• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0


Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Hi sobat Kaskus,


Pastinya agan & sista semua tahu dengan brand Polytron bukan? Namun, banyak orang awam yg baru melihat nama brand tersebut langsung tertuju pada brand dari produk Jepang.

Namun ternyata brand itu adalah produk lokal, bukan brand asing yg membuka cabang di Indonesia tetapi benar-benar barang lokal yg berkualitas, bukan pula barang ODM yg banyak dijual di Tiktok dengan harga murah meriah kualitas ampas.

Polytron, salah satu brand elektronik terkemuka di Indonesia, memiliki sejarah panjang & menarik. Berdirinya Polytron dimulai pada tanggakl 18 Mei 1975 oleh (PT Hartono Istana Teknologi) adalah konglomerat Hartono bersaudara, yaituRobert Budi HartonodanMichael Bambang Hartono.dengan nama awal PT Indonesian Electronic & Engineering. Awalnya, perusahaan ini cuma memproduksi peralatan elektronik rumah tangga seperti kipas angin & setrika.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Namun, seiring waktu, Polytron berkembang pesat & memperluas produknya ke televisi, kulkas, AC, & lain-lain. Pada tahun 1984, Polytron meluncurkan audio compo sebagai produk keduanya, yg langsung populer di kalangan masyarakat perkotaan.

Polytron juga memiliki beberapa merek lain, seperti Digitec & Oke, yg diposisikan sebagai produk elektronik digital mewah. Pada tahun 2000-an, Polytron mulai memperluas pasarnya ke luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, & Thailand.

Saat ini, Polytron memiliki dua pabrik utama, satu di Kudus & satu di Demak, dengan lebih dari 10.000 karyawan. Polytron juga memiliki 11 kantor perwakilan, 5 dealer resmi, & 50 pusat layanin yg tersebar di seluruh Indonesia.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Polytron juga sudah memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Top Brand Award, Indonesia Best Brand Award, & Indonesia Original Brand. Pada tahun 2023, Polytron meluncurkan dua model sepeda motor listrik, Polytron EV Fox & Polytron EV T-Rex, sebagai bagian dari upayanya untuk memasuki industri kendaraan listrik.

Tapi yg jadi pertanyaan saat ini, benarkah Polytron sudah jadi raja di negeri sendiri?

Kisah ini dimulai pada krisis tahun 1998, dimna terjadi inflasi tinggi 1 dollar yg awalnya dikisaran 2000an melambung jadi 16.000, tentu saja barang import semakin naik seperti Samsung, Sony & LG tak sanggup di beli oleh masyarakat pada waktu itu karena harganya jadi mahal.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Sedangkan Polytron, harganya masih terjangkau oleh masyarakat. Alih-alih bangkrut, Polytron jadi penyelamat kebutuhan elektronik rakyat mereka dapat bertahan.

Bahkan semakin kuat pasca krisis, disinilah momentum merubah persepsi masyarakat dari terpaksa beli Polytron jadi bangga beli Polytron ternyata kualitasnya setara dengan brand-brand akbar pada waktu itu, & awetnya minta ampun.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Selamat dari krisis Polytron mengeluarkan kulkas Belleza, tentu saja kombinasi bahan & warna yg menarik jadi ikonik kulkas era modern yg diawali oleh Polytron.

Kemudian lahir juga mesin cuci zeromatic, dengan design yg mewah tetapi mempunyai teknologi yg cukup canggih untuk kawasan daerah yg mempunyai tekanan air yg kecil.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Zaman semakin berubah, tv tabung pun mulai ditinggalkan Polytron menciptakan tv LED dari nol, bukan cuma merakit maka lahirlah cinemax LED tv, dengan speaker tower tambahan disampingnya.

Namun di sektor smartphone Polytron gagal bersaing ditengah gempuran brand China, yg saat itu dijual murah. Lalu di era kendaraan EV Polytron kembali membuka peluang, motor EV yg di produksi oleh Polytron ternyata digemari masyarakat. Bahkan buatan mereka juga di test melewati banjir yg saat ini sering terjadi di daerah perkotaan, & hasilnya memuaskan.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Bahkan Polytron juga sudah menciptakan mobil EV, mobil ini merupakan hasil kolaborasi dengan Skyworth EV6 yg dirakit di Purwakarta, maka lahirlah Polytron G3danG3+. Sedangkan pesaingnya yg bermain dengan elektronik juga seperti Samsung, Sony & LG kini sedang terseok digempur oleh brand China yg semakin gila dalam ekspansi.

Polytron tahu kebutuhan akbar masyarakat, produk lokal tidak harus jadi nomor dua mereka tahu kalau dapat jadi raja di negeri sendiri. Masihkah Polytron dapat bertahan di tengah gempuran brand China? Kita tunggu saja waktu yg akan melihat seberapa kuat grup Djarum bertahan dalam era modern saat ini.

Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia


Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2026
referensi : klik, klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Rate 5 Star


Polytron Menjadi Raja Di Negeri Sendiri, Benarkah Demikian?


 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.