Apabila Anda menderita peradangan akut pada pernapasan, Anda bisa segera mengonsumsi Prednicort, obat yang diproduksi oleh PT Otto Pharmaceutical Laboratories, sebuah pabrik farmasi terkemuka yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat.
Kandungan dan komposisi
Obat anti-inflamasi berbentuk tablet ini mengandung metilprednisolon dengan komposisi 4-8 mg.
Mengenai metilprednisolon
Metilprednisolon adalah obat kortikosteroid yang diperlukan untuk mengatasi peradangan, menekan sistem kerja tubuh berlebihan yang dapat mengakibatkan autoimun, serta menambah hormon steroid di dalam tubuh.
Kandungan utama ini juga termasuk dalam daftar obat-obatan yang sangat penting dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar menurut WHO.
Pada umumnya metilprednisolon digunakan untuk terapi sendi serta pengobatan jangka pendek untuk peradangan pada brokintis yang bersifat akut.
Tak hanya itu metilprednisolon dalam prakteknya juga digunakan bagi para penderita jantung. Karena kegunaannya yang dapat mengobati radang pernapasan, metilprednisolon berdasarkan sebuah penelitian di Italia bisa digunakan untuk mengobati Covid-19.
Termasuk dalam golongan apakah obat ini?
Obat antiperadangan ini ternasuk dalam golongan obat keras. Itu artinya obat tidak bisa dan tidak boleh diperjualkan secara bebas di toko-toko obat atau minimarket karena kandungan dan efek sampingnya yang cukup membahayakan.
Dengan demikian obat ini sangat memerlukan resep dokter yang akan memberikan rekomendasi tepat atau tidaknya obat diberikan pada Anda dengan melihat pada kondisi tubuh Anda.
Karena itu, apabila Anda ingin menginginkan obat ini sebagai solusi pengobatan sebaiknya konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum membeli di toko-toko obat khusus.
Untuk mengetahui ini adalah obat keras Anda bisa melihatnya pada logo K berlatar belakang merah pada kemasan.
Bagaimana cara konsumsinya dan berapa dosisnya?
Anda bisa mengonsumsi Prednicort dengan cara meminumnya sesudah makan untuk menghindari masalah pada pencernaan.
Dosis yang dibutuhkan bergantung pada kelompok pengonsumsi. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak di atas usia 12 tahun.
Pada orang dewasa dosis yang dibutuhkan adalah 4-48 mg per hari sebagai dosis tunggal tunggal. Apabila kondisi yang dialami cukup berat dosis awal adalah 100 mg selama 7 hari, dan dapat dilanjutkan dengan 64 mg sebagai alternatif selama 1 bulan.
Untuk dosis ini agar Anda supaya memperhatikan bahwa dosis harus sesuai anjuran dokter, dan tidak boleh sembarangan.
Siapa yang tidak boleh mengonsumsi obat?
Obat tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang menderita atau mengalami TBC, infeksi jamur sistemik, varisela, orang yang baru divaksin, serta mereka yang mengalami hipersensitivitas terhadap obat.
Adakah efek samping yang dihasilkan?
Sebagai sebuah obat keras tentu saja ada efek samping yang dihasilkan apabila Anda mengonsumsinya.
Efek samping itu adalah Anda akan mengalami gangguan pencernaan, osteoporosis, patah tulang belakang dan panjang, lemah otot, kelainan pada kulit, anak mengalami gangguan pertumbuhan, serta adanya gangguan pada karbohidrat, nitrogen, dan kalsium.
Apabila Anda menderita salah satu efek samping di atas segera hentikan pemakaian setelah sebelumnya konsultasi pada dokter lalu mintalah saran untuk tindakan medis terbaik.
Yang perlu Anda perhatikan saat konsumsi obat
Sebaiknya jangan digunakan bersamaan dengan obat lain karena akan menimbulkan interaksi obat yang berakibat pada jantung dan menimbulkan antikoagulan.
Bagi ibu hamil, sebaiknya tidak mengonsumsi karena dapat berpengaruh pada janin dalam kandungan berdasarkan sebuah penelitian.
Berapa harganya?
