al_hudzaifah
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 18915
- Sejak
- 16 Jul 2007
- Pesan
- 3.389
- Nilai reaksi
- 60
- Poin
- 48
Ponsel Layar Sentuh Jadi Primadona di 2008
27 Desember 2008
Salah satu perangkat yang mungkin terbesit di benak kebanyakan orang ketika mendengar kata ponsel cerdas adalah iPhone. Produk besutan Apple satu ini memang menjadi ponsel pintar yang ramai dibicarakan pasar sejak diluncurkan pertengahan 2007 silam. Tahun ini, Apple memperkaya fiturnya dengan meluncurkan iPhone yang mendukung jaringan 3G. iPhone 3G memungkinkan penggunanya untuk browsing di atas Safari layaknya sekelas desktop.
Pun demikian, apa yang menonjol dari iPhone adalah teknologi layar sentuhnya. Hampir seluruh tombol navigasi dikonversi ke bentuk layar sentuh, dan dijalankan cukup dengan sentuhan jari.
Kesuksesan iPhone tersebut memicu vendor-vendor lainnya untuk mengadopsi teknologi yang sama pada ponsel pintarnya. Sebut saja HTC yang meluncurkan model serupa pada Mei lalu bernama HTC Touch Diamond.
Bila berbicara user-friendly, HTC mungkin sedikit lebih unggul karena menjadi perangkat ponsel pintar layar sentuh pertama berbasis Windows Mobile. Langkah HTC ini tak lama diikuti Samsung pada model Omnia-nya dan Experia X1 besutan Sony Ericsson.
Yang tak terlupakan, BlackBerry, jajaran ponsel pintar di bawah Research In Motion (RIM), baru saja memperkenalkan BlackBerry Storm. Fitur vitalnya yang khas, susunan keyboard QWERTY, tak melepaskannya dari image pecontek iPhone. Terbukti teknologi layar sentuh iPhone diadopsi RIM pada BlackBerry Storm.
Sejumlah vendor ponsel pintar terus bereksplorasi dan hasilnya teknologi layar sentuh menjadi fitur baru yang seolah-olah "harus ada" di dalam sebuah ponsel pintar. Hal tersebut terlihat jelas pada produk baru Hewlett-Packard pada iPaQ 912-nya, atau E71 milik Nokia,
Tahun ini, pasar juga dikejutkan dengan pengumuman bahwa lisensi Symbian sebagai sistem operasi kebanyakan ponsel pintar menjadi gratis karena open-source. Nokia menyatakan siap untuk mengambil alih manajemen platform tersebut dan mengembangkan piranti lunak khusus ponsel pintar itu di bawah Symbian Foundation. Diharapkan organisasi nirlaba tersebut sudah dapat beroperasi pada 2009.
Tak hanya itu, tahun depan pasar juga menunggu kepastian akan rumor benar atau tidaknya Palm meluncurkan platform mobile terbarunya. Menurut kabar terakhir, fitur platform Palm tersebut akan dikombinasikan dengan core berbasis Linux dan difokuskan pada akses web.
Bagaimanapun, pada 2009 diproyeksi pertumbuhan ponsel pintar akan semakin pesat, dan lebih banyak gebrakan baru dibandingkan tahun ini dari para vendor ponsel pintar.
• Sumber: VIVAnews.com
