al_hudzaifah
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 18915
- Sejak
- 16 Jul 2007
- Pesan
- 3.389
- Nilai reaksi
- 60
- Poin
- 48
Ponsel Masa Depan Pakai Charger Universal
22 Februari 2009
Untuk mengatasi masalah itu, GSM Association dan 17 produsen serta operator perangkat genggam mengumumkan bahwa mereka sepakat untuk mengimplementasikan sebuah standar industri di bidang charger ponsel. Tujuan inisiatif yang dipimpin oleh GSMA adalah memastikan industri ponsel menggunakan format standar untuk charger yang hemat energi yang menghasilkan sekitar 50% penghematan energi, serta mengeliminasi sekitar 51 juta ton charger duplikat. Pengguna juga akan lebih nyaman karena dapat dengan mudah melakukan charging terhadap apapun merek ponselnya.
“Industri mobile memiliki peran penting dalam mengatasi masalah lingkungan, dan program ini merupakan langkah penting yang dapat mengarah ke penghematan sumber daya, di lain kenyamanan pengguna,” kata Rob Conway, Chief Executive Officer GSMA. “Terdapat potensi besar di industri ponsel yang dapat membantu pengguna hidup dan bekerja secara lebih ramah lingkungan. Dengan dukungan dari pemain besar di industri, inisiatif ini akan membuka jalan untuk itu,” ucapnya.
Adapun perusahaan yang sudah menyatakan diri untuk bergabung dengan inisiatif GSMA tersebut adalah 3 Group, AT&T, KTF, LG, Mobilkom Austria, Motorola, Nokia, Orange, Qualcomm, Samsung, Sony Ericsson, Telecom Italia, Telefónica, Telenor, Telstra, T-Mobile, dan Vodafone.
Kelompok itu mematok target bahwa 1 Januari 2012 mendatang sebagian besar ponsel yang beredar akan menggunakan Universal Charging Solution (UCS). Standar interface yang digunakan untuk charger itu nantinya adalah micro-USB dan akan memenuhi target efisiensi yang ditetapkan oleh Open Mobile Terminal Platform. OMPT sendiri merupakan lembaga yang mengembangkan spesifikasi teknis di balik UCS.
Charger UCS akan memiliki tingkat efisiensi tiga kali lebih baik dibandingkan charger yang beredar saat ini. Lebih lanjut, standarisasi juga akan menurunkan sekitar 50% produksi charger yang dibuat oleh setiap produsen. Efek sampingnya adalah berkurangnya limbah industri dan biaya transportasi untuk pengiriman charger ke pasar yang saat ini mencapai sekitar 13,6 sampai 21,8 juta ton per tahun.
(• Sumber: VIVAnews.Com)