancis tumbang di tangan Swiss lewat adu penalti
Baca juga: Drama 8 gol antar Spanyol ke perempatfinal Euro 2020
Baca juga: Belgia pastikan Portugal gagal pertahankan gelar pemenang Piala Eropa
Baca juga: Ceko singkirkan 10 pemain Belanda menuju perempat final
Berita diatas dikutip dari internet, jika Preview 16 Besar Euro 2020: Inggris vs Jerman adalah spam, mohon beritahu kami.