Closed
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 110753
- Sejak
- 11 Des 2010
- Pesan
- 296
- Nilai reaksi
- 3
- Poin
- 18
Seorang anggota Polres Prabumulih bernama Briptu Devi Handra (24) dikeroyok 10 pria di depan agen travel di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (27/12/2010).
Menurut Devi Handra di SPK Polresta Palembang, kejadian tersebut berawal saat dia hendak mencari tiket ke Prabumulih.
"Baru turun dari motor, aku dideketin wong di situ. Katanya mau ke mana? Terus aku jawab mau ke Prabumulih," ujar Devi Handra. "Terus dia bilang naik mobil dia saja dan ongkosnya Rp 30.000. Lalu aku nawar dua puluh lima ribu, dio malah marah-marah dan bilang, bukannya mobil nenek moyang kau."
Mendengar hal tersebut, Handra yang tidak sedang berseragam Polri, merasa tidak senang.
"Aku jawab, ngapo kau ngomong cak itu. Terus kami ribut mulut dan langsung ngoco dio. Kawan dio yang laen jugo bantu, jadi ado 10 wong yang keroyok aku di tempat itu. Aku dak biso melawan, Pak, banyak nian," jelas Devi.
Kemudian datanglah adik Devi yang saat itu mengantarnya dan masih menunggu di parkiran sepeda motor. Melihat kakaknya dikeroyok, M Simpani, adik Devi, langsung mencoba menolong. Pelajar ini malah ikutan dikeroyok teman pelaku.
Seorang pelaku dengan menggunakan pecahan kaca botol langsung mengarahkan ke kepala Simpani. Akibatnya kepala pelajar tersebut tepatnya di kening mengalami luka robek. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri usai kejadian. Polisi tidak menemukan seorang pun pelaku di tempat kejadian.
Menurut Devi Handra di SPK Polresta Palembang, kejadian tersebut berawal saat dia hendak mencari tiket ke Prabumulih.
"Baru turun dari motor, aku dideketin wong di situ. Katanya mau ke mana? Terus aku jawab mau ke Prabumulih," ujar Devi Handra. "Terus dia bilang naik mobil dia saja dan ongkosnya Rp 30.000. Lalu aku nawar dua puluh lima ribu, dio malah marah-marah dan bilang, bukannya mobil nenek moyang kau."
Mendengar hal tersebut, Handra yang tidak sedang berseragam Polri, merasa tidak senang.
"Aku jawab, ngapo kau ngomong cak itu. Terus kami ribut mulut dan langsung ngoco dio. Kawan dio yang laen jugo bantu, jadi ado 10 wong yang keroyok aku di tempat itu. Aku dak biso melawan, Pak, banyak nian," jelas Devi.
Kemudian datanglah adik Devi yang saat itu mengantarnya dan masih menunggu di parkiran sepeda motor. Melihat kakaknya dikeroyok, M Simpani, adik Devi, langsung mencoba menolong. Pelajar ini malah ikutan dikeroyok teman pelaku.
Seorang pelaku dengan menggunakan pecahan kaca botol langsung mengarahkan ke kepala Simpani. Akibatnya kepala pelajar tersebut tepatnya di kening mengalami luka robek. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri usai kejadian. Polisi tidak menemukan seorang pun pelaku di tempat kejadian.