• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Post Power Syndrome...

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. rosa89
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

rosa89

IndoForum Junior A
No. Urut
77770
Sejak
13 Agt 2009
Pesan
2.699
Nilai reaksi
165
Poin
63
Ada seseorang (sebut saja X) yang selalu menceritakan kejayaannya dimasa lampau, namun justru karena hidup dimasa lalunya X sulit menghadapi kehidupannya sekarang. Kejayaannya sebagai seorang bos dimana uang bukan masalah dan kekuasaan untuk mengatur bawahannya serta perasaan dianggap penting oleh orang sekitarnya, telah menjadikan X terlena dengan masa lalunya. Setiap orang yang dia temui pasti diceritakan cerita masa kejayaannya, jalan kesana-kemari, barang bermerk yang selalu bisa dia beli dan lain sebagainya. Bosan menghadapi X, Q sendiri mencari tahu penjelasan psikologis yang bisa Q pahami. Setelah jalan sama mbah google kemana-mana, ternyata hal ini adalah suatu gejala psikologis yang disebut post-power syndrome. karena (kayaknya) di IF belum ada thread soal ini ya jadi Q post sekalian :D.

funny-pictures-cat-lives-in-a-depressed-economy2.jpg

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan post power syndrome itu?. Arti dari "syndrome" itu adalah kumpulan gejala. "Power" adalah kekuasaan. Jadi, terjemahan dari post power syndrome kira-kira adalah gejala-gejala pasca kekuasaan. Gejala ini umumnya terjadi pada orang-orang yang tadinya mempunyai kekuasaan atau menjabat satu jabatan, namun ketika sudah tidak menjabat lagi, seketika itu terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang kurang stabil. Gejala-gejala itu biasanya bersifat negatif, itulah yang diartikan post power syndrome. Post-power syndrome, adalah gejala yang terjadi di mana penderita hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (karirnya, kecantikannya, ketampanannya, kecerdasannya, atau hal yang lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. Seperti yang terjadi kepada X, ia mengalami post-power syndrome. Ia selalu ingin mengungkapkan betapa ia begitu bangga akan masa lalunya yang dilaluinya dengan jerih payah yang luar biasa (menurutnya).

crazy_cat_2.jpg

Bisa dibagi menjadi beberapa gejala:
1. Gejala fisik, misalnya orang-orang yang mengalami post power syndrome, kadangkala tampak menjadi jauh lebih cepat tua dibanding pada waktu dia menjabat. Tiba-tiba rambutnya menjadi putih semua, berkeriput, menjadi pemurung, dan mungkin juga sakit-sakitan, menjadi lemah tubuhnya.
2. Gejala emosi, misalnya cepat tersinggung, merasa tidak berharga, ingin menarik diri dari lingkungan pergaulan, ingin bersembunyi dan sebagainya.
3. Gejala perilaku, misalnya malu bertemu dengan orang lain, lebih mudah melakukan pola-pola kekerasan atau menunjukkan kemarahan baik di rumah atau di tempat yang lain
.

sad-cat-sad-funny-animals-kitty-%D0%BA%D0%BE%D1%82-animals_large.jpg

Penyebab post-power syndrome sebenarnya adalah sejenis krisis perkembangan, dimana setiap orang pasti pernah mengalaminya dalam fase kehidupan tertentu. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya post-power syndrome.
Pensiun dini dan PHK adalah salah satu dari faktor tersebut. Bila orang yang mendapatkan pensiun dini tidak bisa menerima keadaan bahwa tenaganya sudah tidak dipakai lagi, walaupun menurutnya dirinya masih bisa memberi kontribusi yang signifikan kepada perusahaan, post-power syndrom akan dengan mudah menyerang. Apalagi bila ternyata usianya sudah termasuk usia kurang produktif dan ditolak ketika melamar di perusahaan lain, post-power syndrom yang menyerangnya akan semakin parah.
Kejadian traumatik juga menjadi salah satu penyebab terjadinya post-power syndrome. Misalnya kecelakaan yang dialami oleh seorang pelari, yang menyebabkan kakinya harus diamputasi. Bila dia tidak mampu menerima keadaan yang dialaminya, dia akan mengalami post-power syndrome. Dan jika terus berlarut-larut, tidak mustahil gangguan jiwa yang lebih berat akan dideritanya.
Hal ini terjadi karena hidup Qt yang didasari pada hanya satu hal yang dapat Qt banggakan, sebagai contoh kekuasaan, kekayaan atau popularitas. Sehingga ketika hal itu hilang, seluruh hidup Qt pun terasa terbawa lenyap bersamanya.


