Constantine
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 64676
- Sejak
- 19 Feb 2009
- Pesan
- 6.946
- Nilai reaksi
- 320
- Poin
- 83
http://pemilu.okezone.com/index.php...208778/presiden-bantah-isu-pemilu-bakal-chaos
JAKARTA - Pemerintah membantah isu akan terjadi chaos atau rusuh pada pelaksanaan pemilu besok pagi, akibat banyaknya kecurangan. Meskipun isu tersebut sudah beredar luas di masyarakat melalui media.
Menanggapi masalah ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui memang ada isu politik yang sengaja diangkat yakni pemilu bisa curang. Hal tersebut disampaikan SBY saat menggelar video confference bersama seluruh gubernur se-Indonesia di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2009).
Menurut SBY, isu tersebut sudah beredar luas di masyarakat melalui media-media. Padahal, menurutnya potensi kecurangan dalam pemilu sangat kecil.
Pasalnya, kata SBY, sistem pengawasan sudah disusun dalam undang-undang atau peraturan yang disusun pemerintah dan DPR. Karenanya, Presiden mengaku heran, bingung, dan bertanya-tanya kenapa ada isu seperti itu.
"Kalau pemilu itu bakal curang, curangnya di mana dan curangnya seperti apa? Kan sistem pengawasan sudah disusun oleh pemerintah dan DPR," ujar SBY.
Menurut Kepala Negara, DPR merupakan representasi dari partai politik. "Kalau pemerintahan itu dipimpin oleh satu partai bisa saja kecurangan itu terjadi, walaupun kita tidak bisa menuduh. Kalau sekarang di pemerintahan kita banyak partai, saya dan wakil presiden partainya beda. Pak Mentri juga partainnya beda," tandas Presiden.
Lebih lanjut SBY menjelaskan, perbedaan partai itu adalah pengawasan dalam arti luas atau check and balance. "Masa pemerintah dituduh akan melakukan kecurangan. Oleh karenanya solusinya adalah mari kita cegah bersama kecurangan itu. Kita buktikan kecurangan ini tidak ada dalam pemilu," pungkas SBY.(ram) (uky)
JAKARTA - Pemerintah membantah isu akan terjadi chaos atau rusuh pada pelaksanaan pemilu besok pagi, akibat banyaknya kecurangan. Meskipun isu tersebut sudah beredar luas di masyarakat melalui media.
Menanggapi masalah ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui memang ada isu politik yang sengaja diangkat yakni pemilu bisa curang. Hal tersebut disampaikan SBY saat menggelar video confference bersama seluruh gubernur se-Indonesia di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2009).
Menurut SBY, isu tersebut sudah beredar luas di masyarakat melalui media-media. Padahal, menurutnya potensi kecurangan dalam pemilu sangat kecil.
Pasalnya, kata SBY, sistem pengawasan sudah disusun dalam undang-undang atau peraturan yang disusun pemerintah dan DPR. Karenanya, Presiden mengaku heran, bingung, dan bertanya-tanya kenapa ada isu seperti itu.
"Kalau pemilu itu bakal curang, curangnya di mana dan curangnya seperti apa? Kan sistem pengawasan sudah disusun oleh pemerintah dan DPR," ujar SBY.
Menurut Kepala Negara, DPR merupakan representasi dari partai politik. "Kalau pemerintahan itu dipimpin oleh satu partai bisa saja kecurangan itu terjadi, walaupun kita tidak bisa menuduh. Kalau sekarang di pemerintahan kita banyak partai, saya dan wakil presiden partainya beda. Pak Mentri juga partainnya beda," tandas Presiden.
Lebih lanjut SBY menjelaskan, perbedaan partai itu adalah pengawasan dalam arti luas atau check and balance. "Masa pemerintah dituduh akan melakukan kecurangan. Oleh karenanya solusinya adalah mari kita cegah bersama kecurangan itu. Kita buktikan kecurangan ini tidak ada dalam pemilu," pungkas SBY.(ram) (uky)

