• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Presiden SBY Datang Sehari, 50 Pedagang Dipaksa Libur 35 Hari

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
EwkMT.jpg
Sebanyak 50 pedagang kaki lima yang biasa berjualan di kawasan Pantai Tapak Paderi, tepatnya di belakang Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, mengaku terpaksa berhenti berjualan.

Hal ini terkait dengan rencana kedatangan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada 9 Februari 2014 mendatang dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN).

Salah seorang pedagang, Erna (50), mengatakan, mereka diminta oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk meninggalkan lokasi yang biasa mereka tempati untuk berjualan.

Erna mengaku bersedia berhenti berdagang selama kegiatan berlangsung. Namun, yang terjadi saat ini adalah jeda waktu pengosongan lokasi berdagang dirasa terlalu panjang, yakni 35 hari.

"Kami mau saja sebenarnya berhenti jualan, tetapi jarak waktu kami berhenti berdagang dengan kedatangan Presiden panjang sekali. Kami berhenti jualan sejak tanggal 6 Januari 2014, sementara Presiden datang tanggal 9 Februari," kata Erna, Kamis (9/1/2014) kemarin.

Erna mengatakan, pedagang memang dipindahkan ke tempat pelelangan ikan (TPI). Namun, tempat tersebut dirasa tidak representatif karena bau dan tertutup sehingga tidak ada pembeli yang datang juga tidak ada penerangan listrik.

"Saya bingung satu bulan lebih kami berhenti jualan, sementara saya harus membiayai anak sekolah, pendapatan lain saya tidak ada, semoga pemerintah perhatikan keluhan kami," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HPN 2014 Azwar Burhan menyebutkan, tidak ada kompensasi yang diberikan kepada pedagang karena selama ini pedagang berjualan menumpang pada lokasi mes pemda.

Menurut dia, setelah pelaksanaan HPN, pedagang diperbolehkan kembali berdagang di lokasi itu. "Jelang HPN memang kawasan itu merupakan areal steril karena Presiden berada di Benteng Marlbrough. Ini cuma sementara, nanti kalau acara selesai pedagang boleh berdagang lagi," kilah Azwar.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.