Yang PERTAMA, pada saat kita melakukan sesuatu atau sebelum menjabat, kita perlu belajar menyadari bahwa segala sesuatu itu adalah karunia dari tuham termasuk kekuasaan dan jabatan. Tugas kita adalah hanya sebagai alat yang dipakai tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya. Jadi, kita tidak boleh mengangkangi kuasa yang telah diberikan tuhan untuk menjadi milik kita yang harus kita pertahankan sepenuhnya. Kita sedang melakukan pekerjaan yang tuhan percayakan pada kita melalui kuasa yang dikaruniakan-Nya kepada kita.

Yang KEDUA, kita juga harus selalu menyadari bahwa kekuasaan itu tidak bersifat permanen dan kita harus menyiapkan diri apabila suatu ketika kuasa itu lepas dari diri kita. Apabila tiba-tiba kita kehilangan kekuasaan, tetapi kita mempunyai persiapan sebelumnya, maka kita akan lebih tahan menghadapi krisis ini.

Yang KETIGA, sebaiknya selama berkuasa, kita tidak memikirkan bagaimana mempertahankan kekuasaan, tetapi kita memikirkan untuk melakukan kaderisasi. Justru karena dengan kita melatih dan mendidik, maka nantinya kita dihargai, karena kita telah melakukan suatu regenerasi dan melakukan pendidikan, tugas mendidik orang lain, bukan karena kekuasaan yang kita miliki.

Yang KEEMPAT, kita perlu belajar rendah hati, jangan terlalu menyombongkan dan membanggakan diri atas apa yang Qt miliki. Perlakukan semua orang sama ketika Qt diatas, niscaya mereka juga akan berlaku sama walau Qt sedang dibawah.

Yang KELIMA, sebanyak mungkin menanamkan kebaikan selama kita berkuasa. Kalau kita banyak menyakiti hati orang, kita banyak menindas orang, waspadalah bahwa gejala post power syndrome ini dekat dengan kita. Tujuan utama kekuasaan bukan agar kita dihargai orang, tetapi supaya kita berbuat banyak bagi kesejahteraan orang lain.

Yang KEENAM, jangan hanya mendasari hidup anda atas suatu hal yang kita raih. Qt masih punya keluarga yang bisa Qt banggakan dan diatas segalanya Qt masih memiliki tuhan yang mengasihi Qt. Tidak peduli bagaimanapun Qt, tuhan pasti tetap akan mendampingi dan selalu membantu Qt :).

Bila seorang penderita post-power syndrome dapat menemukan aktualisasi diri yang baru, hal itu akan sangat menolong baginya. Misalnya seorang manajer yang terkena PHK, tetapi bisa beraktualisasi diri di bisnis baru yang dirintisnya (agrobisnis misalnya), ia akan terhindar dari resiko terserang post-power syndrome.
Di samping itu, dukungan lingkungan terdekat, dalam hal ini keluarga, dan kematangan emosi seseorang sangat berpengaruh pada terlewatinya fase post-power syndrome ini. Seseorang yang bisa menerima kenyataan dan keberadaannya dengan baik akan lebih mampu melewati fase ini dibanding dengan seseorang yang memiliki konflik emosi.
Dukungan dan pengertian dari orang-orang tercinta sangat membantu penderita. Bila penderita melihat bahwa orang-orang yang dicintainya memahami dan mengerti tentang keadaan dirinya, atau ketidak mampuannya mencari nafkah, ia akan lebih bisa menerima keadaannya dan lebih mampu berpikir secara dingin. Hal itu akan mengembalikan kreativitas dan produktifitasnya, meskipun tidak sehebat dulu. Akan sangat berbeda hasilnya jika keluarga malah mengejek dan selalu menyindirnya, menggerutu, bahkan mengolok-oloknya.


cats-in-love.jpg

Post-power syndrome pasti akan menyerang siapa saja, namun dengan kematangan pikiran dan dukungan orang-orang yang Qt sayangi hal ini bukanlah suatu masalah yang akan berlarut-larut. Rencanakan masa depan anda sebaik mungkin dan selalu persiapkan diri anda untuk kemungkinan terburuk /ok.
 
akhir2 ni banyak orang yang mengalami seperti ini... :(

jalinan pertemanan yang baik dan saling membangun tentu saja bisa memperbaikinya...

dan jangan lupa... andalkan Tuhan...Tuhan pun ikut berperan serta untuk pemulihan orang-orang yang mengalami pps.. ^_^

bawa orang-orang yang mengalami pps itu untuk dekat pada Tuhan sehingga mereka bisa memperoleh kedamaian di hati, mendapatkan pemulihan dari luka batin, memperoleh kembali kepercayaan diri dan terlebih lagi.. mereka mengalami pemulihan hidup, karir, pekerjaan, keuangan, keluarga dll...

:-bd
 
gambar kucingnya kasian ya sista.... :(

@Constantine: yah...bantaun orang terdekat perlu banget untuk membawanya pada Tuhan....

tapi repotnya bagaimana jika yang mengalami adalah sesorang yang nggak punya temen dan hidup sendiri... :(
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.