• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Polres Banjar dan Ciamis Terima Surat Berisi Teror

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
BANJAR – Korp Kepolisian Resort (Polres) Kota Banjar dan Polres Kabupaten Ciamis diguncang teror sepucuk surat tanpa identitas yang ditemukan oleh salah satu anggota polisi di Pos Pengamanan Lalu-lintas Polresta Banjar, Rabu (5/9/2012).

acREY.jpg
Surat berisi kecaman dan ancaman terhadap polisi itu ditulis oleh orang tidak dikenal. Pelaku teror menuliskan dalam surat tersebut, aksinya menyurati polisi dilakukan mengatasnamakan ‘Penghuni Bumi Pertiwi’. Peristiwa surat teror itu, pertama kali diketahui oleh Briptu Vrino Andrian yaitu salah seorang anggota polisi yang biasa bertugas mengatur lalu-lintas di persimpangan jalan BKR, Jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar.

Saat itu, Vrino hendak menjalankan tugasnya mengatur lalu-lintas. Namun, saat memasuki pos, ternyata di atas meja menemukan sepucuk surat yang bertuliskan ‘Untuk Polisi’. Setelah memastikan isi amplop benar-benar surat dan ditujukan untuk polisi, Vrino memberanikan membuka dan membaca isi surat. “Setelah saya pastikan diraba benar berisi surat, saya membukanya dan membaca isi surat itu,” kata Vrino, kemarin.

Vrino menjelaskan, dirinya sempat terkejut membaca isi surat yang di pegangnya. Karena berisi kecaman sekaligus ancaman, khawatir dnegan apa yang ditemukanya maka dirinya lebih memilih melaporkan temuan itu ke Mapolresta Banjar.

Belakangan diketahui, isi surat itu tertulis ‘hey polisi kamu bukan pembela keadilan tapi pembuat kekeruhan, pembikin keonaran. Kami aka (akan) bikin perhitungan dengan polisi-polisi sadis. Kami juga bisa lebih sadis conto (contoh) lagi polisi di Banjar dan Ciamis, tungu (tunggu) saja permainan kami berlanjut dari Solo, Semarang, Banjar, Ciamis! Polisi teh borokokok kudu di anu satu-satu. Dari atas sampai bawah polisi kami tantang oke’.

Selain menuliskan kata-kata tersebut, pembuat surat juga membubuhkan sebuah gambar peluru dan menuliskan penghuni bumi pertiwi di bagian bawah surat. Semua tulisan dibuat mengunakan tinta spidol berwarna biru. Sementara itu, setelah laporan di sampaikan ke Mapolresta Banjar hal itu menimbulkan keresahan di beberapa anggota kepolisian. Pasalnya, belum lama ini kasus terorisme dengan korban aparat kepolisian sempat terjadi di Solo.

Menagapi surat tanpa identitas itu, Kapolresta Banjar AKBP Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, Polresta Banjar sudah membuat tim khusus untuk mengungkap kasus itu. Menurut Sambodo, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menemukan siapa orang yang membuat surat kaleng tersebut. “Kalau menurut saya, siapa saja bisa menulis surat ini. Tapi saya tidak bisa menduga-duga dulu, yang jelas masih kita selidiki,” tegas Sambodo.

Namun, lanjut Sambodo, pihaknya tidak sependapat kalau surat itu disebut sebagai aksi teror. Menurut dia, peristiwa itu belum dikatakan aksi teror karena pelakunya masih dalam penyelidikan. “Mungkin saja ada orang yang memancing di air keruh. Bisa juga orang yang tidak senang terhadap polisi atau bahkan orang iseng. Jadi belum disimpulkan teror,” terang Sambodo.

Sambodo mengatakan, mungkin saja ada pihak tertentu atau masyarakat yang membenci polisi terkait penindakan hukum yang dilakukan terhadap masyarakat. Kebencian masyarakat, merupakan salah satu konsekwensi sebagai penegak hukum.

“Bisa saja ada pelaku kejahatan yang ditangkap polisi dan membuat yang bersangkutan tidak suka kepada polisi. Lalu menumpahkan kekesalan dengan membuat seperti ini,” tandas Sambodo.

Lanjut Sambodo, temuan surat itu tidak begitu ditanggapi berlebih. “Untuk meningkatkan kewaspadaan, setiap saat dan dalam keadaan apapun Polisi harus tetap siaga dan waspada,” pungkas Sambodo.

Kapolres Ciamis AKBP Kemas Ahmad Yamin mengatakan, dirinya sedang mengadakan rapat membahas terkait aksi teror atau temuan surat berisi nada ancaman kepada Polisi. “Malam ini kami kami langusng rapat untuk mengantisipasi dan mewaspadai aksi tersebut,” tandas Kemas.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.