AleXandria
IndoForum Newbie C
- No. Urut
- 107327
- Sejak
- 21 Okt 2010
- Pesan
- 164
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
BOGOR, KOMPAS.com - Polisi dan masyarakat seperti ikan dan air. Polisi bukan untuk ditakuti. Fungsi yang dilakukan setiap anggota Polri juga berdasakan panduan petunjuk teknis yang berdasarkan Undang-undang.
Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Suparmi Parto kepada wartawan usai pengarahannya dalam rapat kerja Kapolda dengan jajaran Polres Bogor Kota di kantor polres tersebut di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jumat (10/12/2010) siang.
"Tentu antara polisi dan masyarakat seperti ikan dan air. Polisi jangan ditakuti. Polisi perlu diberi penguatan untuk bertindak. Masyarakat tentu harus paham. Polisi tugasnya bukan untuk kepentingan individunya, tapi untuk melindungi dan mengayomi masyarakat," kata Suparmi .
Dia berharap, masyarakat memberi dukungan penuh kepada langkah polisi dalam menjalankan tugasnya. Polisi akan menerima koreksi dengan lapang dada dan terbuka untuk perbaikan. "Saya terima setiap koreksi, tapi jangan merendahkan atau menjelek-jelekkan," katanya.
Menurut Kapolda, sekarang ini setiap fungsi teknis kepolisian yang dilaksanakan anggota, seluruhnya berdasarkan tuntutan, panduan, atau petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya, yang didasari Undang-undang. Semua polisi sudah memahami hal tersebut.
"Hanya, bagaimana menerapkan itu, menggunakan sistem budaya masyarakat setempat. Supaya, barangkali misalnya saya yang berasal dari Sumatera, tidak menggunakan cara saya, tapi menggunakan cara masyarakat setempat untuk mendekati masyarakat. Tujuannya, supaya lebih kena dan diterima masyarakat," tuturnya .
Anggota Polri ke depan pun diarahkan untuk memperkuat kemampuan diagnosa masalah atau gejalan masalah yang muncul di permukaan. Dengan memahami itu, polisi diharapkan akan lebih mudah mencari dan menemukan solusi, sebelum gejala masalah itu muncul menjadi bentuk nyata gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta tindak kriminalitas.
"Kami berharap nantinya polisi lebih banyak mengimplementasikan preventif dan preventif," katanya.
Sedangkan mengenai kondisi kamtibmas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2011, Kepala Polda Suparmi Parto mengatakan, tugas pengamanan itu adalah kegiatan rutinitas polisi. Dirinya pun sudah memerintahkan setiap jajaran Polres untuk menginventaris masalah-masalah yang ada dan mungkin timbul di wilayah hukum mereka masing-masing.
Situasi tahun lalu sudah dipahami dan dapat menjadi referensi dalam melaksanakan pengamanan perisitiwa yang sama. Sekitar dua pertiga kekuatan Polda Jawa Barat, atau sekitar 23.000 personel, akan disiapkan untuk mengamankan dan melancarkan dua perayaan besar itu.
"Kalau kami belajar tentang situasi, pengalaman tahun lalu akan memberi gambaran untuk tahun ini. Tahun yang sedang berjalan ini kita-kira tambahannya apa, sehingga kami melengkapi yang menjadi referensi apa yang harus kami lakukan. Tentunya permasalahan tahun lalu akan berbeda dengan tahun ini. Yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang," katanya.
Secara teknis kepolisian, tambah Suparmi, Polri memiliki Detasemen Khusus 88 Antiteror, yang hasil operasinya menggembirakan. Secara kewilayahan, Polri mencoba mengembangkan bagaimana masyarakat dan polisi waspada terhadap lingkungan masing-masing.
"Mengingat, sebagian besar teroris itu keberadaannya di wilayah kita, selalu bermukim di rumah-rumah kontrakan atau sewaan. Karenanya kalau ada orang mencurigakan tinggal di suatu tempat, komunikasikan lah kepada aparat setempat," kata Suparmi Parto.