• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Premium Tembus Rp8 Ribu Per Liter

Legendary_master

IndoForum Senior A
No. Urut
20080
Sejak
7 Agt 2007
Pesan
6.934
Nilai reaksi
180
Poin
63
Premium Tembus Rp8 Ribu Per Liter


Pontianak (ANTARA News) - Harga BBM jenis premium di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat menembus Rp8.000 per liter, itupun sulit didapat, kata Ridwan, 42, salah seorang warga Desa Pipitteja, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas.

"Saya terpaksa mengurangi aktivitas menggunakan kendaraan, karena untuk mendapatkan BBM jenis bensin itu sulit dan harganya juga tak terjangkau," ujar Ridwan, di Sambas, Selasa.

Ia berharap, pemerintah segera memperhatikan kesulitan masyarakat akibat dampak dari kenaikan harga BBM dan sulitnya mendapatkan BBM di daerahnya.

Pantauan ANTARA di Kabupaten Sambas sehari lalu, harga premium di kios-kios bensin mencapai Rp8.000/liter, solar Rp8.500/liter, minyak tanah Rp6.000/liter. Sedangkan harga gas elpiji Rp120.000/tabung berat 12 kilogram. Harga BBM tiga jenis tersebut sudah terjadi dua minggu sebelum pengumuman kenaikan oleh pemerintah hingga paska kenaikan. Sementara harga gas sudah lima bulan terakhir cukup tinggi.

Hal senada juga dialami, salah seorang tukang ojek, Jeri, 27, mengeluhkan tingginya harga premium. "Dalam sehari paling tidak saya menghabiskan tiga liter atau Rp24.000 dengan harga Rp8.000/liter. Padahal penghasilan paling banyak tiga kali `tarikan` (angkut ojek) dengan penghasilan Rp75.000, dengan ongkos sekali naik ojek Rp25.000/orang," katanya.

Ia mengatakan, sebelum kenaikan harga BBM, penghasilan bersih bisa mencapai Rp41.000/hari dengan harga premium Rp6.000/liter. "Sekarang untuk paling tidak pengeluaran untuk beli premium, makan dan untuk nabung beli suku cadang kendaraan, paling tidak mengeluarkan biaya sekitar Rp44.000/hari berarti tinggal Rp31.000/hari, atau berkurang Rp10.000/hari," ujar Jeri.

Amat, 29, salah seorang pemilik kios mengatakan, ia dan pemilik kios lainnya terpaksa menjual premium Rp8.000/liter, karena untuk mendapatkan BBM jenis premium ia terpaksa membeli di Kota Sambas, yang jaraknya sekitar 35 kilometer dari tempatnya.

"Sehari saya bisa menjual 200 liter. Saya beli premium di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Kota Sambas Rp6.000/liter, ditambah ongkos bawa Rp15.000/liter, berarti sisa Rp500/liter keuntungan saya," katanya.

Sementara itu, Pejabat Sementara Sales Areal Manajer Pertamina Retail Regional VI Pertamina Kalbar, Sukaryoto Hasyim mengatakan, suplai BBM tiga jenis, yaitu solar, premium dan minyak tanah saat ini lancar-lancar saja, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan BBM.

"KIta tidak segan-segan memberikan sanksi kepada SPBU yang ketahuan menyimpan BBM ataupun menjual BBM di luar ketentuan," ujarnya. Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh agen, pangkalan minyak tanah dan pemilik SPBU.

Dari data Pertamina Regional VI Kalbar, kebutuhan Kalbar akan BBM dalam setahun, yaitu BBM jenis premium sebanyak 256.802 kiloliter, solar sebanyak 208.341 kiloliter, dan minyak tanah sebanyak 193.749 kiloliter.(*)
 
-_-a

klu naek harga gw stuju ,, tapi perbaiki servis nya juga dong dong dong . . .
 
di Amerika mah udah lebih harganya untuk truck d sana harga pulang balik bisa jutaan loch!!!!!!
 
Yah bagusnya memang ngomongin BBM deh, dari pada FPI. Di sini juga BBM langka. Udah mahal, langka lagi. Susah. Gw jadi bingung sendiri saja.

1. Indonesia masih negara OPEC kan?
2. Kalau masih, berarti kita masih dikategorikan negara pengekspor minyak.
3. Kok di koran-koran diberitakan import BBM kita lebih gede dari eksport.
4. Kalau point 3 benar, apa masih diterima di OPEC?
5. Misal nih.... di Indonesia harga buah anggur kan relatif mahal yah, apakah harga anggur di negara penghasilnya sama dengan harga buah anggur di negara kita yang mengimpor anggur?
6. Karena Indonesia masih termasuk negara pengekspor minyak, seharusnya harga minyak konsumsi untuk rakyat tidak boleh sama dengan harga minyak di pasaran.
7. Point 6, kalau kita mau konsekkwen dengan UUD 45 Pasal 33 tentang bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, rakyat Indonesia hanya dikenakan biaya produksi minyak mentah menjadi minyak siap pakai saja, tuh.
8. Oklah akhirnya BBM naik (berkali-kali) dan kita sudah mulai bisa menerimanya, karena walau mahal tapi bisa stabil, ekonomi bisa lancar kok.
9. Tapi sekarang, minyaknya hilang kemana?
10. Apa sekarang ada penimbunan stok, karena menurut pemerintah, harga BBM bakal naik lagi kalau harga per barrelnya di pasar dunia mencapai $ 150
 
OPEC/?
bukan na ud kluar/?
liat s kilaz d koran g
jd gk tau
g sala liat ato bener"
Indonesia adalah negara peng hasil minyak
salah na
minyak mentah mala d ekspor k luar negeri
soal na blm ad tmpt buat mem proses minyak mentah men jd minyak jadi d Indo
it sala na
coba minyak menta d proses ndiri
kan bisa d ekspor dgn arga lebi mahal
 
OPEC/?
bukan na ud kluar/?
liat s kilaz d koran g
jd gk tau
g sala liat ato bener"
Indonesia adalah negara peng hasil minyak
salah na
minyak mentah mala d ekspor k luar negeri
soal na blm ad tmpt buat mem proses minyak mentah men jd minyak jadi d Indo
it sala na
coba minyak menta d proses ndiri
kan bisa d ekspor dgn arga lebi mahal

justru disitu na....
kalo memang pengekspor minyak na...
napa harga minyak naik, malah jaipongan
harusna...
harga minyak dunia naik, uang dari ekport makin gede juga dung
kan bisa nutupi subsidi na
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.