Prednicort dibanderol pada harga Rp 52.000-an untuk kandungan metilprednisolon 8 mg. Untuk memperoleh obat ini di toko obat khusus, Anda harus menghubungi terlebih dahulu dokter.
Kandungan dan komposisi
Obat anti-inflamasi berbentuk tablet ini mengandung metilprednisolon dengan komposisi 4-8 mg.
Mengenai metilprednisolon
Metilprednisolon adalah obat kortikosteroid yang diperlukan untuk mengatasi peradangan, menekan sistem kerja tubuh berlebihan yang dapat mengakibatkan autoimun, serta menambah hormon steroid di dalam tubuh.
Kandungan utama ini juga termasuk dalam daftar obat-obatan yang sangat penting dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar menurut WHO.
Pada umumnya metilprednisolon digunakan untuk terapi sendi serta pengobatan jangka pendek untuk peradangan pada brokintis yang bersifat akut.
Tak hanya itu metilprednisolon dalam prakteknya juga digunakan bagi para penderita jantung. Karena kegunaannya yang dapat mengobati radang pernapasan, metilprednisolon berdasarkan sebuah penelitian di Italia bisa digunakan untuk mengobati Covid-19.
Termasuk dalam golongan apakah obat ini?
Obat antiperadangan ini ternasuk dalam golongan obat keras. Itu artinya obat tidak bisa dan tidak boleh diperjualkan secara bebas di toko-toko obat atau minimarket karena kandungan dan efek sampingnya yang cukup membahayakan.
Dengan demikian obat ini sangat memerlukan resep dokter yang akan memberikan rekomendasi tepat atau tidaknya obat diberikan pada Anda dengan melihat pada kondisi tubuh Anda.
Karena itu, apabila Anda ingin menginginkan obat ini sebagai solusi pengobatan sebaiknya konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum membeli di toko-toko obat khusus.
Untuk mengetahui ini adalah obat keras Anda bisa melihatnya pada logo K berlatar belakang merah pada kemasan.
Bagaimana cara konsumsinya dan berapa dosisnya?
Anda bisa mengonsumsi Prednicort dengan cara meminumnya sesudah makan untuk menghindari masalah pada pencernaan.
Dosis yang dibutuhkan bergantung pada kelompok pengonsumsi. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak di atas usia 12 tahun.
Pada orang dewasa dosis yang dibutuhkan adalah 4-48 mg per hari sebagai dosis tunggal tunggal. Apabila kondisi yang dialami cukup berat dosis awal adalah 100 mg selama 7 hari, dan dapat dilanjutkan dengan 64 mg sebagai alternatif selama 1 bulan.
Untuk dosis ini agar Anda supaya memperhatikan bahwa dosis harus sesuai anjuran dokter, dan tidak boleh sembarangan.
Siapa yang tidak boleh mengonsumsi obat?
Obat tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang menderita atau mengalami TBC, infeksi jamur sistemik, varisela, orang yang baru divaksin, serta mereka yang mengalami hipersensitivitas terhadap obat.
Adakah efek samping yang dihasilkan?
Sebagai sebuah obat keras tentu saja ada efek samping yang dihasilkan apabila Anda mengonsumsinya.
Efek samping itu adalah Anda akan mengalami gangguan pencernaan, osteoporosis, patah tulang belakang dan panjang, lemah otot, kelainan pada kulit, anak mengalami gangguan pertumbuhan, serta adanya gangguan pada karbohidrat, nitrogen, dan kalsium.
Apabila Anda menderita salah satu efek samping di atas segera hentikan pemakaian setelah sebelumnya konsultasi pada dokter lalu mintalah saran untuk tindakan medis terbaik.
Yang perlu Anda perhatikan saat konsumsi obat
Sebaiknya jangan digunakan bersamaan dengan obat lain karena akan menimbulkan interaksi obat yang berakibat pada jantung dan menimbulkan antikoagulan.
Bagi ibu hamil, sebaiknya tidak mengonsumsi karena dapat berpengaruh pada janin dalam kandungan berdasarkan sebuah penelitian.
Berapa harganya?
Prednicort dibanderol pada harga Rp 52.000-an untuk kandungan metilprednisolon 8 mg. Untuk memperoleh obat ini di toko obat khusus, Anda harus menghubungi terlebih dahulu dokter.