• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Presiden SBY Jawab Kritikan Megawati

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ArRay

IndoForum Senior C
No. Urut
98490
Sejak
1 Jun 2010
Pesan
5.107
Nilai reaksi
142
Poin
63
Kamis, 5 Agustus 2010 10:36 WIB​

http://www.addthis.com/bookmark.php...9074NXC&pre=http://www.tribun-timur.com/&tt=0 http://www.addthis.com/bookmark.php...9074NXC&pre=http://www.tribun-timur.com/&tt=0

http://www.tribunnews.com/foto/bunk/images/SBY-dan-Megawati.jpg
T​
Pertemuan antara SBY dan Megawati saat debat Capres 2009​






JAKARTA
- Presiden SBY menegaskan, pemerintah akan tetap melanjutkan pelaksanaan konversi minyak tanah ke Gas. Presiden menyatakan hal ini di depan para pembantunya di kabinet serta para gubernur se Indonesia, dan para pejabat negara lainnya dalam rapat kerja di Istana Bogor, Kamis (5/8/2010).

Ditegaskan, terkait adanya kecelakaan tabung gas elpiji 3 kg, presiden menjelaskan, dirinya sudah memberikan intruksi kepada jajaran serta para menteri terkait, termasuk Pertamina untuk dilaksanakan intruksinya dengan baik.

"Kemarin, mantan Wakil Presiden, Pak Jusuf Kalla datang menemui saya. Karena barangkali ada wacana-wacana yang menyalahkan konversi minyak tanah ke Elpiji ini. Saya sampaikan bahwa, tidak ada yang salah dengan kebijakan itu," kata presiden.

"Kebijakan yang pemerintah ambil waktu presidennya saya dan wakil presidennya Jusuf Kalla. Bahwa, ada masalah-masalah akibat dari kebijakan yang tidak keliru itu, kita perbaiki. Mungkin dulu tidak terpikirkan, tapi setelah berjalan, ada masalah," presiden menegaskan.

Pada Rabu (4/8/2010) kemarin, saat Rakornas PDI-P di Sentul, Bogor, Ketum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri memberikan kritikan 'pedas' kepada Presien SBY soal ledakan tabung gas 3 kg. Megawati menyentil kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono (SBY-Boediono) yang dianggapnya samapai saat ini belum bisa menyelesaikan permasalahan ledakan tabung Gas.

"Sudah diam mulut saya selama ini tetapi gatal juga mulut ini, urus gas aja kok susah ya?," sindir Megawati kemarin.

Presiden SBY dalam pidatonya di Istana Bogor kemudian menegaskan kembali, kebijakan konversi minyak tanah ke gas bukanlah kebijakan keliru. Kebijakan ini, dikatakannya sebagai kebijakan yang dapat menghembat anggaran cukup besar.

"Dipastikan, pelaksanaannya baik. Dan kecelakaan tabung epliji 3 kg, tidak terjadi terus. Pastikan tabungnya, pastikan pipanya, pastikan bau gasnya, sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Dan pengawasan berulang-ulang. Pertamina harus punya alat kendali ketika harus diisi dengan gas yang baru," ujar presiden seraya menyatakan persoalan pengoplosan gas untuk segera dicek.

Selain pengawasan, imbuh presiden, juga harus ada slousi agar tidak terjadi lagi pengoplosan. "Saya persilahkan lagi, wakil presiden untuk melakukan rapat lanjutan, menuntaskan upaya mengatasi ledakan tabung gas 3 kg itu," demikian Presiden SBY.
 
"Kemarin, mantan Wakil Presiden, Pak Jusuf Kalla datang menemui saya. Karena barangkali ada wacana-wacana yang menyalahkan konversi minyak tanah ke Elpiji ini. Saya sampaikan bahwa, tidak ada yang salah dengan kebijakan itu," kata presiden.

"Kebijakan yang pemerintah ambil waktu presidennya saya dan wakil presidennya Jusuf Kalla. Bahwa, ada masalah-masalah akibat dari kebijakan yang tidak keliru itu, kita perbaiki. Mungkin dulu tidak terpikirkan, tapi setelah berjalan, ada masalah," presiden menega
hmmm..............
dapat menghemat biaya untuk dikorupsi kah??
kebijakan tanpa perhitungan matang hanya makin menyengsarakan rakyat....(sementara pemerintah enak2an)


jika melihat masa lalu kepemimpinan sementara ibu megwati walaupun sebentar merupakan perekonomian stabil indonesia.............ketika masa sby perekonomian naik(karena yg kaya meningkat drastis yg miskin tambha miskin perlahan2).....

jika melihat masa pres kita mka kita akan naik lagi harga bensin 3 x(naiknya besar) turun 1 x(turunnya 500)
jika melihat pres kita anti koruptor namun hutang indonesia tambah gede tanpa perbaikan yg baik cth jalur darat.....
jika melihat pres lagi angka kemiskinan trs naik perlahan2 dan tidak pernah turun..

ya kita akan merasakan ini setidaknya sampai tahun 2014.............
 
nahh yang kena imbas nya juga nih pasti masyarakat
 
itulah para pemerintah sudah melupakn rakyat..............
atau klo mau rincinya pemerintah tidak ikhlas melayani rakyat...............
 
iyah coba skli2 yah pemerintah tidak menyusahkan rakyat kaya gini dah hidpunnya melarat malah di tambah lagi beban nya.......
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.