Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber
etik
etikPada Rabu 20 Maret 2024 Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan paslon nomor urut 2 Prabowo Gibran sebagai pemenang Pilpres 2024.
Prabowo Gibran dinyatakan menang atas dua paslon lainnya dengan selisih cukup jauh. Paslon 2 memperoleh 96.214.691 suara atau sekitar 58,58 %.
Sementara paslon 1 Anies Imin mengantongi 40.971.906 suara atau sekitar 24,95 % & terakhir paslon 3 Ganjar Mahfud mengoleksi 27.040.878 suara atau sekitar 16,47 %.
Sumber : https://nasional.kompas.com/read/202...g-pilpres-2024
Kemenangan yg telak tersebut mendorong Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menerima hasil penghitungan suara yg melegitimasi kemenangan Prabowo Gibran.
"Partai NasDem menyatakan menerima hasil Pemilu 2024 yg sudah dilaksanakan pada tanggal 14 Februari, baik pemilu legislatif maupun pemilihan presiden & wakil presiden," ucap Paloh di hari yg sama.
Paloh juga mengucapkan selamat kepada Prabowo Gibran.
"Nasdem mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang pilpres 2024," ujar Paloh.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasiona...prabowo-gibran
Namun sikap Surya Paloh & Nasdem berkontradiksi dengan paslon 01 yg Nasdem usung di Pilpres 2024 yakni Anies Muhaimin.
Di hari yg sama Anies & Cak Imin mengeluarkan video yg menyatakan tidak harap Indonesia dipimpin Prabowo Gibran.
Sebab Anies & Muhaimin menganggap Prabowo Gibran menang curang. Sehingga pihak Timnas AMIN pun menyatakan akan membawa persengketaan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
langkah yg dilakukan adalah mengumpulkan semua sinyalemen, semua bukti-bukti untuk kemudian dibawa ke depan hakim, ke depan Mahkamah Konstitusi," ujar Anies 20 Maret 2024.
Sumber : https://nasional.kompas.com/read/202...kan-yang-penuh
Sikap Surya Paloh yg melawan posisi Anies & Muhaimin soal tuduhan kecurangan pilpres serta sikap Puan yg melawan posisi Ganjar Mahfud soal hak angket, menunjukkan tidak ada fakta kuat yg dapat dipertanggungjawabkan dari usulah hak angket maupun gugatan MK.
Realita adanya pengkhianatan secara terbuka dari internal Koalisi Ganjara Mahfud & Koalisi Anies Imin, menunjukkan Hak Angket & Gugatan MK berlandaskan pada omong kosong para politikus pecundang.
Lucunya, hampir semua figur yg menyimpan dengki & kebencian ini adalah orang orang yg gemar menjual bukti diri agama dalam politiknya.
Sebut saja Anies Baswedan & narasi-narasi sektariannya, kemudian Muhaimin Iskandar dengan Sholawat kedengkiannya, hingga Ganjar Pranowo dengan kampanye adzannya.
Rupanya, kita sedang mendengar sebuah aturan baru dalam politik bukti diri agama, yaitu mendengki adalah beberapa dari Iman.
Itulah yg sedang diajarkan Anies Imin & Ganjar Mahfud kepada seluruh rakyat Indonesia. Mempertontonkan kedunguan dengan keluguan.
Lebih lucunya lagi, mayoritas muslim di Indonesia ternyata menolak memenangkan pasangan Anies Imin & Ganjar Mahfud di Pilpres 2024.
Jika mengurai peta politik Pilpres 2014 & 2019 tentu kita semua tahu bahwa Prabowo adalah paslon yg ikut memainkan politik bukti diri agama & dia tidak pernah menang.
Ketika terjadi perdamaian Jokowi Prabowo usai Pilpres 2019, yg mendorong Prabowo meninggalkan & menanggalkan Poros Politik Keagamaan, ia pun dicibir oleh seluruh punggawa politik keagamaan Indonesia.
Bahkan, ketika akhirnya Prabowo Gibran memenangkan Pilpres 2024, seluruhnya dilakukan tanpa kontribusi secuil pun dari organ-organ politik NU maupun FPI Counter Strike.
Kemenangan Prabowo Gibran dari suara muslim lebih ditopang oleh peran figur-figur individual yg tidak bergabung dalam organ-organ politik NU (PKB,PPP) maupun tidak terkait organ-organ politik PKS.
Rupanya, kita sedang mendengar kelahiran suatu aturan baru dalam politik bukti diri agama, yaitu langit menyukai orang orang yg menjauhkan diri dari Poros Politik Agama.
Kenapa? Sebab langit tidak menyukai orang-orang yg menjual sabda-sabda-Nya dengan harga yg sangat murah, Se-murah politik.
Pada akhirnya, kita semua melihat kenyataan bahwa langit menyertai mereka yg tidak berdagang ayat suci (Prabowo - Gibran), sedangkan kebencian & kedengkian lebih dekat dari urat nadi para penjual ayat suci (Ganjar Mahfud, Anies Imin).
Kemenangan adalah milik mereka yg mengubur dalam-dalam pilar politik keagamaan.
Oleh karena itu, langkah Puan Maharani mengkhianati usulan hak angket Ganjar Mahfud, sudah tepat. Sebagaimana, langkah Surya Paloh mengkhianati tuduhan kecurangan Anies Imin, yg juga sudah tepat.