yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Diduga sedang mabuk, anggota Polsek Karangsembung, Cirebon, Jawa Barat, Brigadir WJ, menembak mati warga bernama Agus bin Waryo (18) pukul 01.30 WIB Minggu, 5 Agustus dini hari kemarin.
Agus ditembak saat sedang bersama rekan-rekannya melakukan tradisi obrog atau membangunkan orang sahur di desanya.
Berdasarkan informasi, Senin (6/8/2012), kejadian bermula saat Brigadir WJ tengah mengendarai sepeda motor bersama rekannya warga sipil di Jalan Raya Karangsembung.
Di saat bersamaan, melintas rombongan Agus dan kawan-kawannya dengan memutar musik sambil berjoget untuk membangunkan orang sahur. Brigadir WJ yang merasa terganggu dengan iring-iringan tersebut sempat meminta warga menepi.
Namun, rombongan menolak dan balik membantahnya dengan ejekan hingga sempat terjadi adu mulut. Brigadir WJ pun akhirnya melepaskan tembakan peringatan ke udara, tetapi tetap tak digubris warga bahkan mereka menyebutnya suara tersebut bunyi petasan.
Emosi Brigadir WJ pun memuncak,ditambah masih dalam pengaruh minuman keras. Brigadir WJ tiba-tiba menodongkan pistolnya ke arah kerumunan rombongan.
Dor, tembakan itu mengenai perut kanan Agus. Pemuda yang bekerja sebagai buruh bangunan ini pun ambruk dan tewas di lokasi kejadian. Brigadir WJ sendiri langsung melarikan diri setelah melihat korbannya terkapar meski kemudian berhasil ditangkap.
“Tiba-tiba polisi itu menembak kami dalam jarak 1,5 meter sebanyak dua kali. Satu peluru mengenai Agus hingga akhirnya tewas,” ungkap Deni (17), salah satu rombongan yang ikut tradisi obrog.
Paginya pukul 08.30 WIB, puluhan warga mendatangi Mapolsek Karangsembung. Mereka menuntut Brigadir WJ dipecat dan dihukum seberat-beratnya.
“Polisi harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami minta polisi menyelidiki dan memprosesnya secara terbuka, jangan ditutup-tutupi,” ungkap Ade, warga sekitar.
Sebelumnya, Angga Prima bin Darmawan (12), warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ditembak polisi saat terjadi bentrok antara aparat dengan warga. Hingga kini, polisi sudah memeriksa enam aparat yang saat itu bertugas.